|
He..he..he...he..he..., si Kang Ceremet ikut kasih
saran neh.
Terima kasih yach Kang...............atas
tegurannya.
Kayanya emang saya mah kurang sadar neh, kagak kaya
Kang Ceremet yang sadar dan bijaksana yach.
Mettacittena,
Cang Le
----- Original Message -----
Sent: Thursday, March 17, 2005 8:23
PM
Subject: [Dharmajala] Re: Aku Pulang
Retreat ! Ada Jalma yang lain lagi.
Good peuting (malam), selamat
evening,
punteun (permisi), abdi jadi hayang seuri (tertawa) nempo
tulisan kos kieu (melihat tulisan seperti ini),
he...he...he....,
jigana ini jalma (sepertinya ini orang) udah keluar
tanduknya, sampe tiga lagi (yang ketiga jangan ditanya di mana
he..he...he.....).
Abdi hayang nanya ka kang baja eh Vajra dan kang
Guru eh Charles, "Sudahkah anda meditasi hari ini??" kalo abdi minum
dua... emangnya yakult.
omong kesadaran, konsentrasi, ieu teh pada
sadar heunteu (ini tuh pada sadar tidak?)??
lamun teu sadar ngke
urang adukeun sirah saha nu leuwih teuas (kalau gak sadar nanti kita adu
kepala siapa yang paling keras).
jigana mah kabeh lamun sirahna diadu
ka batu, batu na nu peupeus (sepertinya sih semua kalau kepalanya di adukan
ke batu, batunya yang pecah)...he..he....he
Hampura ah (sorry ah),
kalo masih ngambek nanti dikasih peuyeum (tape singkong)
bandung....
permios
si Chengceremet Sundanesse
Buddhist
--- In [email protected], "Intra" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote: > ----- Original Message ----- >
From: Deva > To: [email protected]
> Sent: Thursday, March 17, 2005 1:53
PM > Subject: [Dharmajala] Re: Aku Pulang Retreat ! Ada yang
lain lagi. > > Dear Cang le, > Saya
mau berbagi satu pemikiran. > - Kenapa kebanyakan orang
setelah meditasi di retret-retret khusus > tersebut
seperti enggan untuk berinteraksi dalam masyarakat? > Rekan
"Deva", > Wah anda menanyakan suatu pemikiran yang sejujurnya saya
sendiri tidak melihatnya ada yang seperti itu, bahkan sama sekali tidak
pernah terpikir seperti itu. Jadi maaf saya tidak bisa memberi input
soalnya kayanya gak masuk akal tuch. > Memang selama pengalaman anda
mengikuti meditasi metode Goenka, metode Mahasi Sayadaw, metode Shwe U Min
Sayadaw, Metode Pa Auk Sayadaw, Metode Ajhan Mun,Metode Ajhan Chah, dll
sampai melihat gejala seperti itu??Apa itu mewakili 5%nya dari yang sudah
pernah bermeditasi?? > Yang saya agak heran mengapa selalu disebut
"kebanyakan orang" menjadi seperti itu, anda melihat tapi saya dan
beberapa rekan lainnya juga tidak melihat adanya seperti itu. >
Mungkin lebih baik di statistik aja kali yach.....misalnya dari lebih 150
orang yang pernah ikut latihan yang kita adakan, berapa orang yang seperti
itu yah?? > Rata-rata orang yang habis meditasi, begitu hari terakhir
juga sudah pada bercanda riang, apalagi pengalaman yang seru-seru. Justru
merekalah yang mengeluh karena setelah meditasi diteruskan di rumah
masing-masing, konsentrasinya tidak mudah didapat karena banyak
gangguan dari luar. > > > - Kadang berfikir perbuatan
menolong, membantu orang yang dalam > kesulitan seperti yang dilakukan
Tzu Chi dianggap sebagai perbuatan > kebajikan tingkat rendah?? >
Nah ini lagi yang saya kagak abis pikir, setau saya selama ini aktif di
vihara saya belum pernah menemui orang yang kaya gitu tuch, he..he.he.
Hampir semua kagum ama apa yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.
> Bagi Sang Buddha sendiri saja kebajikan sekecil apapun nilainya,
tetap suatu kebajikan. > > > - Kadang saya perhatikan
mereka lebih sulit untuk mendengar pendapat > orang, merasa lebih
hebat (saya bicara mental bukan apa yang mereka > pikirkan), merasa
pengalaman mereka paling benar??? > Nah kalo ini mungkin ada
tuch..........yang saya tau sampai kesucian Anagami saja masih mempunyai
ke Aku an meskipun sudah sedikit, apalagi yang belum mencapai Anagami
tuch. > Nah contohnya di milis ini saja, seringkali kita merasakan yang
paling benar. Jadi tidak usah jauh-jauh melihat orang lain, diri kita
sendiri aja kadang-kadang masih seperti itu, he..he..he. Mari kita
renungkan ayat Dhammapada dibawah ini: > Bila orang bodoh dapat
menyadari kebodohannya, maka ia dapat dikatakan bijaksana; tetapi orang
bodoh yang menganggap dirinya bijaksana, sesungguhnya dialah yang disebut
orang bodoh. (DHAMMAPADA, syair 63) > > Menurut
saudara Cang le bagaimana???? > Menurut saya mereka terbiasa
untuk hidup tenang (cuek) di dalam > tempat retret
meditasinya, tidak bisa melihat bahwa penderitaan itu >
juga ada di tempat lain, di orang lain. > Pak, Sang Buddha aja
bermeditasi meninggalkan semuanya, anak, istri, keluarga, harta, dll untuk
men-sucikan diri beliau. Baru setelah itu beliau menolong kita semua
dengan memberikan jalan tengah untuk mencapai kesucian. > Ada
bhikkhu yang memberi tahu "Diri sendiri saja masih terbenam didalam
lumpur, bisakah anda menolong orang lain supaya terbebaskan dari benaman
lumpur yang sama??". > Latihan meditasi yang dilakukan hanyalah 10 hari.
Tidak ada artinya dibandingkan mereka yang bermeditasi di pusat latihan
meditasi dan juga di hutan-hutan di berbagai negara. Di Thailand saja ada
istilah "Tudong" dimana para bhikkhu tersebut tidak mempunyai tempat
tinggal tetap dan hidup bermeditasi di hutan-hutan. > Anda sendiri
yang sudah berpengalaman melakukan retreat meditasi dari berbagai metode
itu, tentu sudah melihat sendiri seperti itu. Apakah anda menganggap
mereka egois?? > Anda dapat membayangkan ada rekan kita yang sudah lebih
dari 2,5 tahun terus bermeditasi di Myanmar dimana tidurnya saja cuma
sekitar 3 jam/hari. > Saya sendiri kagum akan apa yang telah mereka
lakukan dimana saya sendiri juga belum mampu untuk melakukannya, merupakan
suatu kebahagiaan tersendiri melihat ada yang bisa seperti itu. >
> Jangan-jangan mereka berfikir bila satu orang sudah
tenang berarti > melenyapkan satu masalah yang muncul
dari satu orang, memangnya orang > yang tinggal dalam
meditasi itu orang yang suka bikin masalah yah????? >
(biasanya ada salah satu bhikkhu yang terus menerus menekankan hal
> ini padahal dia sendiri tidak mengerti apa yang ia
lakukan) > Kalau saya sich tidak pernah ada kepikiran muncul asumsi
seperti itu yach, he..he..he. > Coba anda khan sering mengikuti
retreat meditasi seperti yang anda katakan sebelumnya, kalau boleh saya
ingin bertanya kenapa hal itu anda lakukan??Untuk apa???Apakah memang anda
suka bikin masalah sehingga bisa kesimpulan seperti itu?? > Nah
setelah anda keluar dari retreat anda, apakah anda sudah merasa lebih baik
daripada yang masih tinggal di tempat retreat tersebut??? >
> Apa tidak mungkin mereka juga salah mengira, menganggap
meditasi > adalah jalan untuk melarikan diri dari masalah
hidup?????? > Lain dengan Siddharta Gautama sang pangeran,
beliau pergi untuk > mencari penyelesaian dari masalah
bukan untuk melarikan diri, karena > tidak ada yang
mengajarkan beliau. Setelah memperoleh penyelesaian, >
beliau kembali ke masyarakat (apakah obat yang Beliau peroleh adalah
> cara untuk melarikan diri dari masyarakat?). >
Sekali lagi kalo saya sich tidak berani mengira seperti itu, lebih baik
anda tanyakan ke orang tersebut secara langsung. Jadi khan anda tau apa
yang dipikiran mereka. > Mungkin saja yang anda temui itu memang
melarikan diri dari masalah hidup, he..he.he. > Apakah menurut anda,
Sang Buddha ketika telah mencapai kesempurnaan, tidak mengajarkan meditasi
kepada para muridnya. > Sekarang beliau sudah tidak ada, bukankah para
bhikkhu merupakan salah satu bagian dari yang meneruskan Buddha Dhamma,
termasuk mengajarkan meditasi?? > Bukankah beliau mengajarkan para
bhikkhu untuk menjadi pertapa yang baik?? > Jadi apa sebenarnya yang
meragukan anda?? > Bagaimanakah kehidupan yang menurut anda tidak
melarikan diri dari masyarakat?? > > Meditasi
sambil membantu tengah masyarakat memang sulit, tapi contoh
> saja seperti menjalankan sila, kalau tidak ada kesempatan
untuk > melanggar bagaimana kita tahu kalau kita
benar-benar menjalankan sila? > Kalau saya sich merasa kita tidak
perlu melanggar sila dulu, baru tau gimana caranya menjalankan sila.
Secara teori saja kita yach sudah tau, misalnya sila yang kesatu melarang
kita membunuh, yach kita kagak perlu ngebunuh dulu baru tau gimana caranya
menjalankan sila. Apakah begitu?? > > Mana yang
lebih sulit dan lebih keras sih, meditasi di hutan rimba
> yang dipenuhi flora dan fauna, yang sunyi sepi atau
meditasi di hutan > beton yang dipenuhi segala macam
penyakit sosial dan mahluk yang > lebih buas daripada
singa, lebih menyeramkan daripada iblis yaitu > manusia,
anda, saya, dan semua orang. > Nah jika anda telah bisa bermeditasi di
"hutan beton" seperti yang anda bilang, saya sendiri sangat kagum karena
misalnya untuk saya sendiri perlu ketenangan untuk berlatih meditasi tahap
permulaan seperti saya ini. Tidak seperti anda yang memang telah beberapa
kali retreat dengan berbagai macam metode. > Lalu apakah menurut
anda, sejak pertama anda sudah bisa langsung untuk bermeditasi dengan baik
di "hutan beton"??Apakah latihan meditasi yang dulu anda pernah lakukan
itu sama sekali tidak membawa pengaruh terhadap meditasi anda sekarang
ini??Kenapa anda dulu melakukannya?? > >
Bagaimana saudara Cang le, masih mau ke myanmar, cuma 5 juta rupiah
> lewat darat pake perahu kayu dari singapura, asal jangan
kena Tsunami > aja...he..he..he... > Wahh pak,
buat saya merupakan karma baik yang sangat besar jika saya bisa meditasi
di Myanmar. Kebetulan saya sudah ke beberapa vihara hutan di Thailand yang
sangat saya kagumi. > Ada seorang bhikkhu yang bermeditasi di hutan
selama dua minggu tanpa turun ke Dhammasala. Begitu beliau turun, para
bhikkhu yang lain juga sangat menghormatinya dan langsung menyambutnya
dengan rasa gembira. > Mereka menyambut dengan gembira bukan karena
mereka men "dewa"kan beliau, tapi karena mereka sendiri juga belum mampu
bermeditasi seperti beliau. > Para Bhikkhu tinggal di vihara hutan
yang malamnya tidak ada lampu dan mereka pindapatta dengan berjalan jauh
ke desa sekitarnya. > Nah saya yakin di Myanmar, Laos, dll juga seperti
itu dan merupakan karma baik yang sangat besar jika saya dapat
mengunjunginya, bahkan jika bisa bermeditasi disana. > >
Vajradeva (Orang suetressss) > Wah Pak, jangan
suetressss........biasanya kalo orang suetresss bisa jadi ngaco
tuch. > > Mettacittena, > Cang Le
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
| Would you give Hope to a Child in need? |
| |
![]() |
|
|
| |
|
|
![]() |
Yahoo! Groups Links
|