Dear sdr shenli,
 
Berdoa sebelum makan merupakan trademark umat Buddha di masa awal perkembangan agama Buddha. Sebagian scholar bahkan menduga bahwa kebiasaan berdoa sebelum makan di agama katolik dipengaruhi oleh tradisi agama Buddha. Sayang seribu sayang, umat Buddha sendiri (terutama yang perumah-tangga) tidak meneruskan tradisi berdoa sebelum makan.
 
Setiap mazhab agama Buddha mempunyai mantra/paritta mereka masing-masing, sehingga tidak bisa disamaratakan mantra/paritta yang digunakan untuk berdoa sebelum makan. Ada ada sebagian umat Buddha yang berdoa sebelum makan dengan melafalkan tiga kalimat:
 
1) sy berterima kasih kepada budi dari tri-ratna (buddha, dhamma, sangha);
2) sy berterima kasih kepada budi dari orang tua sy;
3) sy berterima kasih kepada budi dari semua makhluk hidup.
 
Sebelum kita makan, kita harus berterima kasih kepada triratna yang merupakan tempat perlindungan sejati kita; kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita; yang terakhir, kita juga harus berterima kasih kepada semua makhluk yang telah berperan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam penyediaan pangan yang ada di atas meja kita.
 
Dalam mandarin disebutkan :
 
1. Wo Xie San Bao En
2. Wo Xie Fu Mu En;
3. Wo Xie Zong Sheng En;
             
Salam mettta,
KM

virion649281 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Namo Buddhaya,
saya mau nanya, dalam agama Buddha apa ada 'doa' atau mantra/paritta
yg perlu diucapkan seblum makan? soalnya saya liat biasanya umat
Buddha jarang(tak pernah malah) berdoa, sedangkan umat agama lain
berdoa dulu sebelum makan.Thanks



metta,
shenli








Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke