Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional ?
Mohon maaf, apakah kita sudah bisa percaya kepada badan2 tsb ? Apakah tidak
setara misalnya dengan Departemen Aagama yang berkualitas seperti menterinya
yang terdahulu itu, teteh Hana ?
Nuklir di Indonesia, masalahnya bukanlah pada teknologinya atau radiasinya,
melainkan pada kualitas pengelolanya . Tentunya masih sangat segar ingatan kita
kepada para pemblekuthuk lumpur panas itu.
Selain itu kondisi pertemuan antara lempengan indoaustralia dan euroasia,
dapat memberikan nilai minus terhadap pltn di jawa yang rawan gempa ini. Siapa
pernah menyangka Yogya menderita karena gempa itu ?
Kita memang sudah dipaksa oleh para vendor nuklir itu untuk ikut2an membangun
pltn. Apakah mau ikut2an vendor2 itu, teteh ? Maaf.
Masih ada banyak alternatif, ialah misalnya plt geothermal, dimana sumbernya
sangat besar kapasitasnya di Jawa dan outside Jawa. Kalaupun meletup, dampaknya
tidak ada seperseratus dampak letupan nuklir.
Maaf, teteh, wassalamu'alaikum wr wb.
as as
suhana032003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
oke sharring lagi sekalian bantuin promosi PLTN :)
radiasi tidak hanya berada pada Reaktor, namun dalam rumahpun yg
dindingnya ber cat tembok pun mengandung radiasi, matahari yg selama
ini kita terimapun mengandung radiasi. hmm..yg pernah aku baca,
radiasi yg kita terima di dalam rumah sebesar 1-5mSv (milisievert)per
tahunnya. mSv (kode dosis radiasi) spt kg, cm, liter, dlsbnya.
begitupun dengan sekali pemeriksaan sinar-X (rontgen) kita akan
terkena radiasi sekitar 1-10mSv. Sedangkan untuk wanita hamil setelah
melalui tes2, dosis radiasi yg diijinkan untuk diterima selama
kehamilan adalah 2mSv. (ini berdasarkan yg pernah aku baca
lhoo..karena aku memang bukan ahlinya, tapi ditempatku banyak media
untuk mengetahui sesuatu yg berkenaan dgn radiasi).
jadi coba sekarang mulai teliti ya..?kalau wanita hamil itu
sebenarnya tidak baik untuk sering2 melakukan USG apalagi dalam
kondisi hamil muda, karena secara tidak langsung merusak sel2
jaringan tubuh jabang bayi. karena berdasarkan penelitian ttg
menggunakan alat rontgen yg kita dapat menerima radiasi sekitar 1-
10mSv.
jadi sebaiknya dihindari pemeriksaan USG pada hamil muda, apalagi
sering2??kalaupun mau melakukan USG dianjurkan pada kehamilan tua dan
tidak usah lebih dari 1x saja. Karena dokter yg menggunakan alat
rontgen or USG tsb tidak mengetahui, jumlah radiasi yg dikeluarkan
oleh alat tsb, namun dokter hanya mengetahui kegunaan alat tsb untuk
mengetahui keadaan dalam tubuh manusia yg difoto dgn radiasi.
oke back topic..
khusus untuk radiasi yg dikeluarkan dari dalam bumi melalui reaktor,
menggunakan pengamanan secara berlapis2, radiasi yg keluar dari dalam
bumi dihambat laju geraknya dgn alat pendingin reaktor berupa kolam
reaktor yg berisi air setinggi 13meter, karena radiasi jadi lemah
geraknya dgn air, dan sebelum alat pendingin reaktor, ada lagi
pengamanan awal (aku lupa namanya) apabila radiasi masih keluar dari
kolom reaktor maka ada pengamanan selanjutnya adalah dinding reaktor
dgn ketebalan 3meter yg diisi dgn timbal or timah hitam, kemudian di
beton setebal 3meter, untuk mematikan laju gerak radiasi hingga
radiasi tidak bisa keluar dari reaktor. hmm..belum lagi fisik
bangunan reaktor yg harus memenuhi standar IAEA, dan standar
keselamatanpun dibuat sama dgn semua negara2 yg memiliki reaktor,
karena pembangunan dan pengoperasian reaktor mendapat pengawasan
penuh dari IAEA (international atomic energy agency). dan masyarakat
sekitar fasilitas reaktor pun dijamin haknya oleh pihak pengawas
secara ketat yg berwenang untuk menentukan batas terima radiasi oleh
masyarakat sekitar tidak boleh lebih dari 0,1 mSv/tahun. namun
kenyataan radiasi yg dikeluarkan oleh reaktor selama ini hanya
sekitar 0,001 dan 0,01 mSv/tahun.
jadi..dont worry lah..para penanggung jawab pengoperasian reaktor
diawasi secara ketat oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional rutin
setiap bulannya untuk menerima laporan segala macamnya dan terjun
langsung melihat ke lapangan, dan diawasi pula secara ketat oleh IAEA
badan tenaga nuklir internasional yg mempunyai hak untuk menghentikan
or melanjutkan operasinya sebuah reaktor berdasarkan laporan or
kenyataan di lapangan. dari hal yg terkecil masalah radiasi yg
dikeluarkan dan diterima oleh masyarkat sekitar.
survei membuktikan..kekuatan fisik reaktor yg dibangun di Yogyakarta
oleh anak2 Indonesia, setelah adanya gempa berskala 5,9 skala
richter, tidak menyebabkan kerusakan kontruksi penyangga bangunan
reaktor, karena uji coba konstruksi bangunan oleh LAPI-ITB menyatakan
reaktor dapat tahan terhadap goncangan gempa sebesar 0,225g
(grafitasi), sedangkan gempa yg terjadi tgl 27 Juni'06 waktu itu pada
titik lokasi Reaktor Kartini mencapai 0.15g (grafitasi). (itu menurut
laporan yg pernah aku baca lho..) jadi..Reaktor terbukti aman dan
terbukti sudah melalui tes uji coba dan studi tapak sebelum melakukan
pembangunan reaktor tersebut.
oh iya..Batan mempunyai 30 unit kerja yg dikepalai oleh masing2
kepala unit (direktur) termasuk unit reaktor salah satunya, namun
khusus untuk pegawai yg berada di unit reaktor, rasanya
pegawainya..harus melalui tes penyaringan yg berlapis2 juga dari
unit2 selain reaktor di Batan-:) hmm..apalagi orang2 yg akan
dipercayai untuk menempati unit PLTN nantinya, rasanya penyaringannya
lebih berlapis2 lagi dech..:)
oke dech..segitu dulu promosi PLTN yg mudah2an bisa bantuin pejabat2
yg lebih berwenang dalam mensosialisasikan PLTN pada masyarakat.
salam
hana
--- In [email protected], "sugiyanto" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Sekedar sharing.
> Yang paling ditakutkan kebanyakan orang mengenai PLTN adalah bahaya
> radiasinya walaupun mereka banyak yang kurang tahu apa itu radiasi,
> Memang kalau melihat bahaya radiasi bila kita menggunakan uranium
yang
> waktu paruh-nya ratusan tahun (kalau saya nggak salah), apabila
terjadi
> bahaya nuklir (ledakan dll), radiasi yang diakibatkan oleh radiasi
> tersebut akan turun temurun sampai beratus2 tahun.
> Dilain fihak BATAN menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi karena
> mereka menggunakan system pengamanan yang berlapis, seperti contoh
> Reaktor Kartini yang ada di Jogja, beberapa saat setelah reaktor
start,
> apabila populasi neutronnya terlalu besar maka reaktor tersebut akan
> "TRIP" / mati dengan menurunkan batang kendali (yang berfungsi untuk
> menyerap neutron) kebetulan saya beberapa kali praktikum disana.
> Apabila kita lihat dari segi efisiensi bahan bakar, waktu kuliah
dulu
> secara teori kita pernah ngetung bahwa energi yang dihasilkan oleh
> reaksi 1 (satu) gram uranium akan setara dengan 17 TON BATU BARA.
Sebuah
> hasil yang sangat menjanjikan.
>
>
> Wassalam,
> Sugiyanto
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:media-
[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf Of suhana032003
> Sent: Monday, November 27, 2006 11:52 AM
> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [media-dakwah] Fwd: Re: Artikel : Pemanfaatan Energi Nuklir
> (Bagian Ke-2)
>
> --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:insistnet%40yahoogroups.com>
ps.com,
> "suhana032003" <suhana032003@>
> wrote:
>
> sharring aja..
>
> tidak adil bila menjudge sesuatu yg belum tentu terjadi dgn
kesalahan
> yg dilakukan oleh pihak lain.
> kasus lapindo itu karena ulah kecerobohan orang yg rasanya tidak
> tepat untuk menangani hal itu, tapi dipaksakan.
> kalau disangkut pautkan dgn kemungkinan kebocoran reaktor di muria,
> rasanya nda adil, karena hal itu belum tentu terjadi. karena apa..?
>
> Indonesia sudah mempunyai 3 reaktor yg dibangun pertama kali yaitu
> Reaktor Triga Mark sejak tahun 1961 di bandung dan sudah melalui
masa
> kritis tahun 1964 bahkan diperpanjang operasi pada tahun 1996 dan
> melewati kritis tahun 2000.
>
> Reaktor ke dua yaitu tahun 1975 yg bernama Reaktor Kartini di
> Yogyakarta dan sudah melewati masa kritis tahun 1979.
>
> Reaktor ke tiga yaitu Reaktor Serba Guna GA-Siwabessy tahun 1983
dan
> sudah melalui masa kritis tahun 1987. dan menjadi Reaktor terbesar
di
> Asia Tenggara. dan saat ini sudah memasuki usia 19thn dan masih
terus
> beroperasi sampai sekarang.
>
> hmm..bila disangkut pautkan dengan kasus Lapindo rasanya nda adil
> menilai kecerobohan satu pihak dgn pihak lain yg mengutamakan
> keselamatan dan terbukti hingga sekarang tidak pernah ada masalah
> kebocoran tuch???
>
> kapan kita akan maju, bila selalu melihat pada satu kegagalan
sebagai
> cermin, tanpa melihat sesuatu yg pernah berhasil dilakukan oleh
pihak
> lain?aneh???
>
> siapa bilang..PLTU lebih safe untuk memenuhi kebutuhan listrik???
> Penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik harus dilakukan
> pembakaran terlebih dahulu. nah..pada saat pembakaran terjadi akan
> menimbulkan pemanasan global yg berakibat terjadinya emisi rumah
> kaca. Jadi bayangin ya..berapa banyak batu bara yg harus digunakan
> dan melakukan pembakaran tiap harinya untuk pasokan pembangkit
> listrik?? dan otomatis suhu udara panas makin meningkat yg
berakibat
> naiknya permukaan air laut yg bisa menenggelamkan pulau2 kecil dan
> daratan di sekitar pantai dan akibat pembakaran tsb pun akan
> mengakibatkan penyimpangan perubahan iklim. dan perusakan lapisan
> ozon.
>
> belum lagi gas2 beracun yg dikeluarkan pada saat terjadinya
> pembakaran batu bara yg dapat mencemari lingkungan sekitar?pada
saat
> melakukan pembakaran batu bara, maka akan mengeluarkan gas karbon
> dioksida dan monoksida yg bisa mengakibatkan sesak nafas dan
meracuni
> sel2 darah merah, sehingga sel darah tidak bisa mengangkut oksigen
ke
> dalam jaringan tubuh.
>
> hmm..aku memang bukan ahlinya dalam masalah gas2 beracun, tapi coba
> anda tanyakan pengaruh gas2 beracun pada orang2 yg ahli ttg hal2
itu
> bila anda nda yakin.:)ya..minimal aku pernah belajar dan baca
> lah..pengaruh efek negatif akan gas2 beracun yg dikeluarkan karena
> pembakaran batu bara.
>
> nah..itu baru pengaruh yg terjadi dan tidak disadari oleh orang2
> awam, memang anda pikir..dgn membangun PLTU tidak ada resiko
> kebocoran dan meledak???hehehe.. kompor aja punya resiko bisa
meledak
> mas..apalagi PLTU dan PLTN??:)tapi..kapan kita mau maju, kalau nda
PD
> dengan kemampuan negara kita sendiri hanya karena ketidakmampuan
> orang lain yg dijadikan cermin???? hanya yg aku tahu resiko
terhadap
> lingkungan dgn membangun PLTN itu tidak ada dan lebih murah dari
> PLTU. karena hanya menggunakan tenaga air laut or sungai untuk
> menggerakan PLTN. tapi..resiko meledak mah..PLTU dan kompor minyak
> juga punya resiko meledak dan bocor mas..:)
>
> afwan kalau rada nyeleneh..nda rela aja kalau orang yg mampu
> melakukan sesuatu dijadikan kambing hitam oleh ketidak mampuan
pihak
> lain:)
>
> salam
> hana
>
> --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:insistnet%40yahoogroups.com>
ps.com,
> Syaikhul Amin - MTD <Syaikhul@>
> wrote:
> >
> > ***********************
> > Your mail has been scanned by Chandra Asri InterScan.
> > ***********-***********
> >
> >
> > jum'at mabruk,
> >
> > saya tidak perlu 'ndakik-ndakik' atau mendetail untuk mengatakan
> bahwa kita masih belum mampu (menolak) untuk sekarang ini membuat
> PLTN, saya orang praktisi dan tahu benar tentang apa yg terjadi
> dengan project2 di indonesia. contoh yg paling gampang kasus
project
> pengeboran oil and gas pt. lapindo brantas di porong-sidoarjo,
> ratusan (mungkin ribuan) hektar lahan terendam dalam lumpur dan
info
> yg terakhir pipa gasnya meledak, kasihan rakyat di sono. apa
jadinya
> sekiranya di gunung muria misalnya di bangun PLTN terus
> karena 'ketidaksiapan' / kecerobohan pengelolanya reaktornya bocor?
> > so what gitu loh...
> > untuk saat ini yg paling memungkinkan dan paling safe adalah
dengan
> memperbanyak PLTU dengan bahan batubara atau dengan panas bumi
untuk
> memenuhi kebutuhan listrik negara ini.
> >
> > demikian.
> >
> > syaikhul
> >
> > setahu saya iran dan pakistan sudah bisa membuat bom nuklir, tapi
> mereka belum bisa membuat PLTN.
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: arnoldison nawar [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Thursday, November 23, 2006 4:46 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:insistnet%40yahoogroups.com>
ps.com
> > Subject: Re: [INSISTS] Artikel : Pemanfaatan Energi Nuklir
(Bagian
> Ke-2)
> >
> >
> > Ketika alm Prof Kuncoroningrat menulis dalam sebuah buku
> yang
> > mengkritik mayoritas mental bangsa Indonesia yang belum
> siap
> > membangun, namun beliau tidak menulis agar membubarkan negara
ini,
> dan
> > membentuknya kembali sampai bangsa ini sudah siap.
> >
> > Begitu pula kritik terhadap cara dan etos kerja terhadap
> rakyat
> > Indonesia yang masih rendah lantas berkesimpulan untuk tidak
> melakukan
> > apa-apa (nothing to do), takut berbuat sesuatu, tapi dengan
> kritik
> > tersebut seharusnya orang menjadi termotivasi untuk tetap
> melalukan sesuatu dengan cermat
> > serta kehatian-hatian.
> >
> > Dalam suatu rapat persiapan kemerdekaan RI beberapa diantara
> tokoh
> > yang mengikuti rapat tersebut juga meragukan kemampuan
> bangsa
> > Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, melihat kebanyakan rakyat
> yang
> > masih buta huruf, hidup dalam kemiskinan, dan faktor-faktor
> lainnya
> > yang secara perhitungan ekonomi tidak akan mampu berdiri
> sebagai
> > bangsa, kalau mengikuti pendapat-pendapat yang demikian kita
> bisa
> > bayangkan pada waktu itu pastilah bangsa ini belum merdeka.
> >
> > Saya juga ingin mengatakan bahwa memang tidak mudah memiliki
> dan
> > mengelola suatu reaktor nuklir, tetapi dengan meniru suatu
> jingle
> > dalam iklan saya coba meyakinkan 'anda pasti bisa'.
> > Kalau kita perhatikan banyak orang-orang Indonesia yang pintar
dan
> potensial yang
> > parkir di negara lain, bekerja sebagai peneliti
> di
> > universitas-universitas ternama, atau bekerja di pabrik-pabrik
> besar
> > dunia yang bermuatan teknologi tinggi, mereka enggan kembali
> ketanah
> > air, dari alasan lapangan kerja yang belum ada, gaji yang tidak
> cocok,
> > penghidupan yang susah, tapi menurut saya yang utama
> adalah
> > penghargaan terhadap mereka yang sangat kurang, penghargaan
> bukan
> > dalam bentuk gaji atau remunerasi tapi lebih merupakan pengakuan
> dari
> > negara dan bangsa ini atas pengakuan mereka.
> > Kembali kepada realitas yang disebutkan bahwa para birokrat
> yang
> > bermental korup, yang melihata suatu proyek merupakan ladang
> mereka
> > untuk memperoleh komisi, atau birokrat yang berwenang
> mengelurakan
> > perijinan dan pengawasan yang mudah disogok, bisa dibayangkan
> bila
> > birokrat bermental seperti ini diberikan wewenang untuk
> mengeluarkan
> > ijin atau penguasan untuk proyek-proyek yang memiliki
> potensi
> > membahayakan lingkungan.
> > Namun realitas ini tidaklah harus menjadikan surut untuk
> berbuat
> > sesuatu, meragu-ragukan kemampuan sendiri dengan tidak
> membandingkan
> > kenapa orang lain bisa dan kita tidak bisa, itu juga bukan
> tindakan
> > bijaksana. Akhirnya saya ingin mengatakan bahwa terlalu prematur
> atau
> > teruburu-buru untuk mengatakan bahwa kita 'tidak mampu'.
> >
> > salam
> >
> > Arnoldison
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: Syaikhul Amin - MTD <Syaikhul@>
> > To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:insistnet%40yahoogroups.com>
ps.com
> > Sent: Wednesday, November 22, 2006 8:44:30 PM
> > Subject: RE: [INSISTS] Artikel : Pemanfaatan Energi Nuklir
(Bagian
> Ke-2)
> >
> >
> > ***********************
> > Your mail has been scanned by Chandra Asri InterScan.
> > ***********-***********
> >
> >
> > bung arnold,
> >
> > pendapat saya untuk sementara indonesia belum butuh energi
nuklir,
> bukan masalah kebutuhan energinya tapi mental pemerintahan/birokrat
> kita belum siap. sebagai orang yg pernah bergelut di dunia
> construction rasanya akan sangat berbahaya kalau dibangun PLTN di
> indonesia. padahal untuk pengadaan energi ini butuh safety,
> ketelitian dan kedisplinan yg tinggi, dan rata2 project di
indonesia
> belum mencapai tingkat yg seperti itu.
> >
> > demikian.
> >
> > syaikhul
> >
>
> --- End forwarded message ---
>
>
>
> This message has been scanned by the Trend Micro InterScan Security
Module and found to be free of known security risks.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
[Non-text portions of this message have been removed]