============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================


AW Subarkah (cuplikan):
... empat hari setelah memancing itu saya mendapat tugas baru yang sulit
dielakkan untuk menangani biro Kompas di Jawa Timur dan ini artinya saya
harus pindah ke Surabaya ...

Gandung:
Itu artinya, kalau ada mancing lagi, AWE nggak akan ikut. Mengenang AW
Subarkah adalah menyimak sosok simbol ketekunan. Belasan jam dia bisa duduk
tekun memegangi walesannya. Target tdk penting. Dapat atau tdk dapat iwak,
pokoke nyekel walesan terus. Sungguh tiada duanya di antara kami, para
pemancing de Britto. Bangsa manuk sub-etnis pemancingan pastilah kehilangan
AW Subarkah. Dia pergi meninggalkan kami semua. Saya, Bardhono, dan Mbilung
tentu beruntung sekali bisa menyaksikan saat terakhir AW Subarkah mancing
satu perahu dg kami beberapa waktu lalu. Sementara kami tidur kecapaian atau
setengah mabuk laut, AWE tetap tekun memegang walesannya. Dialah ikon
ketekunan memancing. Kenang, kenanglah dia. Selamat jalan, AWE. Kami semua
kehilangan kamu. Kiranya kepergianmu memperoleh tempat yg layak. Amin.


Kirim email ke