Hidup Bersama secara Harmonis

Y.A. Maha Biksu Thich Nhat Hanh

Diterjemahkan oleh: Kurniawati dan diedit oleh: Jimmy Lominto

 

(bag 6)

Anak-anak telah mengatakan yang sebenarnya: alasan ayah dan ibu saling membuat diri masing-masing menderita adalah karena mereka tidak saling memahami, mereka tidak tahu bagaimana saling mendengarkan secara mendalam. Mereka tidak punya kapasitas untuk menggunakan cara bicara yang penuh cinta kasih. Ayah dan ibu tidak tahu, sementara mereka sedang membuat diri masing-masing menderita, mereka juga membuat anak-anak mereka menderita. Dan siapakah anak-anak mereka? Anak-anak mereka adalah kelanjutan mereka sendiri. Dengan kata lain, anak-anak kita adalah diri kita sendiri. Ketika kita membuat diri kita menderita, saat kita membuat suami atau istri kita menderita, kita juga membuat anak-anak kita menderita. Anak-anak kita juga akan membuat cucu-cucu kita menderita, karena kita belum punya kapasitas untuk ditunjukkan pada anak-anak kita seni menciptakan kebahagiaan atau seni membuat pasangan kita bahagia. Dan bagaimana bisa anak-anak kita belajar hal itu, jika mereka tidak dapat belajar dari kita? Jika mereka tidak belajar hal itu, mereka akan tumbuh besar dan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama seperti yang sudah kita lakukan, dan lingkaran Samsara ini akan terus berlanjut  dalam diri anak-anak kita; dan derita kita akan diturunkan kepada anak-anak kita, lalu derita anak-anak kita akan diturunkan kepada cucu-cucu kita, dan lingkaran Samsara ini tidak akan pernah berakhir. Kita harus akhiri lingkaran ini dengan metode mendengarkan secara mendalam dan menggunakan cara bicara yang penuh cinta kasih. Menggunakan cara bicara yang penuh cinta kasih dan mendengarkan secara mendalam akan membangun komunikasi dan ketika ada komunikasi dan pengertian antarkita, maka kebahagiaan pun akan hadir di sana. 

Mungkin dulu Ibu dan Ayah bisa saling tersenyum: di momen itu ketika mereka pertama kali berkenalan, ketika mereka pertama kali jatuh cinta, mereka tidak tahu orang ini akan hidup bersama dengannya sepanjang hidup mereka. Jadi, ketika sepasang kekasih dalam cara yang sangat dangkal mengambil keputusan untuk hidup bersama seumur hidup mereka dan hiduplah bersama kedua tubuh ini, tapi batin mereka tidak harmonis, tidak ada komunikasi, tidak ada pengertian, tidak ada saling berbagi hal-hal yang mendalam dalam batin mereka, maka, tidak ada komunikasi. Jika kita masih muda, kita tahu dulu ayah dan ibu kita pun pernah muda dan di momen-momen itu ketika mereka pertama kali bersetubuh, saat mereka belum saling berbagi hal-hal yang mendalam dalam hati mereka, maka mereka telah melakukan kesalahan. Itulah awal dari derita sepanjang hidup mereka. Dan sebagai anak-anak, saat kita melihat derita itu, kita teruskan derita itu, dan jika kita tidak trampil, jika kita tidak cerdas, kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan ayah dan ibu kita, terutama pada saat kita terikat dan jatuh cinta, dan kita berkomitmen untuk hidup bersama dengan orang itu. Kita tidak ingin melakukan apa yang telah dilakukan ayah ibu kita, tapi pada akhirnya kita akan melakukan apa yang telah dilakukan ayah ibu kita. Kita akan buat pasangan kita menderita dan kita akan melahirkan anak-anak yang akan menderita juga, itulah yang disebut Samsara.(bersambung)

 

==============================================================

Bagi saudara-saudari seDharma yang tertarik untuk Belajar, Berlatih, dan Berbagi Hidup Berkesadaran serta mengembangkan Socially Engaged Buddhism* (SEB) di Indonesia silahkan bergabung dengan kami di Milis Dharmajala. 

*Agama Buddha yang terjun aktif ke dalam segala aspek kehidupan manusia  seperti urusan sosial kemasyarakatan, budaya, ekonomi, politik,  perlindungan lingkungan hidup�dsbnya tapi yang dilakukan secara PENUH KESADARAN atau dengan PERHATIAN PENUH.

Silahkan kunjungi:       
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
 

Untuk bergabung, kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]
 

 

Dharmajala bertujuan untuk:

Menyingkap Tabir Ketidaktahuan
Membongkar Sekat Ketidakpedulian
Menganyam Tali Persahabatan
Merajut Jaring Persaudaraan
Saling Asah, Asih, dan Asuh dalam Semangat Sanggha
Aktif Mengupayakan Transformasi Diri Transformasi Sosial
Melalui Hidup Berkesadaran

=========================================================

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
� Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
� Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke