Saudara Brianz Lu yang budiman, Anda tidak dapat menilai seseorang dari cara kematiannya. Meskipun kematian Sang Buddha dapat ditelaah secara medis, tetapi tetap saja hal itu adalah sebuah spekulasi. Sebagai seorang mantan Kristen saya melihat bahwa Yesus juga dapat "dipaku" pada salib. Secara logika mana mungkin Tuhan dapat dipaku pada sebatang kayu oleh manusia pula? Selain dalam beberapa bagian Alkitab menunjukkan bahwa apa yang disebut Tuhan itu tidak maha kuasa dan maha tahu. Kitab-kitab Hakim- hakim menyebutkan bahwa Tuhan pernah gagal mengalahkan suku2 barbar musuh Israel hanya karena mereka menggunakan kereta besi. Yesus juga mengatakan bahwa ia tidak mengetahui hari kiamat. SElain itu bila Tuhan itu maha pengasih, mengapa ada kejahatan dan penderitaan di muka bumi. Jika Anda pikirkan dengan lebih seksama maka tentunya Buddhisme memberikan jawaban yang lebih logis, terlepas dari apa dan siapakah Siddhartha. Demikian sedikit sumbang saran dari saya. Maaf kalau ada kata yang menyinggung.
Metta, Tan --- In [email protected], brianz liu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Amin..... Akhirnya keraguan tentang Buddha adalah > manusia super atau lebih > besar dari Tuhan yang maha esa...terjawab sudah.... > benar-benar ruar biasa, > bhikkhu Metanando yang Ek. Dokter telah memberikan > analisis dan beda kitab > suci begitu ilmiah baik dari sudut pandang spiritual > maupun dari ilmu > kedokteran. > > Walau menyandang Gelar Buddha / Thatagata / Bhagava > tetap saja sebagai > manusia umumnya yang tidak lepas dari Kuasa Nya. > > > > > > _________________________________________________________ > Do You Yahoo!? > ע������һ��Ʒ�ʵ��Ż���ѵ��� > http://cn.rd.yahoo.com/mail_cn/tag/1g/*http://cn.mail.yahoo.com/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
