|
PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI KEMATIAN DAN MENOLONG ORANG YANG
HAMPIR MENINGGAL Sebuah Perspektif Buddhis
tentang Kematian Oleh: Ven.
Sangye Khadro Diterjemahkan oleh: Andy
Wijaya Mengenali
tahap-tahap dari proses kematian
Salah satu alasan mengapa orang-orang cenderung menjadi takut terhadap
kematian ialah mereka tidak tahu apa yang akan mereka alami . Di dalam tradisi
Buddhis
Ini adalah saat dimana seseorang secara klinis dinyatakan mati.
Elemen-elemen fisik yang besar telah tercerai berai secara keseluruhan, nafas
telah berhenti, dan sudah tidak ada lagi gerakan di dalam otak atau sistem
sirkulasi. Bagaimanapun juga, menurut Buddhisme, kematian belum terjadi karena
pikiran atau kesadaran masih ada di dalam jasad fisik.
Akhirnya, pada tahap kedelapan, visi kegelapan lenyap dan pikiran yang
sangat halus yang berupa cahaya terang menjadi nyata. Ini adalah level pikiran
kita yang paling halus dan paling murni, atau kesadaran.
Ini sekadar keterangan singkat mengenai delapan tahap. Keterangan yang
lebih mendetail dapat ditemukan di dalam beberapa buku (lihat daftar bacaan yang
disarankan), seperti: The Tibetan Book of the Dead.
Karena
kita secara alami lebih takut terhadap apa yang belum kita kenal, maka
pengenalan terhadap tahap-tahap dari proses kematian akan membantu menghilangkan
sebagian ketakutan kita terhadap kematian. Dan jika kita mampu berlatih meditasi
dengan bersimulasi pada proses kematian dan membangkitkan cahaya batin yang
cemerlang, sebagaimana yang disajikan di dalam tradisi Vajrayana
Hal-hal di atas hanya sebagian kecil dari latihan-latihan spiritual yang
disarankan, yang dapat kita pelajari dan latih sendiri sepanjang kehidupan kita,
yang akan membantu kita menjadi lebih siap untuk menghadapi kematian.
Bagaimanapun juga, ada banyak metode yang lain, yang kiranya cocok untuk
orang-orang yang memiliki temperamen berbeda-beda. Untuk memilih metode yang
tepat untuk kita, kita dapat menggunakan intuisi dan kebijaksanaan kita, atau
berkonsultasi dengan guru spiritual yang dipercaya.
Sekarang marilah kita melihat apa yang dapat kita lakukan untuk membantu
orang lain yang sedang menghadapi kematian. Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
| ||||||||||||||||||||||||
