punten,

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang....
Aduh-aduh si akang, baru ditinggal babaraha poe langsung hiber ka 
awang-awang, ngadiskusikeun nu kos kieu mah saeutik manfaatna atuh.

Coba lamun ngadiskusikeun masalah sapopoe eta nu ngarana Buddhist, 
lagian ieu mah lain ciri-ciri Buddhist, ciri-ciri Buddhist mah jelema 
anu hirupna geus aya di dieu jeung di wanci ieu, trus teu nafsu ka na 
karesep, teu benci ka na nu goreng, teu sarakah ka na banda, kitu 
hungkul

jig pikirkeun,


The Chengceremet x Sundanese Buddhist

--- In [email protected], "Deva" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Dear all,
> 
> Saya mau menambahkan sedikit tentang tiga karakteristik yang ada di 
> dunia ini
> 
> Anicca, artinya tidak kekal, selalu berubah dan satu lagi TIDAK 
DAPAT 
> DIPASTIKAN = UNPREDICTABLE mungkin lebih cocok.
> 
> Dukkha, artinya Penderitaan (tapi ini kurang tepat) bisa juga 
> dikatakan sebagai beban atau masalah.
> 
> Anatta, artinya tanpa ego, perubahan yang tak dapat diperkirakan 
> hanya akan menimbulkan masalah bila dianggap aku (ego) yang 
mengatur 
> segalanya.
> 
> Contoh kerja, apakah karena aku bekerja baru menerima gaji 10 jt, 
> ataukah karena boss menganggap aku pantas menerima gaji 10 jt????
> 
> Pikir deh tuh
> 
> 
> 
> Vajradeva orang Buddhisttt
> 
> --- In [email protected], Surjandy Sadeli <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > Namo Buddhaya,
> >  
> > Sepengetahuan saya Anatta adalah salah satu dari "Tilakkhana" 
> (Anicca - Dukkha - Anatta) yang diajarkan oleh Sang Buddha.
> >  
> > Anicca : Segala sesuatu yang berbentuk atau sedang berproses 
adalah 
> tidak kekal.
> >  
> > Dukkha : Akibat ketidak tahuan kita terhadap Anicca, kita masih 
> melekat pada kesenangan
> >                (berusaha untuk mengulang, bahkan menambah) atau 
> melekat pada kesedihan /
> >                kebencian (ingin melupakan atau bahkan mengingat) -
-
> > Timbulah Derita (Dukkha)
> >                Ketamakan atas nafsu kesenangan (Lobha) dan 
> kebencian yang mendalam (Dosa)
> >                akan menimbulkan Dukkha yang berkepanjangan.
> >                
> > Anatta :  Kalau sudah terbebas dari kemelekatan (attachment), 
kita 
> tidak mempunyai ego
> >               lagi (egoless) --> kita terbebas dari penderitaan 
> karena An-Atta (tanpa diri yang 
> >               kekal)--> bisa mencapai Nibbana.
> >               ini adalah pencapaian tertinggi bagi umat Buddha.
> >  
> >  
> > Jadi kita mungkin kita harus memahami ketiganya untuk mencapai 
> level teringgi dari Buddhism.
> >  
> > Mudah-mudahan ini dapat membantu Anda, mohon maaf jika ada 
> kesalahan.
> >  
> >  
> > suryandi sadeli
> > [EMAIL PROTECTED]
> > [EMAIL PROTECTED]
> >  
> >  
> > 
> > Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Rekan kreshna dan anggota milis semua,
> >  
> > Namo Buddhaya, 
> >  
> > Sekuntum Teratai buat Anda, seorang calon Buddha.
> >  
> >  
> > kreshna amurwabumi nulis begini:
> > Adakah Ciri-ciri Budhis ?
> > 
> > Dalam milling  list beberapa waktu yang lalu terutama
> > waktu menyinggung soal pindah agama, ada yang
> > mengatakan bahwa dia tidak berkeberatan orang pindah
> > agama karena akan lebih berbahagia/tenang. Di
> > masyarakat kita juga sering mendengar pernyataan bahw
> > semua agama sama. Orang yang menganggap semua agama
> > sama biasanya tidak mengakui penafsiran resmi dari
> > masing-masing tokoh agama yang mewakili agama
> > tersebut. Mereka berpandangan tujuan agama itu sama
> > yaitu untuk memperbaiki manusia. Apakah kalau tujuan
> > sama itu otomatis sama?. Apakah dalam doktrin yang
> > satu dikatakan boleh membunuh mahluk lain sedangkan
> > yang satu tidak boleh membunuh mahluk lain bisa
> > dianggapa sama ?. Pertanyaan semacam ini tidak
> > terjawab karena mereka tidak pernah menerangkan 
> > dibagian apanya yang sama.
> > -------------------------------------
> >  
> > Wijaya merespon:
> >  
> >  
> > Konon persamaannya adalah "level tertinggi yg bisa dicapai 
umatnya 
> di masing masing agama --besar-- punya ciri-ciri yang sama, yaitu  
> LENYAPNYA EGOISME".
> >  
> > Karena ciri-ciri level tertinggi masing-masing agama sama, maka 
> perbedaan di level awal, sebaiknya tidak usah diributkan. Biarkan 
> masing-masing menjalankan methode awal yg memang beda. Toh akhirnya 
> ujung-ujungnya sama. Dari pandangan demikian, timbul saling 
> menghargai yg bukan dibuat-buat. Sehingga tidak ada perasaan 
> merendahkan satu sama lain.
> >  
> > Silahkan mereka yg punya pandangan tersebut menambahkan dan 
> meluruskan.
> >  
> >  
> > Sekedar kongkow-kongkow ya. Saya pikir ini berkaitan topiknya 
jadi 
> saya satukan saja.
> >  
> > Buddhisme ngajarin ANATTA. Terjemahannya yg baku apa, saya 
sendiri 
> bingung.
> > =Tidak ada aku yg kekal. (Apakah berarti ada, eksis 'atta/aku' yg 
> tidak kekal?)
> > =Tanpa Roh, Tanpa Inti, Tanpa Jiwa, Tanpa aku
> > =Bukan aku
> > =.....
> > Belum lagi ada yg nyebut psikologikal-etikal, betul-betul saya 
> keblinger tujuh keliling. So, ada ganjelan di pikiran, lanjut waktu 
> dipakai buat mencari-cari jawaban, pengertian yg masuk akal sendiri
> >  
> > So, sambil nyeruput neskape, muncul 'ilham', 'wahyu', 'nyana' 
> (dalam tanda kutip ^_^ ) :
> >  
> > Level tertinggi di Buddhisme adalah menembus realitas Anatta, 
> disebut mencapai Arahat atau Buddha. 
> >  
> > Kebahagiaan kita tergantung dari ketebalan atau ketipisan ego 
kita. 
> > 
> >    Makin tebal ego kita, makin menderita, frustasi, kecewalah 
kita. 
> >    Makin tipis ego kita, makin tipis pula penderitaan bathin --
> bukan fisik--, rasa frustasi, rasa kecewa kita. 
> >    Dan puncaknya, level tertinggi, kebahagiaan tertinggi yg bisa 
> kita capai adalah lenyapnya ego, keakuan kita secara tuntas tanpa 
> sisa. 
> >  
> > MUNGKIN Sang Buddha --menurut 'wahyu', jadi tanpa argumen, ayat 
> pendukung-- hendak mengajarkan bahwa kita bisa mencapai kehidupan 
> tanpa ego. Hidup tanpa ego adalah bisa direalisasikan.
> >  
> > Si 'aku' (atta/Pali) adalah yang berkata/berpikir,"Ini milikku, 
ini 
> aku, 
> > ini rohku (etam mama, eso hamasmi, eso me atta'ti)." <Buddha 
Gotama>
> > 
> > Fisik kita, pendapat kita, kebangsaan kita, ajaran agama kita 
> diindentikkan dengan aku. Maka bila ada yg menyinggung milik kita --
> hal-hal itu--, kita merasa diri kitalah yg disinggung.
> >  
> > Kata Sang Buddha, Dhamma berada sangat dekat.  Kok menterjemahkan 
> ANATTA aja kita kebanyakan --yg masih awam--  bingung. Apakah bisa 
> disederhanakan pemahaman ANATTA itu dengan 'wahyu', 'nyana' di 
atas? 
> Paling tidak, bisa membuat pikiran puas secara intelektual.
> >  
> >  
> > Karena renungan ini masih mentah, belum punya argumen pendukung--
> ayat-ayat Tipitaka--, mohon masukan dan koreksi. Tujuannya agar 
umat 
> bisa mudah memahami makna anatta secara intelektual. Sehingga 
> keinginan untuk bertanya kesana kesini, bisa dicut sampai di sini. 
> Sebab, kalau masih simpang siur, bingung, tentu jadi ganjelan, 
> pikiran akan mencari-cari jawaban.
> >  
> >  
> > Salam metta,
> > Wijaya
> >  
> >  
> > 
> > 
> > Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam 
> diri saya maupun di luar diri saya. 
> > 
> > Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
> > tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
> > serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
> > Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
> > latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
> > agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
> > sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
> > Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi 
penuh 
> welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi 
ataupun 
> sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu 
> sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa 
> syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
> > 
> > 
> > 
> > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> > Children InternationalWould you give Hope to a Child in need? 
> �Click Here to meet a Girl
> > And Give Her Hope�Click Here to meet a Boy
> > And Change His Life Learn More
> > 
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> >    To visit your group on the web, go to:
> > http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
> >   
> >    To unsubscribe from this group, send an email to:
> > [EMAIL PROTECTED]
> >   
> >    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
> Service. 
> > 
> > 
> >             
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> >  Make Yahoo! your home page








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke