Bro & Sis,
 
Saya sangat setuju sekali dengan ide dari Sdri. Jenti.
 
dan mungkin ini ide yang sangat membumi sekali jadi saya rasa tidak ada yang perlu tersinggung bukan....
 
Hanya kita perlu pikirkan mekanisme kerjanya saja dan apakah pembukaan rekening khusus dengan nama pribadi bisa dilakukan.....
 
Sekalian saya ingin menyampaikan berita tentang Adik Kita Anggreien Extefen...
 
Kemarin saya menghubungi ayah dari adik kita ini, dan kondisi dari adik ini sudah lebih membaik hanya tinggal perawatan rutin saja.....dan sisa tagihan per 22 Maret 2005 masih tertunggak kurang lebih sebesar 5 jutaan..... dan saat ini adik kita sudah ada di Kamar 5118 RS PIK
 
Untuk biaya 5 jutaan ini untuk sementara sudah dapat dicover oleh bantuan dari Majelis Buddhayana Indonesia lewat lembaga Mitra nya....
 
Yang sangat dipikirkan oleh kami adalah biaya rawat jalan dan biaya pemulihan Adik kita (terapi stroke) hingga normal kembali seperti sediakala.....
 
Demikian sekilas info dan sekali lagi saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk membantu biaya adik kita ini.....
 
salam
 
gempal
-----Original Message-----
From: Jen [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, March 22, 2005 10:26 PM
To: [email protected]
Subject: [Dharmajala] Dana Kemanusiaan Dharmajala

Idealnya memang kita punya dompet kemanusiaan yang bisa digunakan untuk membantu kasus-kasus seperti Anggraiyen, sehingga bila diperlukan ada dana yang stand by. Melihat umat Kristen yang rela menyisihkan 10% dari gajinya untuk membantu gerejanya, kenapa Buddhis tidak melakukan hal serupa? Mungkin tidak 10%, even 1% juga boleh. Imagine kalau pendapatan rata-rata tiap anggota adalah 5 juta/bulan, 1% nya Rp 50,000,- and total anggota milis Dharmajala adalah 411 (as per data yang ada di yahoogroups), jumlah yang akan terkumpul per bulan adalah Rp 20,550,000,-.
Bayangkan!!! Dengan Rp 50,000,- sebulan saja, kita bisa mengumpulkan Rp 20 juta lebih, apalagi kalau ada yang rela menyumbangkan Rp 200,000 per bulan, bisa terkumpul Rp 80 juta lebih, cukup untuk membayar uang operasi Anggraiyen tanpa perlu bersusah payah menggalang dana dari sana sini, cukup dengan kedermawanan para anggota milis Dharmajala.

Uang ini bisa digunakan untuk kegiatan kemanusiaan Dharmajala. Kalau mengikuti konsep Dharmajala yang Socially Engaged Buddhism, kita memang harus saling tolong menolong. Kalau yang tidak punya waktu, sumbanglah dalam bentuk materi. Kalau yang tidak punya materi, sumbangkanlah yang paling berharga, tenaga dan waktu anda.

Saya jadi teringat teman kita, Goh Kheng Hi, yang menjadi korban tsunami di Aceh. Beliau sangat dermawan sekali, kalau lagi cari dana dan menjalani jalan buntu, Ahi paling mudah dimintai bantuan. Tinggal SMS dan danapun di transfer. Dan saya yakin masih banyak Goh Kheng Hi yang lain yang luhur budinya.

Mengikut cara Tzu Chi, tiap anggota yang ingin menjadi donatur didata, berapa nilai rupiah yang akan mereka transfer per bulan. Tzu Chi lebih prefer yang bisa commit berdana tiap bulan karena mereka bisa proyeksikan biaya yang akan masuk, daripada yang berdana sekali-sekali tetapi langsung lump sum. But of course, dana berapapun akan mereka terima.

Mungkin moderator dharmajala bisa koordinasi dana atau melalui rekening Dharmajala saja? Tulisan ini hanya akan berbentuk sebuah ide, kecuali bila kita semua setuju untuk melaksanakannya. 
Bila saya salah dan menyinggung perasaan saudara-saudara karena menuliskan hal ini, saya minta maaf.


Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke