'Tamu Istimewa' itu Yusuf Qaradhawi 

http://www.republik 
<http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=278196&kat_id=3> 
a.co.id/koran_detail.asp?id=278196&kat_id=3

Pekan ini menjadi waktu yang sangat istimewa bagi warga <?xml:namespace prefix 
= st1 ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" />Indonesia. Seorang 
tamu istimewa, ulama terpandang, Syekh Yusuf Qaradhawi berkunjung. Tokoh yang 
buku-bukunya sangat populer di kalangan Muslim Indonesia ini akan bertemu para 
pemimpin pemerintahan Indonesia, ulama, tokoh ormas, juga masyarakat umum lewat 
khutbah Jumatnya di Masjid Istiqlal.
Hari ini, dijadwalkan ulama yang berkedudukan di Qatar tersebut dijadwalkan 
bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Setelah itu, Syekh 
Qaradhawi bertemu Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, dan Ketua DPR, Agung Laksono. 
Malam harinya, Syekh Qaradhawi akan menghadiri jamuan makan malam dengan para 
tokoh orpol Islam.
Keesokan harinya, penulis buku 'Fatwa-fatwa Kontemporer' ini mengunjungi 
Pesantren Darunnajah, Jakarta, dan Universitas Islam Negeri (UIN), Syarif 
Hidayatullah, Jakarta. Selanjutnya, Syekh Qaradhawi menghadiri acara makan 
malam dengan menteri agama dan para tokoh ormas lintasagama.
Pertemuan Syekh Qaradhawi dengan PP Muhammadiyah dan PBNU dijadwalkan 
berlangsung Kamis (11/1). Pada hari Jumatnya, ulama yang pernah dipenjara oleh 
pemerintah Mesir ini akan mengisi khutbah Jumat di Istiqlal dan sekaligus 
bertemu dengan para pimpinan Majelis Ulama Indonesia. Setelah bertemu Wakil 
Presiden Jusuf Kalla, Syekh Qaradhawi dijadwalkan kembali ke Qatar.
Kunjungan ini dilakukan Syekh Qaradhawi untuk memenuhi undangan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono yang sempat berkunjung ke Qatar pertengahan tahun lalu. Dalam 
kunjungan itu, selain meminta nasihat, Yudhoyono juga mengundang Qaradhawi 
untuk hadir ke Indonesia. Undanan itu pun disambut sangat positif. ''Saya akan 
hadir tidak sebagai tamu, karena saya telah lama menjadi bagian dari bangsa 
Indonesia,'' tutur dia waktu menerima undangan itu.
Ucapan itu telah lama menemukan bukti kebenarannya. Ulama yang lahir di Desa 
Shafth, Turab, Provinsi Manovia, Mesir, pada 1926 ini memang pemikirannya telah 
banyak dikenal di Indonesia. Sekitar 70 bukunya telah diterjemahkan ke dalam 
bahasa Indonesia. Sudah lebih dari 125 judul buku dia tulis untuk menjawab 
berbagai persoalan terkini yang dihadapi umat. Tak hanya dikenal, fatwa-fatwa 
Qaradhawi juga mudah dicerna dan diterima berbagai lapisan umat.
Qaradhawi dikenal sebagai ulama yang selalu menampilkan Islam secara santun dan 
moderat. Hal ini membuat berbagai pemikirannya mampu menengahi 
persoalan-persoalan kontroversial yang kerap menghadirkan titik-titik ekstrem 
dalam pemikiran Islam. Pandangannya juga tidak terpatok pada satu madzhab 
pemikiran tertentu.
Pandangan yang seperti itu membuat umat Islam menjadi mudah dalam menjalankan 
agamanya. Pada hakikatnya, Islam memang agama yang memudahkan umat dalam 
menjalankan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Hal inilah yang terus 
diterjemahkan Qaradhawi melalui berbagai fatwanya yang sangat mudah dicerna.
Tak hanya persoalan besar yang dibahas dalam buku-buku Qaradhawi. Hal-hal kecil 
yang kerap mengundang pertanyaan pun tak pernah lepas dari pemikirannya. 
Persoalan seperti jabat tangan pria-wanita, menonton televisi, hukum memotret, 
dan sebagainya, dibahas secara lugas dalam bukunya 'Fatwa-fatwa Kontemporer'.
Sedang dalam buku 'Halal Haram dalam Islam', Qaradhawi banyak memberi 
penjelasan tentang kedua hukum tersebut. Selain dengan makanan, persoalan halal 
dan haram dalam buku tersebut juga dikaitkan dengan pakaian, rumah, 
perdagangan, dan sebagainya. Semuanya dibahas sangat rinci dengan pandangan 
yang menengahi.
Adalagi bukunya yang juga banyak dijadikan rujukan, yakni 'Hukum-hukum Zakat'. 
Dalam buku ini, Qaradhawi memberi banyak penjelasan mengenai zakat profesi. 
Beberapa waktu lalu, zakat profesi sempat menjadi persoalan yang cukup 
dibicarakan keabsahannya. Dengan ruukan hadis yang sangat lengkap, 
penjelasannya soal zakat profesi ini menjadi sangat argumentatif. Persoalan 
zakat ini memang telah lama menjadi concern dia. Untuk mendapatkan gelar doktor 
pada 1972, dia menyusun disertasi berjudul 'Zakat dan Dampaknya dalam 
Penanggulangan Kemiskinan'. Disertasi ini kemudian disempurnakan menjadi Fikih 
Zakat.
Selain dikenal moderat, ulama yang pernah aktif dalam pergerakan Ikhwanul 
Muslimin ini juga bersikap sangat tegas terhadap kesewenang-wenangan Barat 
terhadap dunia Islam. Dia ikut menyerukan untuk memboikot produk-produk AS, 
karena pemerintahan negara tersebut yang banyak berbuat sewenang-wenang 
terhadap dunia Islam.
Eksekusi hukuman gantung terhadap Saddam Hussein juga dikecamnya. Dalam khutbah 
yang dikutip Gulf Times, dia mengatakan eksekusi yang berlangsung bersamaan 
dengan perayaan Idul Adha tersebut sangat mengerikan dan sama sekali tidak 
Islami. ''Saya tidak pernah menjadi pendukung Partai Baath atau pendukung 
Saddam. Tapi saya tidak bisa terima cara yang ditempuh untuk mengeksekusi 
Saddam,'' tutur ayah tujuh anak itu. Dia menilai, kematian tersebut telah 
membuat Saddam menang dalam merebut hati dan simpati umat manusia.
Sebagai ulama yang sangat moderat, dia juga membebaskan putra-putrinya dalam 
menempuh pendidikan. Salah seorang putrinya berhasil meraih doktor dalam bidang 
nuklir dari perguruan tinggi di Inggris. Putrinya yang lain juga meraih gelar 
doktor kimia dari kampus di Inggris. Ada juga anaknya yang menempuh pendidikan 
di AS. Ini menjadi bagian dari sikapnya yang tidak membedakan antara ilmu agama 
dan ilmu-ilmu umum. Dia menganggap pembedaan itu menjadi salah satu penghambat 
kemajuan dunia Islam. irf
( )<?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" />

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of abdul 
aziz mas aziz
Sent: Monday, January 08, 2007 3:00 PM
To: [email protected]
Subject: [media-dakwah] agenda Yusuf Qordlowi di Jakarta



dear all

assalamu'alaikum wr wb.

saya mendengar katanya Ulama Yusuf Qordlowi, pertengahan januari ada
agenda di jakarta. teman-teman ada yang tahu nggak agendanya apa saja
dan dimana? saya sudah mencoba konfirmasi ke DDII, DPP PKS, ICMI dan
Muhammadiyah, tapi masih belum ada konfirmasi

mohon informasinya

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

hormat

abdul aziz muslim


 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke