Dear Mr. King Hian and all Members,

Anda mungkin dapat hal-hal ini tidak dari sumber satu 
School/strain/sekte yang berada di Indonesia, yang saya merasa gak 
enak kalo disebutkan namanya.

Saya rasa Anda memiliki fasilitas internet di rumah atau kantor, 
sedangkan saya seperti orang yang baru turun gunung, yang sejak kecil 
berlatih, belajar tapi tidak memiliki fasilitas itu.

Pertama kali saya bersentuhan dengan ajaran Buddha itu dengan Sekte 
itu, saya dididik hanya intelektual, satu arah, tidak terbuka, hingga 
memiliki pandangan hanya sekte ini yang sempurna dan mengakibatkan 
pikiran saya terbentuk itu menganggap hanya dari sekte ini yang dapat 
menjadi suci, KARENA MEREKA MENJALANKAN SILA YANG LEBIH HATI-HATI.

So anda pasti terkejut melihat orang seperti saya. Sebenarnya orang 
yang seperti saya itu banyak sekali, mungkin mereka tidak memiliki 
fasilitas untuk mengakses, keberadaan kebenaran dari luar (terutama 
luar negri).

Harapan saya anda bisa bantu saya untuk mengabarkan kenyataan ini 
mungkin di milis lain karena saya bingung untuk memforward, untung 
kemarin ada teman yg bantu saya.

Semoga anda berbahagia




Vajradeva

--- In [email protected], King Hian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sdr. Vajradeva,
>  
> Saya agak bingung dengan pernyataan Anda 'kalau di Indonesia ...'. 
Saya tinggal di Indonesia, tetapi saya tidak diajarkan seperti yang 
Anda katakan.
>  
> Mengenai nama2 yang saya sebutkan, Anda bisa mengoogle dan akan 
menemukan banyak tulisan/artikel tentang mereka.
> Berikut adalah sedikit penjelasan tentang mereka:
> 1. Thich Nath Hahn: seorang bhikshu Chan (Zen) dari Vietnam, 
beliaulah yang pertama kali menggunakan istilah SEB. Tulisan2 tentang 
beliau sering dimuat di milis ini.
> 2. Sulak Sivaraksa: pemimpin INEB (International Network of Engaged 
Buddhists) dari Thailand. INEB ini mengadakan pelatihan SEB, yang 
terakhir, diikuti oleh peserta dari Hikmahbudhi dan Ekayana.
> 3. Chengyen Fashi (Pinyin: Zhengyan Fashi): bhikshuni dari Taiwan. 
Pemimpin gerakan Tzuchi (Pinyin: Ciqi) yang bergerak dalam kegiatan 
sosial, tanpa membedakan ras, suku, dan agama.
> 4. HH Dalai Lama: pemimpin spritual tertinggi dari Tibetan 
Buddhism. Beliau mendapatkan hadiah nobel perdamaian pada tahun 1989.
> 5. Ariyaratne: pemimpin pergerakan Sarvodaya Shramadana. Organisasi 
terbesar di Sri Lanka. Tulisan tentang beliau pernah dimuat di milis 
ini tanggal 4 Februari.
> 6. Daisaku Ikeda: pempimpin (SGI) Soka Gakkai International. Soka 
Gakkai termasuk sekte2 Nichiren yang sering dipandang sebelah mata 
oleh sekte2 lain. Kenyataannya Daisaku Ikeda banyak menulis buku 
Buddhis yang bermutu, salah satunya adalah 'Choose Life', dialognya 
dengan Arnold Toynbee. 
>  
> mettacittena,
> KH
> 
> Deva <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saudara King Hian sepertinya kalau di Indonesia kami diajarkan cuma 
bhikkhu-bhikkhu T yang handal dalam hidup sederhana, ahli dalam 
meditasi, dan vinaya yang ketat.
> 
> Tapi kalo dilihat dari cuma sederet nama itu tidak jaminan, kita, 
saya pribadi perlu bukti-ti-ti-ti. 
> 
> coba beri ulasan yang lengkap dong jangan cuma ngasih nama doang 
seperti yang lain, bagaimana cara mereka hidup,apa yang dijalankan, 
kelebihan apa yang mereka miliki???????????????????
> 
> Tapi thengkyu juga atas infonya itu 
> 
> 
> Vajradeva, Orang SKEPTIS
> 
> --- In [email protected], King Hian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Sdr. Vajradeva,
> > Pemikiran yang membeda-bedakan T dan M seharusnya sudah jauh 
> ditinggalkan. Karena masalah yang kita hadapi sebenarnya jauh lebih 
> besar daripada dikotomi T dan M.
> > Selama ini banyak umat Buddha yang berbicara tentang keunggulan 
> Buddha Dharma, tentang cinta kasih universal, tentang 
harapan 'semoga 
> semua mahluk berbahagia', dll. Tetapi semuanya itu jauh tinggi di 
> awang2, kita hanya jago teori yang praktiknya jauh tertinggal.
> > Salah satu yang dicoba dirintis di milis ini adalah belajar dan 
> mempraktikkan Socially Engaged Buddhism, belajar menjadi umat 
Buddha 
> yang 'menginjak bumi', tanpa membeda-bedakan T dan M.
> > Setahu saya, tokoh2 Buddhis yang mengusung konsep SEB pun terdiri 
> dari berbagai kalangan, antara lain: Thich Nath Hahn, Sulak 
> Sivaraksa, Zhengyan Fashi, HH Dalai Lama, Ariyaratne, Daisaku Ikeda.
> >  
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Make Yahoo! your home page








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke