seharusnya sebagai umat Buddha yang baik, Bung hardy
tidak sepatutnya berbicara di depan forum seperti itu 
hargai orang2 yang memang sedang membangun kebiasaan
umat untuk membeli barang2 Buddhist yang baru kini
sedang di jual di bursa2 vihara, dan akan rencana
kedepannya akan di jual di pasaran umum...
dengan cara bicara anda seperti itu jelas2 anda ini
tidak suka kemajuan2 yang sedang kami bangun saat ini 
sangat di sayangkan sekali. 
bukanya mendukung malah menghimpit....
penggunaan kata2 pengemis2 yang anda lontarkan itu
sangat tidak berprikemanusiaan dan tidak ada sopan
santun sama sekali 
harap di perbaiiki yah 
sebab tidak semua org suka menerima saran dan kritik
yang sangat pedas yang anda lontarkan 
ingat....Buddhist itu agama yang lembut dan santun 
saya sendiri muak melihat email anda 

thx

--- hardy chung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Ya.....organisasi Buddhist, Wihara, Yayasan dan
> lain-lain telah dikenal 
> sebagai Organisasi FREE BUYER....pencari
> barang-barang gratis atau bisa 
> dibilang kita membangun perkumpulan
> pengemis.....BUKANKAH BEGITU......
> 
> Padahal SDM-SDM budhist beserta resourses sangat
> memadai untuk bisa 
> menciptakan suatu oragnisasi yang mandiri tanpa
> harus bergantungan terus 
> kepada donatur...........walaupun harus akui bahwa
> SDM dan Networking yang 
> ada tidak sehebat katolik dan gereja.....tapi kalau
> tidak kita mulai 
> sekarang kapan lagi untuk bisa bergerak
> maju......selalu ada saja yang 
> memberikan alasan bahwa belum saatnya kita kearah
> sana....dan kemudian duduk 
> diam tanpa melakukan apa-apa......so......siapa yang
> bisa 
> disalahkan....KARMA? BERPANDANGAN YANG SALAH?
> dll.....
> 
> masing-masing sibuk mencari perbedaan satu sama
> lain.,.....sibuk 
> membangkitakn kelompok masing-masing dan tidak
> menyadari kalau memang 
> dirinya sebenarnya TIDAK TAHU, TIDAK MENGERTI apa
> tujuan 
> sesungguhnya.....baik bagi anggota SANGHA maupun
> MAJELIS-MAJELIS dan yang 
> kasihan adalah umat awam yang tidak tahu atau kadang
> kala tidak mau tahu 
> kalau sedang dikotak-kotakan oleh egoisme
> masing-masing majelis, kelompok, 
> perwakilan dll.
> 
> kembali lagi kepada organisasi pengemis atau FREE
> BUYER.....kenapa dikatakan 
> begitu....alasannya adalah:
> 1. seiap kali ada perayaan apa saja selalu para
> donatur potensial yang 
> ditodong oleh para pengemis dengan iming-iming
> menanam buah 
> kebajikan....padahal belum tentu acara yang akan
> digelar sesuai dengan 
> dharma. misalnya perayaan ulang tahun suatu
> organisasi, dll.....
> 
> 2. FREE BUYER atau pencari barang-barang
> gratisan.....semua pihak tahu kalau 
> memang umat senang untuk memberikan andil dalam
> suatu kegiatan keagaamaan, 
> negativenya selalu ada saja orang-orang, pengurus,
> aktivis yang selalu 
> memanfaatkan semuanya dengan tujuan untuk
> mendapatkan sesuatu yang 
> GRATIS.....seperti contoh.....ada satu organisasi
> mengadakan acara dengan 
> budget yang diuraikan sebagai berikut:
> 1. Acara di hotel
> Transportasi Rp. x
> Komsumsi Rp. x
> Akomodasi Rp. x
> dll Rp. x   total Rp. xxxx
> 
> bandingkan dengan yang dibawah ini
> Acara di wihara/sarana wihara
> Transportasi Rp. 0
> Akomodasi Rp. 0
> Konsumsi Rp. x
> dd Rp. x  total Rp xxxx - 2x
> 
> disini bisa kita lihat dengan logika ekonomi dengan
> menjawab pertanyaan 
> sebagai berikut.....
> apakah dengan mengunakan sarana wihara terus berarti
> tidak ada biaya? 
> .......
> jawab: walaupun mengunakan sarana wihara biaya tetap
> ada seperti biaya utk 
> PLN, BBM, Pajak, Operasional, Perawatan, dll.
> 
> Kalau ada biaya, darimana sarana yang membutuhkan
> biaya tersebut dapat 
> ditutupi kalau semuanya mengunakan secara gratis..??
> jawab: tidak ada resourses kecuali kalau kita ke PLN
> and bilang sama petugas 
> PLN kalau yang mengunakan listrik adalah BUDDHA dan
> ketika mendengar ini 
> semua bill akan lunas/grats/tidak usah
> bayar.....begitu juga kalau ke 
> telkom....dengan alasan yang sama apakah mereka akan
> memberikan secara 
> cuma-cuma......kalau iya....bearti anda mungkin
> harus memberikan informasi 
> yang lengkap utk seluruh wihara di indonesia......
> 
> Sekali lagi,,....wahai para
> PENGEMIS-PENGEMIS.....berubahlah menjadi mandiri 
> paling tidak stop menganggu umat-umat dengan
> berbagai macam 
> proposal........ada bagusnya jika semuanya bisa
> mandiri....berdiri diatas 
> kaki sendiri....bukan mengambil kulit pantat umat
> lalu digunakan untuk jadi 
> topeng untuk memberikan sesuatu dengan mengatas
> namakan kelompok/golongan
> 
> Cukup keras kan ya........wake up man.....wake up
> 
> HARDY CHUNG
> 
> 
> 
> >From: Iskandar Wanagiri
> <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [email protected]
> >To: [email protected]
> >Subject: [Dharmajala] EBRC product paling hanya
> dijual di bursa???
> >Date: Sat, 16 Apr 2005 12:14:49 -0700 (PDT)
> >
> >
> >Namo Buddhaya
> >
> >Saya kira kalau ada produk2 Buddhist yang cukup
> bermutu, baik kwalitas isi 
> >maupun kwalitas kemasannya, sebaiknya diutamakan
> disebarkan lewat toko2 
> >buku umum ataupun toko2 CD/kaset diluar vihara.
> Lalu kita umat Buddha 
> >sebaiknya (bagi yang sering jalan2 ke mall atau ke
> toko buku/ kaset) 
> >membeli produk tersebut di toko2 tersebut dan
> bukannya membeli di bursa 
> >Vihara.
> >
> >
> >
> >Praktek yang kita lakukan sekarang, produk buku2
> dhamma - kaset2 lagu - 
> >komik2 Buddhist - VCD Buddhist, yang saya nilai
> sudah sangat 
> >representative, hanya disebarkan/ dijual di bursa2
> vihara dan tidak dijual 
> >di toko di luar vihara. Bahkan sering kali di
> bagikan gratis begitu saja. 
> >Sayang seribu sayang.
> >
> >
> >
> >Dari sisi effect multiplier, pola ini kurang
> memberikan effect positive 
> >yang maksimal. Pola ini hanya memudahkan kita umat
> Buddha memperoleh materi 
> >tersebut. Setelah itu selesai. Tidak ada effect
> lainnya.
> >
> >
> >
> >Saya pikir kita perlu memulai langkah yang lebih
> pragmatis.
> >
> >Produk2 tersebut diutamakan dijual lewat toko2
> diluar vihara. Bursa2 vihara 
> >hanya untuk display produk alias hanya untuk alat
> promosi. Dan itu berarti 
> >lahan promosi gratis. Kalaupun dijual di bursa,
> untuk jumlah sangat 
> >terbatas.
> >
> >
> >
> >Fine, produk tersebut di produksi atas dukungan
> sponsor dan oleh karena itu 
> >dibagikan gratis. Ada sponsor, itu sangat bagus.
> Tetapi tetap produk itu 
> >tidak dibagikan gratis tetapi dijual dengan harga
> dumping.
> >
> >
> >
> >Apa yang bisa kita peroleh?
> >
> >1. Diluaran sana sebetulnya banyak orang yang tidak
> pernah ke vihara tetapi 
> >kalau melihat produk2 Buddhist, dia tertarik untuk
> membeli. Orang2 seperti 
> >ini tidak pernah kita perdulikan. Dengan cara ini,
> mereka bisa kita 
> >jangkau.
> >
> >2. Dengan umat Buddha membeli produk tersebut di
> toko diluar vihara, 
> >berarti toko itu menjadi senang menjual produk2
> Buddhist karena 
> >menguntungkan. Dan itu mendorong toko tsb untuk
> tetap menjual produk kita. 
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke