Saudara-saudariku yang berbahagia,

Sekuntum teratai untuk anda, para calon Buddha.


Mohon maaf sebelumnya, 

Seperti inti pesan Bro. Huangdi agar praktik menjadi pusat perhatian
kita, ijinkan saya ganti judul thread ini menjadi "Meneladani Kuan
Im/Awalokiteswara."

Tanggapan saya atas posting Bro Junarto dapat disimak di bawah.

--- In [email protected], "Junarto M Ifah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Junarto: 

> Dear All,
> 
> Sekedar menambahi..
> Ide akan Avalokitesvara sebenarnya sangat Ideal.
> Tetapi kadang orang tidak mau melakukannya, atau mungkin, belum mampu 
> melakukannya, atau mungkin, secara psikologis skeptis dengan semangat 
> yg dibawa Avalokitesvara.

JL:

Atau bisa juga karena mereka memang belum tahu dan belum paham.
Ketidaktahuan dan kebelumpahaman ini bisa dikarenakan faktor internal
dirinya, bisa juga dikarenakan faktor eksternal dirinya.

Faktor eksternal diri, kembali, menyangkut masalah kualitas pendidikan
Buddhis kita juga atau bisa juga karena ada oknum-oknum tertentu yang
memang dengan sengaja membuat umat tetap bodoh agar dapat menangguk
keuntungan pribadi.

Temanku ada cerita tentang patung Kuan Im yang dikaryakan di Tiongkok.
Patung itu jadi mesin penghasil uang. Entah kondisi seperti ini
terjadi tidak di Indonesia? Misalnya, ada "SUHU" yang memang dengan
sengaja membuat umatnya tetap bodoh agar dapat diperah terus.

Junarto:

> Ide Avalokitesevara sebenarnya 'simply' ide tentang Bodhisattva, oleh 
> karenanya dengan memahami ide tentang 'Bodhisattva', 
> ide 'Avalokitesvara' pun juga mestinya dapat dipahami.
> Yg Paling 'Top' dari 'Avalokitesvara' adalah Welas Asih.
> Tetapi justru dengan menyebut juga Sutra Hati sebagai referensi, kita 
> mungkin bisa merenung, mengapa justru Avalokitesvara yang disebut 
> dalam Sutra yang Justru Mengedepankan PRAJNA. 
> Dalam permulaan Sutra, dikatakan beliau 'At ease', dan 
> Beliau 'melihat' Pancaskandha adalah Sunya. 
> Dalam hal ini aku melihat Beliau justru memiliki MAHA WELAS ASIH 
> karena didukung oleh Maha Prajna yang dalam ini, yg kalau mau 
> ditambahkan, disuburkan oleh Maha Samadhi yg dalam dan kalau mau 
> dilengkapi, diperkaya dengan Maha Upaya (skillfull means) yang Luas.
> Buatku ini juga 'simply' pesan yang dibawa oleh Sang Buddha.

JL:

Pemaparan yang indah sekali bro. Aku pikir itu semua ada dalam satu
paket. Tidak bisa dipecah-pecah. All inclusive.

Junarto:

> Dalam hubungannya dengan Dharmajala, aku yakin, paling tidak versiku 
> sendiri, tujuan akhirnya adalah tidak berbeda dengan ide Bodhisattva, 
> yakni: bukan 'melulu mencapai Samadhi sedalam2nya atau Menarik diri 
> dari peredaran duniawi' tetapi ujung2nya bagaimana menempatkan diri 
> untuk bisa bermanfaat sebesar2nya untuk komunitas. 

JL:

Dharmajala memang merupakan perwujudan jalur Bodhisatwa.

Junarto:
> Tetapi dalam proses, keahlian dalam Samadhi, Prajna dan Skillfull 
> Means mau tidak mau menjadi support yang sangat penting. 
> Menurutku, Welas Asih tidak akan pernah efektif tanpa didukung 
> Prajna,Samadhi dan Skillfull Means.
> Memang pernah juga aku menemukan pembahasan bahwa bisa juga dengan 
> merendam sepenuhnya pada praktik welas asih, seseorang bisa bergerak 
> menuju ke arah Samadhi, Prajna dan pada akhirnya Skillfull Means, 
> walau begitu menurutku - ini mestinya sulit dilakukan.  
> Yg ideal, kesemuanya mesti serentak dilakukan. 

JL:

Esensinya justru di situ. 3 kata kunci: Belajar, Berlatih, dan
Berbagi. Nah, pertanyaan berikutnya adalah Belajar, Berlatih, dan
Berbagi apa? Straight to the point: Hidup Berkesadaran (Mindfull
Living)and SEB (Socially Engaged Buddhism).

Junarto:

> Sudah agak lama, aku pernah membaca riwayat Sister Chan Kong, seorang 
> Bhiksuni- siswa Thich Nhat Hanh. Sebelum bertemu Thay, Sister Chan 
> Kong pertama2 menemui seorang Bhiksu lain- dari tradisi Thien - yang 
> kebetulan jelas sekali-'Super Strict' dalam Tradisi Zen. Sister Chan 
> Kong berkata ingin menolong orang banyak. Sang Bhiksu semerta2 
> menjawab - kira2, 'Jika anda tidak bisa menolong diri anda sendiri, 
> bagaimana anda ingin menolong orang lain?' Ini adalah pendekatan 
> radikal Zen. Menekan sebesar2nya pada realisasi sebelum berkarya 
> untuk komunitas.(Tetapi kenyataanya Zen itu mestinya jauh dari 
> radikalisme. 

JL:

Judul bukunya ini bukan bro?

"Learning True Love: How I Learned & Practiced Social Change in Vietnam"?

Jika benar, kami mau terbitin buku ini. Sudah ditranslate sama Bu Jani
 and masuk dalam line up editingku.

Ini adalah buku wajib baca. Kalau selama ini cuma tahu Mother Theresa
saja, Sister Chan Kong merupakan selingan yang sangat pantas.Biar
komunitas Buddhis tahu bahwa kita juga ada wanita Buddhis hebat. Kita
punya produk luar biasa, tapi sangat payah dalam marketing.

Bro Jun ada buku aslinya ga? Jika ada, aku mau pinjam untuk scanning
foto2nya. Pas kamu pulang ke Indolah.    

Junarto:
>Ada banyak Zen Master yang juga memberi tauladan untuk 
> berkarya untuk komunitas. Dan Thay sendiri mestinya juga dibesarkan 
> dalam tradisi Zen).
> Ini memang dilema klasik untuk orang yang melatih diri dalam Jalan 
> Bodhisattva. 

JL:

Thay Nhat Hanh memang dibesarkan dalam dan masih dalam tradisi zen.
Ordo Interbeing dibangun di atas landasan Linchi generasi ke 42.

Inilah contoh pemaparan beliau tentang bagaimana kita meneladani
Awalokiteswara dalam ceramah berjudul "Hidup Bersama secara Harmonis"
yang sudah diterjemahkan oleh sdri Kurniawati dan sedang saya edit.
Transkrip ceramah ini akan aku posting setelah posting topik lain rampung.

"...Oleh karena itu, ibu, ayah, dan anak, ketika mereka ke wihara,
ketika mereka pergi ke pusat meditasi, harus berlatih mendengarkan
secara mendalam, karena mendengarkan secara mendalam adalah praktik
Bodhisatwa Awalokiteswara. Pagi ini para biksu dan biksuni telah
melantunkan puji-pujian tentang Bodhisatwa Awalokiteswara, yang
memiliki cara yang sangat trampil dalam mendengarkan secara mendalam.
Itulah sebabnya Beliau dijuluki Quan The Am [Kuan Se Im]: yang berarti
"mengamati suara yang datang dari dunia..." 
 
"...Mendengarkan secara mendalam adalah praktik Buddha dan Bodhisatwa
Awalokiteswara yang paling menakjubkan dan ketika kita menyebut nama
Bodhisatwa Awalokiteswara, itu berarti kita menerima Awalokiteswara
sebagai guru kita. Awalokiteswara memiliki kapasitas untuk
mendengarkan secara mendalam. Makanya, jika kita adalah murid
Awalokiteswara, kita juga harus berlatih mendengarkan secara mendalam..." 

Junarto:
> Akhir kata, Topik tentang Avalokitesvara mudah2an bisa menjadi bahan 
> renungan untuk diri kita masing2 dalam praktik.
> Apakah kita bercita2 seperti Avalokitesvara? 
> Apakah kita memiliki kemampuan untuk mengembangkan Welas Asih?
> Seberapa Murni Welas Asih kita? Apakah ia masih ternoda dengan Ego?
> Apakah Welas Asih itu Selalu Identik dengan Manfaat?
> Apakah kita bermanfaat untuk komunitas?
> Apakah kita memiliki kemampuan 'at ease' setiap saat untuk 
> bisa 'readily' memberi manfaat?
> Skill apa yang kita miliki untuk membawa manfaat untuk komunitas?
> Aspek Apa yang bisa dilatih dalam diri kita?
> Aspek Apa yang sangat sulit dilatih dalam diri kita?
> Dengan awal sekaligus tujuan 'memberi manfaat sebanyak mungkin untuk 
> komunitas', bagaimana kita mendefinisikan 'prosesnya' secara detil 
> dan spesifik? 
> 
> Mudah2an Bermanfaat,
> Junarto.
 
JL:

Sangat bermanfaat broter!

Anumodana

Be Mindfull

Salam Perjuangan

JL


> --- In [email protected], "Huangdi_98" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > 
> > PUYENK PUYENK
> > 
> > nape GUAN YIN diributin seh THERA VS MAHA ??????
> > TUH LIAT DEWA NAT kok gak diributin ame THERA ????
> > 
> > DUDUT KABEH SIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
> > 
> > WELAS ASIH ITU NYANG UTAMA








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke