Info Buku Buddhis

Judul : Psikologi Kepribadian: Psikologi Barat
Versus Buddhisme
Penulis: Ivan Taniputera
Jumlah halaman : 304 halaman
Penerbit : Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, 2005
Harga : Rp. 34.000,-

Buku ini memberikan gambaran dan perbandingan yang jelas tentang apa
itu teori kepribadian, karakter manusia, pikiran dan kesadaran,
persepsi atau pencerapan, cara kerja organ-organ indra, masalah
mimpi, parapsikologi, kelahiran kembali, dan lain sebagainya. Agar
para pembaca memperoleh gambaran yang jelas maka pada bagian
pendahuluan disajikan mengenai sejarah psikologi Barat serta seluk
beluk Buddhisme. Selanjutnya pada bagian pertama akan disajikan
perbandingan teori kepribadian menurut Freud, Jung, Skinner, Adler,
Fromm, dan Rogers di satu pihak dan Buddhisme pada pihak lain. Kita
akan melakukan studi banding terhadap teori-teori itu. Seperti
misalnya perbandingan antara teori Id, Ego, dan Superego versi Freud
dan Pancakkhandha Buddhis. Apakah keduanya sama atau tidak sama?
Bagian kedua membahas mengenai analisa karakter manusia. Kita akan
membandingkan pembagian karakter oleh para filsuf Yunani Kuno, Fromm,
Rank, dan Horney, sebagai wakil dari psikologi Barat dan Buddhisme.
Bagian selanjutnya membahas mengenai konsep pikiran dan kesadaran.
Pada bagian ini akan dikupas mengenai pikiran dan kesadaran menurut
teori Barat dan Buddhisme yang diwakili oleh pandangan Abhidhamma
(Theravada) serta Yogachara (Mahayana).
Bagian kelima membahas mengenai persepsi atau pencerapan dari sudut
pandang Barat dan Buddhisme yang diwakili oleh "konsep rangkaian
citta." Yang mengejutkan ternyata Buddhisme telah mengupas cara kerja
alat indra yang sangat mirip dengan ilmu fisiologi modern. Tiap orang
tentu pernah bermimpi dan oleh karena itu bagian keenam akan
didedikasikan untuk membahas tentang mimpi dari berbagai sudut
pandang. Nampaknya yang paling menarik adalah bab 7 serta 8 dengan
tema bahasan masing-masing mengenai parapsikologi dan kelahiran
kembali. Apakah gejala-gejala parapsikologi pernah diteliti oleh ilmu
psikologi modern? Jawabannya ada dalam buku ini. Selanjutkan juga
akan dibahas berbagai kasus kelahiran kembali yang pernah diteliti
oleh Prof. Ian Stephenson MD. Kita juga akan menelaah apakah alam
antara itu ada atau tidak ada. Bab sembilan atau bab terakhir
dipergunakan untuk mengulas meditasi. Sebagaimana yang kita ketahui
dalam Buddhisme dikenal meditasi samatha dan vipassana, ternyata
rekaman EEG seseorang yang mempraktekkan kedua jenis meditasi itu
memang memperlihatkan perbedaan. Pada buku ini juga akan dibahas
metode psikoterapi Buddhisme Tibet.
Bila Anda berminat dengan buku ini, silakan hubungi 0816658902.

Judul buku      : Pencerahan Sosial dan Ekonomi Buddhis: Filsafat 
Sosial Kemasyarakatan dan Ekonomi ala Buddhis
Penulis         : Ivan Taniputera dipl. Ing.
Penerbit        : Club Penyebar Dhamma, 2004
Jumlah halaman : 195.
Harga           : Rp. 25.000,-

Buku ini merupakan salah satu buku tentang ekonomi Buddhis dalam 
bahasa Indonesia. Pembahasan mengenai masalah sosial dan ekonomi dari 
sudut pandang Buddhisme masih sangat langka di negeri kita tercinta 
ini. Padahal Buddhisme memiliki pandangan mengenai sosial dan ekonomi 
yang teramat maju. Oleh karena itu, buku ini mencoba menggali 
falsafah sosial dan ekonomi yang berasal dari Buddhisme, sehingga 
kita dapat memahami apa yang sebenarnya dikatakan oleh Buddhisme 
mengenai masalah sosial dan ekonomi. Selain itu di dalam buku ini 
kita juga akan membahas solusi-solusi yagn ditawarkan Buddhisme 
terhadap permasalahan sosial dan ekonomi dewasa ini.
Buku ini dibagi menjadi 9 bab. Bagian pertama membahas mengenai 
keadaan sosial dan ekonomi pada masa awal Buddhisme. Kita akan 
melihat bagaimana kehidupan sosial dan ekonomi pada abad 6 SM yang 
dicirikan oleh sistim kasta. Bab 2 membahas mengenai konsep-konsep 
Buddhis sehubungan dengan ekonomi. Di dalamnya kita akan membahas 
mengenai berbagai hal seperti misalnya hakekat keinginan umat manusia 
yang tidak terbatas. Kita akan memahami konsep tanha dan hubungannya 
dengan ekonomi. Kita juga akan mempelajari model ekonomi yang 
diajarkan oleh Buddhisme dan hubungannya dengan ilmu ekonomi modern. 
Prinsip tentang konsumerisme juga akan kita bahas dalam bab ini. Bab 
3 didedikasikan untuk membahas mengenai etika ekonomi Buddhis. 
Nagarjuna mengatakan di dalam Rangkaian Permata Berharga: "....suatu 
dunia yang baik berasal dari etika." Sehingga dengan demikian 
hubungan antara ekonomi dan etika adalah begitu eratnya. Bab 
selanjutnya atau bab 4 membahas mengenai kiat-kiat Buddha dalam 
bidang ekonomi yang bermanfaat untuk mengumpulkan dan menjaga 
kekayaan. Dana merupakan salah pintu masuk menuju Buddhisme, sehingga 
tak ketinggalan bab 5 ini membahas mengenai dana. Bab 6 membahas 
mengenai Buddhisme dan sosial kemasyarakatan yang disusul oleh bab 
berikutnya yang membicarakan mengenai praktek nyata mewujudkan 
masyarakat berdasarkan Dhamma. Bab 8 dari buku ini membahas mengenai 
perbandingan antara buah pemikiran para pemikir ekonomi Barat dengan 
Sang Buddha. Sebagai penutup dari buku ini akan dibahas mengenai 
kesimpulan dan trend ke depan.
Setelah membaca buku ini diharapkan agar kita memahami bahwa 
Buddhisme sungguh membumi dan memberikan petuah-petuah bermanfaat 
dalam berbagai aspek kehidupan termasuk sosial ekonomi. Bagi yang 
berminat dapat menghubungi 0816658902.









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke