Telah dijelaskan dibanyak buku dan seminar tentang bagaimana seni menata hati. 
Bagaimana bersemangat, bagaimana menggapai sukses, serta bagaimana membikin 
percaya diri dan mengurangi rendah diri, serta bagaimana agar selalu positive 
thinking dan menutup rapat sekecil apapun lobang untuk negative 
thinking.Beredarnya ratusan buku tentang hal tersebut, dengan tersusun rapi di 
toko toko buku terkenal bahkan diemperan jalan, sesungguhnya sangat menambah 
pengetahuan kita akan hal tersebut, sehingga kita banyak mengambil manfaatnya. 
Itulah seni menikmati hidup. Namun, ternyata, sejarah umat islam, sangat cukup 
mengajarkan kepada kita tentang hal hal tersebut. Sudah sewajarnya kita melihat 
para panutan kita. Bagaimana mereka mensiasati hidup. Bagaimana mereka 
menghadapi keadaan, tentunya dimensi keimanan akan selalu melekat pada mereka.
   
  Dikisahkan seorang salafusholih, seorang yang bermata juling, tidak melihat. 
Lumpuh tangan dan kakinya. Suatu ketika dia berdoa “ Alhamdulillah, segala puji 
bagi Allah, yang telah memberi kesehatan dan perlindungan kepadaku dari 
berbagai ujian yang diberikan kepadaku dari berbagai ujian yang diberikan 
kepada makhluk makhluknya selainku, dan melebihkan aku daripada mereka”.
   
  Seseorang yang kebetulan mendengar do’anya terheran heran dan mengatakan “ 
Apa yang Allah sehatkan dan lebihkan dari dirimu?”, matamu juling dan tidak 
bisa melihat, tangan dan kakimu lumpuh?”. Orang shalih itu mengatakan “ Allah 
telah memberiku lisan yang bisa berzikir dan hati yang bersyukur, serta tubuh 
yang bisa bersabar atas ujian iniYa Allah, kenikmatan apapun yang aku alami dan 
seluruh makhlukmu pada pagi ini hanyalah dariMU, tidak ada sekutu bagi-Mu. 
Bagi-Mu segala puji dan segala syukur.
   
  Saudaraku, salah satu sikap menyiasati hidup ini adalah dengan menata segala 
perpaduan keadaaan kita menjadi lebih baik. Rosulullah telah mengajarkan kepada 
kita bahwa semua yang ada pada diri mukmin adalah keberuntungan, jika mendapat 
musibah dia bersabar. Ini keberuntungan karena Allah akan membalas kesabaran 
dengan ridhonya, yang siapa tahu yang dianggap musibah tersebut justru sebagai 
penggugur dosa kita. Sebaliknya jika mendapat keberuntungan dia bersyukur. 
Syukur kepada Allah menjadikan hati ini tidak keras dan nikmat Allah akan 
semakin bertambah. 
   
  Sebuah kesulitan, bisa berubah menjadi kenikmatan, demikian juga sebaliknya. 
Kesenangan dan kelapangan bisa berubah menjadi kesusahan dan kesulitan. Mari 
kita perhatikan apa yang dikatakan Wahab bin Munabih kepada said bin jubair, “ 
dahulu, orang orang sebelum kalian jika mereka ditimpa cobaan, mereka justru 
menganggap hal itu sebagai kelapangan. Dan jika mereka diberikan kelapangan, 
mereka justru menganggap hal itu sebagai cobaan ( Az Suhd, imam ahmad 446 ). 
Wahb bin munabbih juga pernah jengatakan, “ para wali Allah jika menempuh 
perjalanan yang sulit, mereka justru optimis, sedangkan jika mereka melewati 
perjalanan yang mudah mereka malah khawatir.”
   
  Inti dari pesan ini adalah, kita tidak boleh terjebak menjatuhkan vonis pada 
keadaan yang buruk. Sesungguhnya didunia ini, segala sesuatu tidak hanya bisa 
dikukur secara lahir. Allah telah memberitahukan kepada kita lewat rosulnya “ 
Boleh jadi engkau membenci  sesuatu, tetapi sesuatu itu baik bagimu. Boleh jadi 
engkau menykaui sesuatu, tetapi sesuatu itu tidak baik bagimu. ( Qs Al Baqoroh 
: 216 ).
   
  Saudaraku, Telah dijelaskan oleh ulama ulama kita bahwa Syaitan selalu 
berusaha untuk membujuk  manusia agar jauh dari aturan Allah. Berbagai cara 
dilakukan oleh syaitan, terlebih untuk masa ini dimana radio, televise, 
internet , teknologi dan media  seolah olah menjadi iklan yang terus menerus 
memenuhi rumah rumah kita. Kebaikan dan kejahatanpun kian samar dan abu abu, 
sehingga celah sedemikian tentu dimanfaatkan oleh syaitan. 
   
  Tentang hal ini, mari kita simak apa yang dikatakan oleh Harits bin Qais Al 
Ja’fi “ Jika engkau melakukan kebaikan, janganlah engkau menundanya. Jika 
engkau didatangi syaitan engkau sedang sholat, lalu syaitan membisikkan bahwa 
engkau sedang melakukan sholat karena riya’ tambahkanlah sholatmu lebih lama 
lagi.” (Az Zuhd 430 ).
   
  Saudaraku, perhatikanlah bagaimana syaitan menumbuhkan perasaan seseorang 
untuk tidak lebih banyak beramal ibadahnya dengan alasan riya. Mungkin kita 
sering berpikir, wah takut riya nih. Kayaknya kok ada riya nya dikit. Hentikan 
dulu saja ibadahnya, nanti lagi. Namun, bagi Harits bin Qais, tipu daya ini 
dilawannya, bahkan ia justru menyatakan agar kita menambah panjang dan lama 
sholat. Harits bin Qais justru menasehati kita agar lebih memperbanyak amal 
ibadah yang disebut sebut sebagai amalan riya itu, sambil selalu berdoa kpd 
Allah agar dijauhkan dari sifat yang tidak baik.
   
  Saudaraku, Keterangan yang lebih jelas tentang hal ini dapat kita lihat dari 
seorang Tabi’in bernama Uwais Al Qarni. Suatu ketika ia melihat seseorang 
sedang melakukan sholat. Tapi orang itu kemudian duduk kembali lalu berdiri 
lagi. Orang itu lalu berdiri lagi, tapi kemudian duduk kembali. Uwais Al Qorni 
bertanya pada orang tersebut. “ Kenapa engkau melakukan hal itu?” ia 
menjelaskan “ tadi aku ingin sholat tapi tiba tiba ada bisikan yang mehyebutkan 
aku melakukan amal ibadah dengan riya’. Lalu aku duduk. Tapi diriku tetap 
mendorongku untuk melakukan sholat sehingga aku berdiri lagi untuk sholat. 
Kemudian dating lagi bisikan bahwa aku riya, maka aku duduk kembali.”
   
  Uwais Al Qorni lalu berkata ,” Apakah saat sendirian dan tidak ada orang yang 
melihatmu, engkau juga melakukan sholat seperti ini?” Orang itu mengatakan “ 
Ya”. “Kalau begitu sholatlah sekarang, engkau tidak melakukannya karena riya’, 
ujar Uwais
   ( Az Zuhd, 412 ).
   
  Uwais Al Qarni, mengajarkan kepada kita soal cara menghadapi bisikan syaitan, 
yaitu mengembalikan penilaian amal pada bagaimana amal amal kita tatkala kita 
tidak dilihat oleh siapa siapa. Itulah nasehat dari tabi’in dalam melakukan 
amal shalih.
   
  Saudaraku, tak perlu berdalih menyalahkan keadaan yang menghalangi kita 
mengerjakan amal shalih. Tak perlu berdalih “ Wah pakaian saya kotor, dijamak 
saja, sementara syarat tersebut tidak ada dsb, nanti saja sholatnya dirumah 
tidak dikantor, sementara maghrib sudah berlalu diperjalanan dsb. Marilah kita 
berlomba. Bukankah dunia adalah ladang menanam untuk akherat”?
   
  Daromi.
   
  ____________ _________ _________ _________ _________ __
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam 


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke