Kalau untuk "intern" kan engga apa-apa toh, Dian?
 
Connie
 
----- Original Message -----
Sent: Monday, April 18, 2005 8:01 AM
Subject: Re: [Dharmajala] Peduli sosial

hahaha.....ada2 aja...
dengan sdr. michael bilang kalo "semua tidak pernah diexpose ke public" --> berarti secara gak sengaja sdr. michael sudah meng-expose kegiatan sosial yang buddhist lakukan melalui wadah milis ini. ya kan?? ;p hehe...
 
peace ^_^
-dian-

Michael suswanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kita hendaknya jangan asal klaim saja bahwa Buddhisme tidak bersosialisasi.
Coba cari tahu ke yayasan Buddha Tzu Chi di Jakarta dan lihat rumah susun
(berstandard apartemen) yang dibangun dibangun untuk korban gusuran kali
Angke di Jakarta. Rumah Susun itu ada di Cengkareng. Lihat dulu ke sana.
Tanyakan ke yayasan Tzu Chi, berapa ton beras yang disumbangkan tiap bulan
ke beberapa pesantren yang ada di pulau Jawa. Bisa-bisanya orang mengatakan
bahwa ajaran Buddha tidak sosial sedangkan saudara kita sesama muslim setiap
hari makan nasi dari beras sumbangan organisasi Buddhist. Juga kasus Tsunami
di Aceh; hari kedua setelah bencana, datang sumbangan dari Vihara Mahavira
Semarang, berupa tanah 10 hectar untuk bebas ditempati oleh korban Tsunami
di Aceh.

NB: Tetapi itu semua tidak pernah di expose ke public. Memang demikian
adanya dari dahulu. Sebetulnya kalangan monastik vihara itu juga sangat
sibuk mengenai masalah masyarakat.

_________________________________________________________________
Searching for that dream home? Try   http://ninemsn.realestate.com.au  for
all your property needs.



Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
� Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
� Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke