Dear all, 
Ada temen kita yang baru kembali dari tempat bencana alam, Ramli jadi 
tambah hitam, kalo Yuliana emang 'agak sawo matang' he..he..he..he..he
Mungkin nanti foto-fotonya menyusul..

Regard


Dananjaya

LAPORAN PERJALANAN RELAWAN POSKO BUDDHIS
(Yuliana dan Ramli)

HARI I
Sabtu, 2 April 2004

Tim relawan sampai di Sibolga pukul 04.00 WIB, setelah beristirahat, 
kami menuju Vihara Avalokitesvara Sibolga untuk survei kondisi posko 
MBI Sibolga saat ini. Berikut hasil survei yang kami peroleh:
1.      Transportasi Sibolga ke Nias atau sebaliknya masih terbatas 
sehingga pengungsi susah untuk ke Sibolga termasuk pengiriman barang 
ke Nias. 
2.      Pengungsi keturunan tionghoa yang datang kebanyakan punya 
keluarga di Sibolga atau Medan sehingga sampai hari ini posko MBI 
Sibolga masih belum ada pengungsi. 
3.      Pengungsi yang datang langsung dibawa ke rumah sakit 
pemerintah dan biayanya ditanggung oleh pemerintah setempat. 
4.      Relawan yang dibutuhkan di posko MBI Sibolga tidak terlalu 
banyak, paling hanya untuk administrasi dan logistik. 
5.      Relawan lebih dibutuhkan di Nias membantu distribusi makanan, 
memasak makanan dan pengobatan. 
6.      Tugas muda-mudi di Vihara Avalokitesvara Sibolga sampai saat 
ini menjemput dan mengantar pengungsi ke tempat tujuan mereka 
misalnya rumah sakit, ke rumah saudara di Sibolga atau Medan. 
7.      Posko MBI Sibolga bekerjasama dengan Posko Katolik untuk 
penyediaan makanan kepada pengungsi yang sekarang ada di rumah sakit. 
8.      Posko MBI Sibolga menggaji 10 orang relawan dan kemarin hari 
Jumat sudah berangkat ke Gunung Sitoli bersama Y.A. Kampiro 
Bhadrapala dan Sayale (samaneri) Ramsima. Tugas 10 orang ini adalah 
untuk membantu mengeluarkan jenazah yang masih tertimbun di 
reruntuhan rumah.

Kemudian pada malam hari, tim relawan berangkat menuju Gunung Sitoli, 
Nias dengan naik kapal SMJ pada pukul 21.30 dengan membawa makanan, 
minuman dan tenda.

HARI II
Minggu, 3 April 2004

Tim relawan tiba di Gunung Sitoli pada pukul 06.00. Di kapal, kami 
berkenalan dengan tim relawan FKPSM Medan, yang diketuai oleh saudara 
Erliyanto. Mereka membawa bantuan beras, minuman, mie instant, sabun 
cuci dan peti mati. Tim relawan lain yang kami temui di kapal adalah 
Tim Sai Baba Center. Sesampainya di pelabuhan, kami diwawancarai oleh 
TVRI, dimana ketiga tim bergabung. Wawancara diwakili oleh saudara 
Erliyanto. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Vihara Vimala 
Dharma.

Dalam perjalanan menuju vihara, kami mendapat informasi bahwa vihara 
menjadi tempat penampungan jenazah karena letaknya yang strategis di 
pusat kota sementara rumah duka yang ada sudah roboh. Pada saat kami 
tiba di vihara, jenazah yang ada di vihara tinggal 3 orang dan 
diletakkan di depan vihara tetapi kondisi di dalam vihara sangat 
kotor dan bau. Darah kering berceceran di mana-mana dan juga 
belatung. Lantai II vihara yang biasa digunakan untuk kebaktian kotor 
dengan tumpahan minyak dan debu. Sedangkan bangunan vihara sudah 
retak di dindingnya, tidak layak untuk digunakan karena bisa saja 
tiba-tiba roboh.

Kemudian kami membersihkan vihara dibantu oleh 10 relawan dari 
Sibolga kurang lebih 7 jam dari jam 09.00-17.00. Pada pukul 10.15 
terjadi gempa yang pertama kali kami rasakan di Nias, gempa ini cukup 
kuat dan lama sehingga orang-orang berhamburan keluar rumah. Dan 
terkadang ada gempa susulan yang tidak terlalu kuat. Akhirnya vihara 
sudah bersih, tetapi masih bau karena ada 3 jenazah yang diletakkan 
di depan vihara menunggu keluarga mereka. Dan sore hari, ada 5 
jenazah lagi yang dititipkan ke vihara, jadi total ada 8 jenazah yang 
sedang menunggu keluarga mereka untuk dikebumikan. 
Pada saat yang bersamaan, Y.A Kampiro Bhadrapala pergi ke pemakaman 
orangtua saudara Edigan (mantan Ketua Persaudaraan Muda mudi Vihara 
Vimala Dharma) dan sekarang aktif menjadi pembina. 

Malam harinya, tim relawan bersama Y.A. Kampiro Bhadrapala dan Sayale 
Ramsima kembali ke bukit dan menginap di rumah penduduk. Dalam 
perbincangan, kami ngobrol dengan seorang korban gempa yang selamat 
setelah tertimbun kurang lebih 10 jam. Namanya Asi berusia 28 thn, 
pada saat gempa terjadi, dia sedang tidur di lantai II dan langsung 
terbangun. Dengan refleks, Asi berlari menuju pintu tetapi karena 
pintunya terkunci, dia tidak bisa membuka pintu. Karena kuatnya gempa 
tersebut, Asi terlempar kembali ke dalam dan jatuh di bawah tempat 
tidur, tidak lama kemudian lemari, dinding dan lantai atas roboh 
tetapi karena dia berada di kolong tempat tidur maka reruntuhan tidak 
langsung mengenai tubuhnya. Karena lampu mati maka dia hanya bisa 
diam dan berdoa, tetapi pada pagi harinya terdengar suara orang yang 
lewat, maka Asi meminta pertolongan dan Asi dapat ditolong.

Sekitar pukul 22.30, kami mendapatkan informasi bahwa sedang diadakan 
pencarian saudari Meilani yang dikabarkan masih hidup. Pencarian 
dilakukan oleh tim relawan dari Singapura. Kemudian kami menuju 
lokasi tetapi sesampainya di sana sedang diadakan test suara dari 
denyutan nadi dan detak korban sehingga diminta untuk mematikan mesin 
mobil. Akhirnya karena tidak ada hasil dan karena kami sudah menunggu 
satu jam di dalam mobil, kami pun langsung jalan kembali menuju bukit.

HARI III
Senin, 4 April 2004

Tim relawan mendapat informasi dari Posko MBI Sibolga kalau telah 
dikirim bantuan berupa beras, mie instant, biskuit, ikan kaleng, air 
mineral, generator listrik, alat-alat listrik, cangkul, palu, tenda, 
bensin, minyak tanah dan solar dengan menggunakan truk PASS 
(Perhimpunan Amal Sosial Sibolga). Jadwal semula, truk ini akan 
sampai pada pagi hari tetapi karena ada keterlambatan di pelabuhan 
Sibolga maka truk tersebut sampai di Gunung Sitoli pada pukul 02.00. 
Sewaktu menunggu, kami merasakan gempa yang kuat dan lama kurang 
lebih jam 11.00 WIB, dari informasi koran, gempa tersebut berkekuatan 
5,7 Scala Richter. Gempa ini juga dirasakan kota Kisaran, dan ada 
sebuah hotel yang roboh.

Setelah bertemu dengan truk tersebut, kami langsung membawanya ke 
vihara, di sana barang-barang langsung diturunkan dan ada beberapa 
penduduk yang meminta bantuan, langsung kita berikan dengan dibantu 
koordinasi dari Romo Tapak Wong (Pengurus Vihara Vimala Dharma)karena 
dia mengenal penduduk di sana.

HARI IV
Selasa, 5 April 2004

Hari ini tim medis dr. Mahendra bersama Y.A. Nyanachatta tiba di 
Gunung Sitoli. Penjemputan agak terlambat karena mobil yang akan 
digunakan untuk menjemput, bannya pecah dan dr. Mahendra menyatakan 
jika dalam 2 hari posko sepi, maka mereka hendak kembali ke Sibolga 
karena di sana banyak pengungsi dari Nias dan membutuhkan pengobatan. 
Hari ini juga posko pengobatan langsung dibuka, pasien yang datang 
masih sedikit mungkin dikarenakan sudah ada 2 posko pengobatan yaitu 
Yayasan Buddha Tzu Chi dan Posko Gereja, penduduk yang berada di kota 
sudah banyak mengungsi ke Sibolga dan Medan serta posko kita masih 
belum diketahui oleh masyarakat.

Dari pembicaraan tim relawan dengan saudara Edigan, istrinya sedang 
hamil 8 bulan dan rencananya akan melahirkan di bulan Mei, dan mereka 
sedang mengalami kesulitan biaya. Tim relawan langsung menghubungi 
Posko Pusat di Jakarta untuk mengkoordinasi bantuan yang bisa 
diberikan kepada keluarga mereka. Karena istrinya berada di Medan, 
maka selanjutnya dikoordinasi oleh Posko Medan.

HARI V
Rabu, 6 April 2005

Posko pengobatan kembali dibuka pada hari kedua dan pasien yang 
berobat juga tidak banyak. Total pasien yang berobat dari tanggal 5 
April 2005 sebanyak 22 pasien sehingga tim dr. Mahendra memutuskan 
untuk kembali ke Sibolga hari ini juga pada malam harinya dengan 
menggunakan kapal. Pasien yang berobat kebanyakan karena luka 
tergores benda tajam seperti paku dan seng. Ada juga yang mengeluh 
gatal-gatal karena jarang mandi dan tidur di luar rumah.

Pagi itu juga, Y.A. Kampiro Bhadrapala dan Ramli menyewa 2 buah motor 
untuk mengantarkan mereka survei ke desa Sifalaete Ulu, yang jaraknya 
kurang lebih 4 km. Siangnya, tim relawan bersama Y.A. Kampiro 
Bhadrapala, Y.A. Nyana Pratama dan Sayale Ramsima membagikan beras, 
mie instant, tenda, lampu dan biskuit kepada keluarga di desa 
Sifalaete Ulu kurang lebih 25 KK.

HARI VI
Kamis, 7 April 2005

Hari ini Y.A. Kampiro Bhadrapala dan Ramli kembali survei ke desa 
Honositoli dan siangnya mereka membagikan beras, mie instant, biskuit 
dan tenda kepada kurang lebih 15 KK. Pada malam hari, tim relawan 
kembali ke Sibolga dengan menggunakan kapal pada pukul 20.30.

 
DAFTAR KELUARGA YANG DIBAGIKAN BANTUAN

Desa Sifalaete Ulu
1.      Sokhifao Tel (3 KK) = 16 orang 
2.      Bezisokhi Tel = 6 orang 
3.      Gasambowo Tel = 2 orang 
4.      Sokhizatula Tel = 7 orang 
5.      Daliwanolo Zega (2 KK) = 8 orang 
6.      Tema'aro Harefa = 8 orang 
7.      Yasiria Zendrato = 5 orang 
8.      O'onasokhi Zebua = 7 orang 
9.      Saribadia Harefa = 2 orang 
10.     Suati = 5 orang 
11.     Tolo'aro Tel = 5 orang 
12.     Bowosokhi Tel = 5 orang 
13.     Adina Tel = 5 orang 
14.     Ta'o'o Tel = 8 orang 
15.     Salina Tel (3 KK) = 7 orang 
16.     Asaka Tel (2 KK) = 5 orang 
17.     Asaka Ladi (3 KK) = 9 orang

Desa Honositoli
1.      Mareti Gulo 
2.      Fangumae Gulo 
3.      Sasadodo 
4.      Martinus Sulase 
5.      Temajisokhi Zebua 
6.      Sangalui Zebua  
7.      Folo'ozai 
8.      Dalimano 
9.      Sokhili Tel 
10.     Dalizatulo Zebua 
11.     Buala Zebua 
12.     Adifati Waruwu 
13.     Yunus Harefa 
14.     Saya Aralaoli 
15.     Faombawo Tel

NAMA-NAMA PASIEN POSKO PENGOBATAN
Gunung Sitoli, 5-6 April 2005

1.      Aszari                          26 tahun 
2.      Sarif   31 tahun 
3.      Burhan                          43 tahun 
4.      Tapak Wong                      47 tahun 
5.      Asiong                          37 tahun 
6.      T. Tambunan                     35 tahun 
7.      Joni                            29 tahun 
8.      Rati                            42 tahun 
9.      Ermansa                 42 tahun 
10.     Beny                            63 tahun 
11.     Clara                           52 tahun 
12.     Beno Telaumbanua                39 tahun 
13.     Ucok                            15 tahun 
14.     Kristian                        46 tahun 
15.     Yuliaman                        14 tahun 
16.     Yunus                           53 tahun 
17.     Valentin                        47 tahun                
         
18.     Antonia                 41 tahun 
19.     Sianis                          56 tahun 
20.     Santo                           32 tahun 
21.     Masilia                         36 tahun 
22.     Ayu                             46 tahun
Info lainnya menyusul.
 


Posko Buddhis Bantuan Bencana Alam Aceh - Sumatera Utara
Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) 
Jl. Mangga I no. 2 O 
Kepa Duri, Greenville - 11510 
Tanjung Duren 
Jakarta Barat 
Telp. 021-5687957, 021-70976868 
Fax. 021-5687957










------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke