PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI KEMATIAN

DAN MENOLONG ORANG YANG HAMPIR MENINGGAL

Sebuah Perspektif Buddhis tentang Kematian

 

Oleh:

Ven. Sangye Khadro

 

Diterjemahkan oleh:

Andy Wijaya

 

 

Mengenali tahap-tahap dari proses kematian

 

            Salah satu alasan mengapa orang-orang cenderung menjadi takut terhadap kematian ialah mereka tidak tahu apa yang akan mereka alami . Di dalam tradisi Buddhis Tibet ada keterangan yang jelas dan mendetail mengenai proses kematian, yang meliputi delapan tahap. Kedelapan tahap itu berhubungan dengan pencerai-beraian berbagai faktor secara berangsur-angsur, seperti empat elemen: tanah, air, api, dan udara. Jika mereka melewati kedelapan tahap itu, akan muncul berbagai tanda internal dan eksternal. Empat elemen tercerai berai pada empat tahap yang pertama. Pada tahap pertama, elemen tanah mulai terpisah, dan kelihatan dari tanda luar yaitu: tubuh seseorang menjadi lebih kurus dan lebih lemah, dan secara internal orang itu melihat berbagai ilusi. Pada tahap kedua, unsur air mulai terpisah; dengan tanda eksternal: tubuh mengering, dan secara internal orang tersebut melihat asap. Elemen api mulai terpisah pada tahap ketiga, dengan tanda eksternal: pendengaran dan kemampuan mencerna mengalami penurunan, dan secara internal orang tersebut memiliki suatu penglihatan terhadap tanda-tanda. Pada tahap keempat, angin atau udara terpisah, dengan tanda eksternalnya: nafas berhenti, dan secara internal: orang itu melihat sebuah bara api yang hampir menyala.

            Ini adalah saat dimana seseorang secara klinis dinyatakan mati. Elemen-elemen fisik yang besar telah tercerai berai secara keseluruhan, nafas telah berhenti, dan sudah tidak ada lagi gerakan di dalam otak atau sistem sirkulasi. Bagaimanapun juga, menurut Buddhisme, kematian belum terjadi karena pikiran atau kesadaran masih ada di dalam jasad fisik.

            Ada beberapa tingkat pikiran: kasar, halus, dan sangat halus. Pikiran atau kesadaran kasar terdiri dari: enam kesadaran indra kita dan delapan puluh konsepsi instinktif. Yang pertama terpisah pada empat tahap yang pertama. Yang belakangan terpisah pada tahap kelima, mengikuti orang yang mendapat penglihatan tentang warna putih (visi putih). Pada tahap keenam, visi putih hilang dan visi merah muncul. Pada tahap ketujuh, visi merah lenyap dan visi kegelapan muncul. Visi-visi putih, merah, dan kegelapan merupakan level kesadaran yang halus.

            Akhirnya, pada tahap kedelapan, visi kegelapan lenyap dan pikiran yang sangat halus yang berupa cahaya terang menjadi nyata. Ini adalah level pikiran kita yang paling halus dan paling murni, atau kesadaran. Para meditator yang mengalaminya mampu memanfaatkan cahaya terang dari pikiran ini untuk bermeditasi dan merealisasi kebenaran absolut, bahkan mencapai pencerahan. Itulah sebabnya para meditator seperti itu tidak takut menghadapi kematian, bahkan kelihatan berani menghadapi kematian seolah-olah akan pergi untuk berlibur.

            Ini sekadar keterangan singkat mengenai delapan tahap. Keterangan yang lebih mendetail dapat ditemukan di dalam beberapa buku (lihat daftar bacaan yang disarankan), seperti: The Tibetan Book of the Dead.

Karena kita secara alami lebih takut terhadap apa yang belum kita kenal, maka pengenalan terhadap tahap-tahap dari proses kematian akan membantu menghilangkan sebagian ketakutan kita terhadap kematian. Dan jika kita mampu berlatih meditasi dengan bersimulasi pada proses kematian dan membangkitkan cahaya batin yang cemerlang, sebagaimana yang disajikan di dalam tradisi Vajrayana Tibet, mungkin kita bahkan mampu mencapai realisasi-realisasi ketika kita mati.

 

            Hal-hal di atas hanya sebagian kecil dari latihan-latihan spiritual yang disarankan, yang dapat kita pelajari dan latih sendiri sepanjang kehidupan kita, yang akan membantu kita menjadi lebih siap untuk menghadapi kematian. Bagaimanapun juga, ada banyak metode yang lain, yang kiranya cocok untuk orang-orang yang memiliki temperamen berbeda-beda. Untuk memilih metode yang tepat untuk kita, kita dapat menggunakan intuisi dan kebijaksanaan kita, atau berkonsultasi dengan guru spiritual yang dipercaya.

 

            Sekarang marilah kita melihat apa yang dapat kita lakukan untuk membantu orang lain yang sedang menghadapi kematian.

 



Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke