Dear all,
saya mau kasih sedikit perbandingan mengenai cara pencerahan yang dicapai Dewi Kuan Im dan ajaran di Tipitaka Pali. Bodhisattva Avalokitesvara mencapai pencerahan melalui pendengarannya. hal ini mengingatkan saya akan kisah Bhikkhu "Kitab Kosong" dari kitab Pali. Bukankah Bhikkhu Kitab Kosong diajarkan oleh seorang samanera (Arahat) Perumpamaan seekor iguana yang sarangnya memiliki enam lubang, cara menangkapnya dengan cara menutup kelima lubangnya dan tinggal menunggu di satu lubang. enam lubang diibaratkan sebagai enam indria kita termasuk pikiran cara ini sama seperti Dewi Kuan Im punya cara tutup semua lubang indria lalu sisakan satu indria untuk dijadikan objek meditasi Kebetulan saja Beliau menggunakan pendengaran untuk meditasi jangan berantem yah peace Dananjaya ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
