============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
Ngene Kang mBilung......
Iki sing aku rasakan sebagai partisipan.
Waktu aku biyen masih di Jakarta, pertama kali ikut aku merasa rada kaku
suasanane. Sangat jauh berbeda seperti sing aku rasakan pas reuni JB di
yogya dulu.
Terus terang aku juga rada wegah kalau acarane mung seminar sing
formal-formalan. Kalau misa oke lah.... buat aku ibarat sambil menyelam
minum air... kumpul-kumpul disambi nyaur utang karo Gusti.
Saat ini yang membuat aku kepingin hadir ya cuma ikatan emosional sebagai
alumni JB saja plus ketemu sama Mas-mas yang aku jarang ketemu darat.......
Kepinginku kalau kumpul-kumpul : meskipun yang kita bicarakan serius tapi
suasananya dibikin non formal gitu..... Bener seperti kata sultan mBanten
"mas Jo"...... sang korman itu....
Terutama buat kita yang sudah mapan kan bisa misalnya tukar-menukar info
siapa tahu ada tambahan bisnis nyanthol..... yang belum kerja paling tidak
kan bisa tahu informasi lowongan kerja dari kita-kita ini misalnya.....
Terus masalah yang lain kan bisa juga dibikin sambil ngobrol-ngobrol
informal.
Yang terjadi saat ini kan kita disuruh duduk manis sambil dengerin orang
ngomong di depan yang kadangkala materinya tidak sesuai dengan kepinginan
kita.... itu sing marakake wegah..... lha wong aku pengin-nya kenalan,
guyonan, nostalgia kok ini disuruh dengerin orang ngomong.... bahkan kita
mau ngobrol sama teman ditempat duduk sebelah saja sungkan......
Bahasan marketingnya : kehadiran kita gak ada value added-nya....
Pengalaman saya : bisa ngobrol enak sama Kang Mbilung, Lik Kompor, dll ya
baru pada pertemuan ke-3 yang saya ikuti. Bisa ketemu yang lain ya cuma pas
event Mancing.... lak kebangetan toh....
Ngapain kita spend waktu 1/2 hari tapi kenalan saja nggak bisa.....?!?!?
Makane bikinlah acara dengan suasana informal.... yang memungkinkan
kita-kita ini bisa ngumpul & ngobrol plus cekakakan, pisuh-pisuhan,
sayang-sayangan... dll.....
Tapi dengan nulis ini bukan berarti saya wegah datang lho.... saat ini saya
tidak aktif di pertemuan darat semata-mata hanya faktor berlainan kota saja
kok... ning jujur.... itu yang saya rasakan...
kira-kira begitu dulu sharing pengalaman saya.
salam
ary
"mbilung"
<[EMAIL PROTECTED] To: <[EMAIL PROTECTED]>
et.id> cc:
Sent by: Subject: [debritto] DJOHAN SURVE BURUNG
debritto-owner@
dejava.com
29-08-2001
08:22 AM
Please respond
to debritto
============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
--- Original Message ---
From: Suherman Djohan <[EMAIL PROTECTED]>
===SD:
Wis cara tercepat saya rasa tanyakan saja members DB Net sing Jabotabek:
Apa
alasan mereka tdk datang?
===mBilung:
Tul. Diskusi ini kan secara nggak langsung juga sudah bertanya kepada
'mereka'. Jadi, ayoo-ayoooo para members milis DBnet yang domisili
Jabotabek, silahkan nulis ..... nuliiis ..... nuliiiiiiiisssssss ..... :)
===SD:
Sangat beragam sifat2 manusia ini, jadi janganlah mencoba menyatukan mereka
ini. Yo ben seng teko 56%, so what? Gagal? Yo ora, masih banyak Alumni SMU
yg tidak sekompak kita kok.
===mBilung:
Sik-sik-sik ..... masalah kegagalan itu bukan terletak di angka 56%nya
lhooo
..... tetapi : Mengapa dari event ke event angkanya MELOROT ? Katakanlah
dari '80%' -> '70%' -> '60%' -> 56%, adakah sesuatu yang salah di pihak
pengurus Iluni ? Kalau grafiknya bergerak dari '20%' -> '30%' -> '40%' ->
56%, maka angka 56% itu merupakan keberhasilan. Soal heterogenitas sih,
saya
juga sudah nulis di email yang berjudul 'Malam Ekspresi De Britto di Siang
Hari'.
===SD:
Saya pribadipun sudah meneruskan ke teman2 seangkatan yang punya email
address tapi bukan members DB Net. Kalo mereka tetap tidak mau datang saya
yakin pasti mereka2 punya alasan tersendiri. Tidak datang saya rasa belum
tentu tdk "Man For Others".
===mBilung:
Betul. Tapi alasan-alasan ketidakdatangan itu perlu diungkap oleh pengurus
Iluni. Apakah memang karena terlalu sibuk di tempat lain (ada acara yang
lebih penting), ataukah karena BOSAN (seperti beberapa kali telah saya
dengar), atau malah mulai 'alergi' (ini yang paling dikhawatirkan).