--- In [email protected], brianz liu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


>  
> 
> Tapi menurut pandangan ajaran para pertapasuci di Tiongkok, orang
bisa mencapai kehidupan kekal dengan melatih Qi murnidan kalau
menghendaki bisa saja mencapai kekalan.. seperti yang di tulis
dalamParinibbana sutta, jika saja Buddha menginginkan maka beliau
dapat hidupbeberapa kalpa lagi. Mengenai penyakit yg diderita Buddha,
sepertinya anehseorang maha guru yang tercerah, diumur 80 taunan
penyakitan? Menurut yang sayabaca, dengan melatih meditasi yang di
instruksikan#8230; dapat memberikankesehatan dan umur panjang.. 

mencapai kehidupan kekal itu tidak mungkin karena nothing lasts
forever. Mencapai kehidupan yang amat panjang itu masih mungkin.
Kenapa Siddharta tidak 'memanjangkan' usianya sehingga kalau dia hidup
sampai jaman ini kan..... ( silakan diisi )??? Ini salah satu
jawabannya. mungkin bisa memperkaya wawasan. Saya tidak bilang jawaban
ini benar.

Ada sebuah cerita. Seorang tua datang ke Buddha Gautama. 
"Katakan berapa tambahan usia yang Anda mau? Saya akan kabulkan," kata
si tua.
Gautama menjawab yakin, "8 tahun."
Si tua pun pergi. Murid2 Gautama menjadi kecewa dengan jawaban guru
mereka. 
"Kenapa Guru tidak minta seribu tahun lagi atau sejuta tahun lagi.
Bayangkan berapa generasi kebaikan yang akan Guru hasilkan," demikian
kata murid2 Gautama.
Gautama menjawab, "Kalau saya menjawab demikian, maka orang2 akan
lebih tertarik untuk memperpanjang usia daripada berbuat kebajikan (
atau membebaskan diri dari penderitaan )."

Manusia2 di bumi ini umumnya lebih tertarik memperpanjang kuantitas
hidup daripada meningkatkan kualitas hidup. Mungkin itulah pesan moral
dari kematian Siddharta yang usianya 'cuma' 80 tahun. Kualitas hidup >
kuantitas hidup.










------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke