Maaf nih ikut nimbrung, biasa kayak lalat, mencium bangkai.
Sepertinya bro Jati ini agak sengaja atau (maaf) terlalu jago.
saya kutip sedikit dari ajaran Guru saya sang Buddha
Jangan Berbuat Jahat, Tambahkan Kebajikan, Sucikan hati dan Pikiran (Batin)
Nampaknya bor Jati mengenai dua yang pertama udah kelewat tuh, jadi sucikan hati dan pikiran. (itu pikirnya kali)
Saya punya persepsi lain mengenai hal ini, pertama memang kita harus melenyapkan kejahatan dalam diri kita. Juga harus menambah kebajikan, tetapi setelah itu dilaksanakan baru kita sucikan hati dan pikiran supaya tidak bangga terhadap kebajikan yang kita perbuat.
biasanya orang yang berprinsip "Meditasi adalah ajaran Buddha yang tertinggi untuk dilakukan" tidak memiliki 'sarana' untuk melakukan kebajikan, atau dia sendiri tidak mampu (atau tidak mau) melakukan kebajikan. (alasannya rendahlah)
Satu hal lagi ingat Brahma Sahampati yang berkata bahwa di dunia ini ada orang yang sedikit debu di matanya
apakah diantara orang-orang tersebut di Srilangka sama sekali tidak ada yang memiliki kesempatan untuk mengenal ajaran lebih lanjut, apa anda menilai sedemikian tebalnya kekotoran batin mereka??????
Bila mereka (katakanlah) tetap menjadi Buddhis bukankah suatu saat mereka akan mengenal juga ajaran.
Saya sih berharap jangan sampai pandangan teman saya di Bali yang mengatakan "ajaran Buddha hanya untuk orang menengah sampai orang kaya" itu betul adanya
ingat mungkin kita sudah tidak berbuat jahat, tapi bukankah ini saatnya kita berbuat kebajikan, dan bila tercapai kebajikan itu, itulah saat yang paling tepat untuk menyucikan hati dan pikiran. Karena terkadang pujian itu lebih berbahaya daripada kritik seperti ini.
peace mannn
vajradeva (orang stress)
--- In [EMAIL PROTECTED], "Jati" <[EMAIL PROTECTED]...> wrote:
>
> Gapapa koq...
>
> Emang kenapa kalo demikian?
>
> Khawatir tidak ada pengikut? Khawatir apa yang kita percaya menjadi
> musnah/hilang? Khawatir kita dibilang pecundang?
>
> Jadi menurut saya, tidak usah pusing dengan ini itu ...
>
> Lakukanlah yang terbaik untuk saat kini aja dulu ...
> Cukup perhatikan/kaji dengan baik pikiran, ucapan dan perbuatan
> dulu..
>
> Jika saatnya musnah.. ya musnah..
> Jika saatnya muncul.. ya muncul..
>
> Yang penting itu, lakukanlah yang terbaik untuk saat
> kini/ini/sekarang.
>
>
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], Jimmy Lominto >
> ....
> Untuk melakukannya, kita semua harus terorganisir dengan lebih baik.
> Kalau tidak, kita akan kalah dalam peperangan selanjutnya dan efek-
> efeknya akan lebih mengerikan lagi karena pecundang terbesarnya bukan
> hanya Sri Lanka, melainkan agama Buddha itu sendiri - BNN
>
> Gapapa koq...
>
> Emang kenapa kalo demikian?
>
> Khawatir tidak ada pengikut? Khawatir apa yang kita percaya menjadi
> musnah/hilang? Khawatir kita dibilang pecundang?
>
> Jadi menurut saya, tidak usah pusing dengan ini itu ...
>
> Lakukanlah yang terbaik untuk saat kini aja dulu ...
> Cukup perhatikan/kaji dengan baik pikiran, ucapan dan perbuatan
> dulu..
>
> Jika saatnya musnah.. ya musnah..
> Jika saatnya muncul.. ya muncul..
>
> Yang penting itu, lakukanlah yang terbaik untuk saat
> kini/ini/sekarang.
>
>
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], Jimmy Lominto >
> ....
> Untuk melakukannya, kita semua harus terorganisir dengan lebih baik.
> Kalau tidak, kita akan kalah dalam peperangan selanjutnya dan efek-
> efeknya akan lebih mengerikan lagi karena pecundang terbesarnya bukan
> hanya Sri Lanka, melainkan agama Buddha itu sendiri - BNN
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
