Kompas, Jumat, 08 April 2005

Selamatkan Lahan Basah Kalsel

KALANGAN pemerhati lingkungan hidup mencatat berbagai bentuk kerusakan masif pada lahan basah kini memang sedang mengancam Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Perlu diingat, pada musim hujan antara hutan rawa dan gambut Kalsel dan Kalteng merupakan satu kesatuan yang dihubungkan oleh air yang menggenangi hutan.

Tonggak kerusakan ekologi dimulai dari pembukaan proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar di Kalteng yang mengakibatkan kerusakan hidrologi lahan rawa dan gambut tak terkira. Warga yang tinggal di rawa-rawa Kalsel merasakan betul dampak rusaknya ekologi di lahan eks-Pertanian Lahan Gambut Sejuta Hektar itu. Mereka yang dulu tak pernah mengenal banjir, kini rumahnya selalu tergenang.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel Berry Nahdian Forqan mengatakan, lahan basah sangat unik dan memiliki kepentingan ekologis yang luas, mulai tingkat lokal hingga global. Kebakaran hutan gambut di Kalteng dan Kalsel dipercaya ikut menyumbang emisi karbon ke atmosfer dan dampaknya bersifat global.

"Tiap tahun hutan rawa dan gambut terus terbakar, dan dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk pemulihan, semua terjadi karena dianggap sumber daya lahan basah itu tidak bernilai ekonomi," ujar Berry.

Padahal, hutan rawa-rawa dan gambut tersebut menjadi penyangga ekologi kawasan. Hancurnya rawa-rawa di Kalsel dan Kalteng terbukti telah mengakibatkan belantara Borneo tersebut menjadi langganan banjir, ini sesuatu yang ironis.

Lahan basah sebenarnya bisa diberdayakan secara produktif bagi ekonomi lokal, sumbangannya terhadap keanekaragaman hayati juga sangat signifikan. Ribuan jenis tanaman unik dan unggas khas yang bermigrasi biasanya singgah di kawasan lahan basah.

Kompas menyaksikan bagaimana kerbau-kerbau berinteraksi mesra dengan ratusan burung bangau putih yang sedang mencari kutu di tubuh kerbau. Simbiosis mutualisme antara kerbau dan burung bangau itu menjadi pemandangan sehari-hari dan tak pernah terusik oleh lingkungan sekitar.

Berry menegaskan, pemerintah harusnya memprioritaskan pelestarian lahan basah dengan cara menghentikan proses kehancuran dan segera mempertahankan kawasan yang tersisa. Konversi lahan rawa dan gambut menjadi sawah juga harus dihentikan.

Dikatakan pula, pemerintah sebaliknya harus mengembangkan pola-pola pemanfaatan lahan basah yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Selama ini arus utama konservasi telah menjauhkan masyarakat lokal dari sumber daya ekonomi tempatan dan terbukti tak berhasil menyelamatkan lingkungan.

Karena itu, harus ada pengakuan bagi masyarakat yang bersangkutan untuk sekaligus menjadi pelaku konservasi lahan basah. Pemanfaatan lahan rawa untuk peternakan sistem kalang, sistem sawah pasang surut, dan pemanfaatan transportasi, merupakan bentuk kearifan masyarakat lokal yang harus mendapatkan pengakuan. (AMR)


Do you Yahoo!?
Better first dates. More second dates. Yahoo! Personals

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
� Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
� Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke