Dear Bro Giri dan Bro Eddy,

Sekuntum teratai untuk anda, para calon Buddha.

Saya sependapat bahwa diskusi ini perlu diakhiri sampai di sini. Masih banyak hal mendesak dan hal penting lainnya yang perlu segera kita tangani bersama.
 
Bro Eddy betul, Bro Giri adalah teman saya, tapi jangan lupa, anda juga adalah sahabat saya. Sahabat yang saya kenal sejak di airport Sukarno Hatta sebelum kita berangkat bareng ke Thailand, duduk bersebelahan di pesawat. Sama-sama di jemput Anne di airport Donmuang, Thailand. Naik taksi bareng-bareng. Hahaha. Nginep bareng-bareng di kantor Ajahn Sulak, sebelum paginya kita sama-sama makan bubur,terus berkenalan dengan Sun, suami Anne, dengan Chanmab dari Kamboja dstnya. Sampai saat ini, saya sering tersenyum sendiri saat mengingat kenangan manis yang telah kita alami bersama. Memang, kita semua adalah kawan. 
 
Seluruh anggota milis ini pun adalah sahabat kita. Bahkan mereka yang ada di luar  milis ini pun adalah sahabat kita. Hanya saja, batin kita memang belum sampai ke tataran itu. Khususnya batin saya.

Sebelum kita akhiri diskusi ini dengan menyimak puisi berikut karya Y.A. Maha Biksu Thich Nhat Hanh yang sangat indah dan mendalam ini, mari kita sama-sama:
 
Nafas masuk, ku tenangkan tubuhku.
Nafas keluar, aku tersenyum.
             
Puisi yang mengajak kita untuk melihat kesalingtergantungan kita ini berjudul

 

Harap Panggillah Aku dengan Nama-Nama Sejatiku

Oleh Y.A. Maha Biksu Thich Nhat Hanh

 

Jangan katakan esok aku akan pergi

karena bahkan hari ini pun aku masih tiba.

Melihat secara mendalam: aku tiba setiap detik

menjadi kuncup bunga di dahan musim semi,

menjadi burung kecil, dengan sayap yang masih lemah,

yang sedang belajar bernyanyi di sarangku yang baru,

menjadi seekor ulat di jantung bunga,

menjadi permata yang menyembunyikan diri di dalam batu.

 

Aku masih tiba, �tuk tertawa dan �tuk menangis, 

�tuk merasa takut dan �tuk berharap,

irama jantungku adalah kelahiran dan kematian

segala sesuatu yang hidup.

 

Aku adalah seekor serangga

yang sedang bermetamorfosa di atas permukaan sungai,

dan aku adalah burung  yang ketika musim semi tiba,

datang tepat waktu untuk menyantap serangga itu. 

 

Aku adalah seekor katak yang tengah berenang dengan riang

di dalam kolam berair bening.

dan aku juga adalah seekor ular hijau,

yang mendekat dalam hening,

dan melahap katak itu.

 

Aku adalah seorang bocah kurus kering  di Uganda

kedua kakiku sekurus batang bambu,

dan aku adalah penjual senjata,

yang menjual senjata mematikan ke Uganda.

 

Aku adalah gadis berusia dua belas tahun,

pengungsi di sebuah perahu kecil,

yang menghempaskan diri ke dalam samudra

usai diperkosa bajak laut,

dan akulah si bajak laut, hatiku belum mampu

melihat dan mengasihi.

 

Aku adalah seorang anggota politbiro,

dengan laksaan kuasa di tanganku,   

dan akulah orang yang harus membayar

�hutang darah�ku pada bangsaku,

yang mati secara perlahan di kamp kerja paksa.

 

Suka citaku bak musim semi, begitu hangat sehingga

membuat bunga-bunga bermekaran di segala lapisan kehidupan.

Duka citaku bagaikan sungai air mata, begitu penuh

hingga memenuhi empat samudra.

 

Harap Panggillah aku dengan nama-nama sejatiku,

agar mampu serentak kudengar seluruh jerit tangis dan gelak tawaku

agar mampu kulihat suka dan dukaku sesungguhnya adalah satu.

 

Harap Panggillah aku dengan nama-nama sejatiku,

agar aku dapat terjaga bangun,

dan membiarkan pintu hatiku terbuka,

pintu kasih sayang.

 
Mari  akhiri diskusi dan segera melakukan hal yang lebih bermanfaat dan penting. Mari kita bergandeng tangan, bahu membahu melakukan Transformasi Diri Transformasi Sosial dan Pelestarian Lingkungan Hidup.
 
 
Anumodana
 
Be Mindfull
 
Salam Perjuangan
 
JL
 
--- In [email protected], "Giri" <[EMAIL PROTECTED]...> wrote:
> Hahahaha...
>
> siapa tidak kenal JL. Dia selalu  mengirim artikel2 ke milis2. Bila anda
> tanya di sini, tentang Jimmy Lominto, tentu yang aktif di milis pada tahu.
>
> Kalau tidak ada nilainya, gak usah berdiskusi. Delete aja langsung.
> Kalau tidur sekamar waktu di Thailand masa gak mau sih nyebutin di artikel
> anda?
>
> Hahahahahaha......
>
> Yah... saya rasa cukup sampai di sini.
>
>
> :)
> peace
>
>
> Giri
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Eddy Setiawan <[EMAIL PROTECTED]...>
>
>
> >
> >
> > Salam Pembebasan,
> > iya, anda juga tahu karena anda dan jl khan teman
> > malah udah pinjem buku segala, Lalu? saya jadi bingung
> > sebenarnya apa sih mau anda ini, saya semakin merasa
> > diskusi ini gak ada nilainya lagi,...kok ngributin
> > sesuatu yang kurang manfaatnya. Lagian saya jadi
> > anggota milis ini baru beberapa bulan ini dan saya
> > ingin diskusi yang ada manfaatnya buat semua anggota.
> >
> > Mengenai kata adik disini saya rasa wajar aja, karena
> > memang saya lebih muda 10 tahun. Saya gak merasa tuh
> > dengan adanya artikel itu nama saya jadi besar.
> > Diskusi tentang ini saya rasa cukup.
> >
> > Mohon maaf juga pada semua anggota milis yang merasa
> > terganggu dengan diskusi ini, karena sepertinya
> > lingkupnya sangat sempit.
> >
> >
> > Appamadena Sampadetha,
> > Eddy S.
 


Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke