35.  Perumah Tangga yang Bernama "Pembawa Perdamaian"
         
        Demikian telah saya dengar pada suatu ketika: Buddha
sedang berdiam di Kota Sravasti di Biara Jetavana,
Taman Anathapindika. Pada saat itu ada 500 pengemis di
negeri itu yang tergantung pada Buddha dan Sangha
untuk makanan. Pada suatu ketika, mereka memutuskan
untuk bergabung dengan Perkumpulan, pergi kepada
Buddha dan berkata: "Bhagava, dengan welas asih
Bhagava dan Sangha, kami telah diberi makan. Sekarang
kami memohon untuk menjadi bhiksu."
         Buddha berkata: "Dharma yang saya ajarkan
sepenuhnya murni dan tidak membedakan antara ras atau
kasta, antara kaya atau miskin, antara baik dan buruk.
Dharma seperti mencuci di air yang murni. Air itu
mencuci semua ras dan kasta, kaya dan miskin, baik dan
buruk, tanpa perbedaan. Itu seperti api yang membakar
semua zat tanpa kecuali: gunung, bebatuan, langit, dan
bumi. Ajaranku seperti langit bagi semua orang untuk
menemukan tempat bernaung: pria, wanita, anak
laki-laki, anak perempuan, kaya dan miskin, semuanya
tanpa kecuali."
         Para pengemis itu berbahagia dan berkeyakinan
ketika mereka mendengar apa yang dikatakan Bhagava,
dan kembali memohon izin untuk bergabung dengan
Pekumpulan. Ketika Buddha berkata: "Selamat Datang,"
rambut mereka rontok dengan sendirinya, mereka
mengenakan jubah kuning tua seperti perkumpulan itu
dan menjadi bhiksu. Ketika Bhagava mengajarkan mereka
Dharma, batin mereka terbebaskan, hawa nafsu mereka
terhenti, dan mereka menjadi arahat.
         Ketika para perumah tangga di kasta tinggi
tertentu dan pangeran saudagar yang tinggal di negeri
itu mendengar bahwa pengemis yang malang itu telah
diterima di pesamuhan, mereka meremehkan dan saling
berkata: "Jika kita mengundang Buddha dan Yang Mulia
Sangha demi melakukan kebajikan, dan pengemis ini
duduk di atas kita, kita akan tercemar."
         Pada suatu ketika, seorang pangeran
mengundang Buddha dan Sangha, tetapi peangeran berkata
kepada Buddha: "Bhagava, saya mengundang Buddha dan
Sangha, tetapi para pengemis yang baru menjadi bhiksu
tidak diundang." Hari berikutnya, ketika waktunya bagi
Bhagava dan murid-muridnya pergi ke rumah pangeran
itu, Buddha memberitahu para bhiksu yang tidak
diundang itu: "Tuan pangeran tidak mengundang kalian.
Wahai bhiksu pergilah ke Benua Utara dan ambilah beras
liar yang belum ditebar maupun matang, bawalah itu ke
rumah tuan pangeran dan makanlah disitu." Segera,
sesuai dengan perintah Buddha, mereka terbang dengan
kekuatan spiritual arahat ke Benua Utara dan mengisi
patta mereka dengan beras. Kemudian dengan barisan
yang indah, bagai angsa-angsa hutan di angkasa, mereka
terbang kembali ke istana Pangeran Kebajikan, duduk di
barisan, dan memakan beras itu.
         Ketika Pangeran Kebajikan melihat para bhiksu
ini terbang melewati angkasa dengan formasi yang
menarik, dia takjub, senang, dan percaya. Dia kemudian
bertanya kepada Buddha: "Bhagava, dari mana datangnya
orang suci yang menakjubkan, menarik, penuh kebajikan
ini?" Buddha berkata: "Engkau seharusnya mengenal
mereka. Dengarkan baik-baik, Pangeran, dan saya akan
memberitahumu tentang mereka. Para bhiksu ini adalah
orang-orang yang tidak engkau undang. Karena engkau
tidak mengundang mereka, mereka pergi ke Benua Utara
dan mengambil beras liar untuk dimakan."
         Ketika Pangeran Kebajikan mendengar hal ini
dia dipenuhi dengan rasa malu, menyesali apa yang
telah dia lakukan, dan berkata: "Ini karena saya telah
ditutupi dengan ketidaktahuan sehingga saya tidak
mengerti mengenali orang-orang suci ini dan menolak
untuk mengundang mereka. Bhagava, kebajikanMu tak
terlukiskan lagi. Meskipun orang-orang suci ini
berasal dari pengemis berkasta rendah di negeri ini,
melalui kemurahan hati Bhagava mereka menemukan
kebahagiaan di dunia dan mendapatkan manfaat sangat
lama. Bhagava, kedatanganMu di dunia untuk hal semacam
ini. Saya mohon kepadaMu untuk menjelaskan akar
kebajikan apa yang telah ditanamkan oleh para pengemis
ini sehingga bertemu Engkau dan memperoleh kebebasan,
dan karena kesalahan lalu apa yang membuat mereka
terlahir sebagai pengemis?"
         Buddha berkata: "Di masa lampau,
berkalpa-kalpa tak terhitung lalu, ada sebuah gunung
yang bernama 'Banyak Rshi' di tanah Benares di mana
banyak Pratyekabuddha hidup dan melanjutkan hidup
hingga seorang Buddha muncul di dunia. Jika
Pratyekabuddha tidak tinggal di sana, rshi dengan
kekuatan magis tinggal disana. Pada suatu ketika ada
200 rshi yang tinggal di gunung itu, seorang peramal
meramalkan bahwa selama 12 tahun tidak akan ada turun
hujan. Kemudian para rshi itu pergi kepada seorang
perumah tangga yang makmur yang bernama Pembawa
Perdamaian, yang tinggal di tanah itu dan bertanya
apakah dia bersedia mempersembahkan makanan dan
minuman selama 12 tahun. Mereka berkata bahwa jika dia
tidak bersedia, mereka akan pergi ke tempat lain.
Perumah tangga itu memberitahu mereka: 'Rshi yang
suci, jangan pergi ke tempat lain, tetaplah disini,
saya mohon pada kalian, dan saya akan membuat
persembahan selama 12 tahun.' Perumah tangga itu
kemudian bertanya bendaharanya apakah mereka memiliki
persediaan yang cukup untuk memberi makan orang-orang
suci ini selama 12 tahun, dan ketika diberitahu bahwa
itu cukup, perumah tangga ini menunjuk 500 orang untuk
melayani para rshi. Ketika 500 pria ini telah melayani
selama beberapa waktu, mereka menjadi lelah melayani
dan mulai berbisik-bisik diantara mereka bahwa terlalu
banyak masalah dalam merawat para pengemis.
         "Pada saat itu, ada seorang pria yang
memanggil para rshi pada saat jam makan dan yang
memiliki anjing yang mengikutinya. Suatu hari pria itu
lupa memanggil para rshi tetapi anjing itu berlari
kepada mereka, mulai menyalak, dan para rshi mengetui
bahwa makanan mereka telah siap dan pergi untuk
menerimanya. Beberapa waktu kemudian, para rshi
memberitahu perumah tangga bahwa hujan akan segera
datang dan bahwa dia harus mempersiapkan ladangnya
untuk ditaburi benih. Perumah tangga itu memerintahkan
perkerja ladangnya untuk mulai bekerja di ladang dan
mereka menanam barli, gandum, dan tanaman lainnya.
Ketika benih telah berkecambah dan tingginya seperti
pot air, perumah tangga itu datang menghadap para rshi
dan bertanya apakah akan ada ladang yang baik. Para
rshi berkata bahwa tanaman akan baik dan menasehati
dia untuk memberikan air dari waktu ke waktu. Ketika
tanaman itu dipanen, itu ditemukan bahwa ladang itu
berlipat ganda dan perumah tangga itu senang dan
gudangnya terisi penuh.
         "Ketika 500 pria yang melayani para rshi itu
melihat hal ini, mereka malu, menyesal, dan
mengakuinya di hadapan orang-orang suci ini, sambil
berkata: 'Yang Suci, kami menghina kalian dengan
kata-kata jahat dan kami mengakui kesalahan kami. Di
waktu yang akan datang, semoga kita bertemu lagi dan
memperoleh Kebebasan.' Ini adalah kerena perkataan
jahat melawan rshi ini maka 500 pria ini terlahir
sebagai pengemis yang menyedihkan selama 500
kehidupan. Kemudian, dengan mengakui kesalahan mereka
dan membuat sebuah sumpah, mereka bertemu saya dan
mencapai akhir dari lingkaran lahir dan mati.
Pangeran, engkau harus mengerti hal ini: Saya adalah
perumah tangga yang bernama Pembawa Kedamaian. Udiyana
adalah bendahara. Engkau, Pangeran Kebajikan, adalah
pria yang setiap hari memanggil rshi saat makan.
Engkau yang bernama Suara Indah adalah anjing itu, dan
karena engaku memanggil orang-orang suci dengan
menyalak, mempunyai suara yang indah selama semua
kehidupanmu. Lima ratus pengemis itu adalah 500 pria
pelayan.
         Ketika Buddha telah berkata demikian,
beberapa dari Kumpulan Besar mencapai buah pertama
dari keempat buah. Beberapa membawa pikiran awal
Penerangan Sempurna. Semua orang berkeyakinan pada
perkataan Bhagava dan bermudita.


J u n a i d i
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, & Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia

Phone:� +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.:�� +62 22 665 1555
Mobile: +62 911 80 855 / +62 856 219 8835  
--------------------------------------------------
http://joened.blogspot.com
Beli Buku Online di http://www.bearbookstore.com
UserID : zugheliang
Nama : Junaidi


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke