......................... ........................
"O, Tathagata yang terhormat! Kami sekalian benar-benar merasa sangat mengagetkan! Apakah di dalam lubang puncak ini terdapat seekor ulat berkepala orang? Bukan saja tubuhnya demikian kecil dan wajahnya pun sedemikian jelek! Namun dia bisa mengenakan sepasang jubah bercahaya rupanya seperti seorang Sramana bertubuhnya sangat kecil, dan dia juga bisa memberi kehormatan kepada Tataghata....!" Waktu pertanyaan ini telah didengar oleh Buddha Maitreya, lantas Beliau memerintahkan para penonton agar mereka jangan berkata sembrono, sehingga menghina Sang Arya dari zaman silam yakni kurun kejahatan dari 5 kekeruhan hingga memiliki sesosok badan sedemikian kecil. Kemudian Beliau mengucapkan sebuah Gatha untuk menjelaskan peristiwa itu kepada para hadirin: "Burung merak bertubuh besar dan indah bulunya, Tapi mereka sering menjadi mangsa si elang. Tubuh gajah kan bertenaga kuat, Bila datang anak si singa, Mencabik daging gajah seperti orang menghancurkan tanah! Naga juga berekor panjang dan besar, Tapi ia sering dikalahkan oleh burung garuda. Kamu sekalian berkah lahir pada masa yang cerah ini, Memperoleh sesosok tubuh demikian cantik; Besar, bugar dan tinggi. Dan bagaikan sebuah tong besar terbuat dari 7 permata Mani. Jika dalamnya hanya diisi tinja, anda akan merasa jijik! Meskipun tubuh yang dimiliki Arya demikian kecil, Namun pengalamannya, kebijaksanaannya bagaikan emas sejati! Kini, penderitaan tumimbal-lahir dan mati tidak akan mempengaruhinya, Sebab, segala Klesa dan keinginan telah bersih! Demi melindungi Dharma telah jutaan tahun menahan diri di Gunung Grdhrakuta, Beliau bertekad mempraktekkan Dhuta dari masa ke masa! Kedudukan-Nya telah melebihi para Dewa-manusia, Tiada seorang pun berani membandingkan dengan-Nya. Mengapa Beliau sekian lama menunggu Aku datang? Ini adalah pesan Hyang Buddha Sakyamuni Dwipada Agraya. Sekarang kamu sekalian patut dengan kekhidmatan Berserta batin suci melakukan namaskara di depan-Nya!" Setelah Hyang Tathagata, mengucapkan ................... .......... ........ O, Para Pendengar sedharma! Siapakah Sang Dhuta ini? Beliau bukan orang lain, beliau adalah Arya Maha-Kasyapa ini!" Setelah ceritera Buddha Maitreya itu selesai, semua hadirin yang berada di puncak ........... Semoga kutipan kecil ini membangkitkan semangat teman-teman untuk mendapatkan versi lengkapnya. Saya berencana untuk mengetikannya. Mohon dukungan dan semangat dari teman-teman semua Salam kasih, Khai ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
