Dear all, Istilah dan kalimat yang digunakan dalam Standar kompetensi lulusan Sekolah Dasar tampaknya merupakan 'standard', mungkin agar tampak sangat berbobot. Kalau kita tidak menyimak lebih lanjut materi dan mencari tahu apa sih sebenarnya yang dimaksud, kita mudah sekali salah persepsi. Contoh soal yang menyertai Standard Kompetensi tersebut mungkin bisa memberi petunjuk maksud sebenarnya. Dari beberapa guru agama Buddha yang saya tahu, saya bisa merasakan kebingungan dan kekuatiran mereka. Mereka takut tidak bisa melakukan tugasnya sebagai guru dengan baik. Dalam kaitan dengan cerita tentang pengembangan agama Buddha di Indonesia, peran guru agama Buddha di sekolah umum bisa dikatakan sebagai salah satu ujung tombak yang harus benar-benar diperhatikan dan dibina. Akan tetapi saat ini (yang saya tahu hanya di Bogor) hal tersebut sangat dan sangat kurang. Saya bukan guru, apalagi guru agama. Saya hanya berharap ada peserta milis ini yang juga menjadi guru agama Buddha di Sekolah umum. Semoga beliau-beliau ini mau berbagi ide dan masukan agar membuat kita semua lebih faham tentang hal pengajaran agama Buddha tsb. Hal yang penting kita lakukan sekarang ini adalah apa masukan kita dan memberikan informasi untuk membuat pengajaran Agama Buddha di sekolah lebih baik lagi. So, keep cool, please. Mettacittena, D.Arief
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
