============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================

Kangmas sedoyo,

Perihal event tanggal 26 Agusutus, kulo sampun woro-woro ke semua
temen-temen JB yang nggak ikut milis ini, dan semuanya confirm untuk hadir
diacara ini. Nyuwun ngaputen sakderengipun kalok bisa obrolan di milis ini
diselepin bahasa Indonesia karena vocabulary bahasa jawa saya cuman dipenuhi
bahasa pisuan thok. ya itulah JB........
Nuwun....
----- Original Message -----
From: Antonius Bardhono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 24, 2001 7:32 AM
Subject: [debritto] Komentar/jawaban tumpang sari


===============
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
===============

Dandy: Salam kenal sedoyo,
Kulo Dendy JB 94, saya jadi iri kecerian  mas-mas di foto , kapan wonten
acara maleh ?

AB: Thole, salam kenal juga. Hari Minggu 26/Ags/01 akan ada pertemuan reuni
Jabotabek di BPLK Jl. Purnawarman 99 Kebayoran Baru mulai jam 09:00.
Datanglah kesana pasti dikau akan bertemu muka2 ceria itu, dan kita sambung
dengan rencana selanjutnya (i.e sate kiloan, 4th fishing, belanja koteka di
Waghete dll). Kami tunggu!

Jo: Ini pohonnya seperti apa......? apa di Tegal juga ada......?
Subject:  KESEHATAN: Tanaman Keladi Tikus dari Pekalongan sbg Penyembuh
Kanker

AB: Jo, ini berita basi dan kelihatannya tidak laku (=mungkin tidak
manjur).

Jo: Kompas 22/8/01 halaman 28 kolom 6 - 9 , ada seorang guru De Britto
bernama
ST Kartono, menulis syrat terbuka, berisi nagih janji dengan A Fajar Malik
, yang manatan guru ,dan kini jadi Jendralnya guru.

AB: Ini kalau nggak salah, salah satu Wakepsek De Britto. Dia memang aktif
menulis. Hallo, Pak Kartono.
Dari tulisannya yang sampeyan maksud itu, aku baca sampai habis juga, kita
malah bisa membaca secara tersirat bahwa pendidikan di JB itu masih lain
daripada yang lain. Walaupun masih sangat terbebani dengan materi yang
sesuai dgn kurikulum, tidak dilupakan pendidikan humanioranya. Maka
meskipun 'prestasi akademik'nya sering low-profile (tidak masuk ranking),
tapi seperti Gumulyo, Eddy Oentorojati, masih mempercayakan anak-2nya untuk
dididik di sana. Sengaja kata 'prestasi akademik' saya masukkan kedalam
tanda petik, karena sepertinya ada gejala mengatrol nilai anak didik agar
kelihatan berprestasi.

Salam,

AB/71



Kirim email ke