============================================ Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED] ============================================ > > HIMBAUAN PENTING > > RE: PENIPUAN/PENGGELAPAN TRANSAKSI PENJUALAN MOBIL DI BANK BCA > > Melalui surat ini saya ingin menghimbau agar berhati-hati dalam melakukan > transaksi perbankan di bank BCA. Sebgai nasabah, saya merasa sangat > dirugikan oleh pihak BCA karena BCA tidak mengakui adanya transaksi senilai > Rp. 90 juta untuk transaksi penjualan mobil Baleno saya dimana transaksi > tsb. dilakukan di BCA. Adapun permasalahannya dapat saya uraikan sbb: > > Pada hari Jumat, 18 Mei saya bersama calon pembeli mobil yang bernama > Irwanto melakukan transaksi penarikan dana dari rekeningnya dan disetorkan > kepada rekening saya sebesar sembilan puluh juta rupiah atas pembelian > mobil > Suzuki Baleno di Bank BCA Kramat Jati. Transaksi tersebut berjalan lancar > dan saya mendapatkan bukti slip setoran dan buku tahapan BCA yang sudah > lengkap tercetak dan ditandatangani oleh pihak BCA (lihat lampiran). > > Pada hari Sabtu dan Minggu saya mengecek saldo saya lewat ATM dan ternyata > setoran tersebut tidak muncul di layar ATM. Akhirnya pada hari Senin, 21 > Mei, jam 8:00 pagi, saya mengecek langsung lewat teller di Bank BCA Gedung > Landmark, dan seorang supervisor menghampiri saya untuk memberitahu status > keberadaan rekening saya dimana uang sebesar Rp. 90 juta tidak pernah masuk > ke rekening saya. Selain itu beliau menjelaskan adanya kejanggalan pada > kode-kode yang tercetak di slip setoran dan buku tahapan karena menurut > beliau transaksi ini terjadi bukan di Kramat Jati melainkan BCA cabang > Kelapa Gading, dan menganjurkan saya untuk langsung pergi ke Bank BCA > Kramat > Jati. > > Sesampainya di Bank BCA Kramat Jati, saya bertemu dengan supervisor, Bapak > Subijanto dan menuturkan seluruh kronologis peristiwa yang saya alami. > Namun > Bapak Subijanto mempertanyakan keabsahan transaksi tersebut dengan > beralasan > bahwa kode nomor yang tercetak pada slip setoran bukan berasal dari Bank > BCA > Kramat Jati, melainkan Bank BCA Kelapa Gading. Pak Subijanto mengatakan > bahwa beliau akan membutuhkan waktu seminggu untuk menyelediki kasus ini. > > Karena tidak puas, saya menghubungi Halo BCA pada hari yang sama dan > berbicara dengan Bapak Kris. Setelah mendengarkan penuturan dan bukti yang > saya ajukan, Bapak Kris malah menganjurkan saya untuk melaporkan masalah > saya kepada pihak yang berwajib karena hal yang terjadi pada Bank BCA > Kramat > Jati sudah merupakan "kasus kriminal pidana". > > Lima hari setelah laporan saya ke BCA, saya menghubungi Bapak Subijanto > untuk menindak lanjuti kasus ini. Tanpa memberikan solusi yang jelas, > beliau > mengatakan semuanya terserah kepada saya untuk pengurusan lebih lanjut. > > Setelah melayangkan surat keluhan secara resmi kepada pihak BCA pada hari > Jumat tgl. 25 Mei 2001 saya baru mendapat tanggapan yang serius dari BCA > dengan adanya keinginan pihak BCA untuk datang ke rumah saya untuk > membicarakan penyelesaian yang terbaik. Namun kedatangan pihak BCA tersebut > bukannya memberikan solusi melainkan memberikan pernyataan yang intinya > tetap menyangkal adanya transaksi senilai Rp. 90 juta tersebut. Dengan > tetap > memberikan alasan mengenai kode-kode yang tidak sesuai dan janggal, pihak > BCA malah mengungkapkan hal yang sama yang sudah pernah kami dengar > sebelumnya dari mereka. > > Sebagai pelanggan, kami merasa bahwa perihal kode yang janggal atau tidak > sesuai dengan ketentuan BCA itu merupakan masalah internal BCA. Kami adalah > orang awam yang mempercayakan nama besar BCA sebagai jaminan mutu pelayanan > dan tingkat keamanan maupun reabilitas yang diberikan kepada nasabahnya. > Oleh karena itu, mengenai permasalahan kode-kode yang dianggap pihak BCA > tidak sesuai, bukanlah merupakan tanggung jawab kami sebagai nasabah untuk > mengetahui maupun memaklumi hal tersebut. > > Perlu diinformasikan pula bahwa kejadian yang saya alami ternyata pernah > juga dialami nasabah BCA lainnya bernama: Bapak Drs. Baktiman Pradono pada > tanggal 24 April 2001 di Bank BCA Kalimalang Cabang Utama sekitar jam 11:00 > pagi. Transaksi tersebut bernilai Rp. 184.500.000,- untuk penjualan mobil > Toyota Corolla tahun 1999. Dengan modus operasi yang sama, dimana Bapak > Pradono juga menerima bukti setoran dan buku tahapan yang sudah dicetak > oleh > teller yang bersangkutan. Ternyata setelah dicek ulang sore harinya melalui > ATM, setoran tersebut tidak pernah terjadi. > > Sejauh ini kami merasa bahwa pihak BCA sangat arogan dan tidak peduli akan > mutu pelayanan yang diberikan kepada nasabahnya. Kejadian ini jelas sekali > memperlihatkan indikasi yang kuat keterkaitan oknum BCA, namun pihak > manajemen BCA menanggapi hal tersebut dengan sebelah mata dan tidak > memperlihatkan intensi yang serius. > > Saat ini kasus saya masih dalam penyelidikan dari pihak berwajib. Dari > pihak > Bank BCA sendiri, kasus saya masih tergantung dan belum ada jalan > penyelesaiannya. > > Saya berharap pengalaman pahit yang telah menimpa saya dan lainnya dapat > dijadikan sebagai peringatan dan himbauan kepada seluruh nasabah BCA agar > lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan. > > Jakarta, 6 Juni, 2001 > > > Hiasintus Chandra RDT > > > > > > > > (See attached file: Bukti Setoran.jpg) > (See attached file: Buku Tahapan BCA.jpg) > > (See attached file: Bukti Setoran.jpg) > (See attached file: Buku Tahapan BCA.jpg) [Non-text portions of this message have been removed] Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
