============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================

Ini pengalaman pribadi lho ,kalau mau dicontoh juga boleh.
Menolong orang kecil itu harus dilakukan secara diam diam dan tidak perlu
di publikasikan, nanti dia yang ditolong akan mempublikasi diri. Cara yang
telah saya lakukan ternyata cukup ampuh. Kalau disekolah ada GNOTA atau
Gerakan Orang Tua Asuh, maka saya memperkenalkan GMBA atau Gerakan Mbok
Bakul Asuh. Waktu itu saya mengamati seorang Ibu Tua +/- 60 tahunan yang
berdagang nasi uduk di dekat komplek perumahan saya di Cilegon ini. Saya
melihat kadang jualan, kadang tidak ,dan cangkruknya ditutup rapat pakai
plastik biru. Waktu saya pulang kerja ,saya sengaja singgah dirumahnya, dan
terjadi tanya jawab. Mengapa Ibu kadang dagang ,kadang tidak, lantas dari
mana Ibu bisa menghidupi anak anaknya? Suami sudah pensiun dan terserang
stroke, sudah tua pisan. Anak ada 3 yang jadi tanggungannya. Satu
diantaranya lumpuh sebelah kakinya. Dia menjawab....apakah orang seperti
saya ini masih ada orang yang bisa percaya Pak....katanya memelas. Lantas
agar Ibu bisa rutin berjualan..sebetulnya butuh modal berapa sih...? Dia
menjawab , untuk memasak Uduk 2X dari sekarang , butuh Rp50.000,- saja.
Kalau Bapak mau minjami ....nanti saya kembalikan Rp75.000 dalam 3 bulan.
Waduh hati saya kok jadi miris, tetapi hanya saya dengar saja. Lantas untuk
makan sehari hari bagaimana? Ya dari sisa keuntungan ini Pak.... yach
begitulah hari kehari. Maka kalau sedang enggak ada untung....ya modal ikut
termakan. Semalaman saya berdo"a ..ya Yesus...haruskah kutolong orang
itu...? Menjelang pagi Yesus berbisik...Tolonglah dari kelebihanmu....uang
segitu tidak ada arti bagi kamu, tetapi sangat berarti bagi Ibu itu. Pagi
tiu ketika saya lewat depan cakruknya...lha kok tutup. kata anaknya ibu
sakit. Sorenya ..ketika pulang kerja....saya singgah di rumah ibu itu, dan
memang sakit, karena ditempeli koyo dahinya. Lantas kataku ...Ibu .....saya
akan berikan modal pada ibu sebsar Rp 100.000,- dan dikembalikan selama 40
hari ,dengan perincian 25.000 per 10 hari alias 2500 perhari, dan tanpa
bunga , karena saya bukan rentenir. Dan uang yang saya pinjamkan sudah
kembali, malah minggu lalu pinjam lagi 100.000 untuk diversifikasi
dagangannya dengan pecel dan ketan. Dan saya telah menerima pengembalian
pinjaman 25.000 hari ini ,tadi pagi. Saya hanya bilang....Ibu betapa
sedihnya hati saya ...bila melihat cangkruk ibu ditutup plastik dan ibu
tidak berdagang. Oleh karena itu ...berdaganglah terus....dan atasi
kesulitan hidup ini. Apa yang saya perbuat itu memang tidak seberapa
ya......hanya sekali berhenti di Mc D. Tetapi betapa...saya melihat Ibu itu
kembali semangat hidupnya. Ini True Storry dan tidak ngarang belaka. Dan
saya akan selektip lagi memilih orang yang harus ditolong. Ini hanya salah
satu contoh kecil ,cara menolong orang kecil. JB72

Kirim email ke