|
Thank you!
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 03, 2005 11:37
AM
Subject: RE: [Dharmajala] Butuh bantuan -
Sekolah Buddhis
Oupps sorry!
Contact Person: Bhante Aggadhipo via hp :
#0811179388 or 081513190619 atau pihak pengurus sekolah:
Ibu Imelda HP# 0812 9682529
Alamat sekolah adalah:
Sekolah
Boddhisatta
Jl. Raya Kampung Melayu No. 8
(Kalijaya)
Rt. 04
Rw.07
Kampung Melayu
Barat
Kec. Teluk Naga
Tangerang
Telp. 021 559
33663
Hallo,
Bisa tolong tanya alamat sekolah tsb, dan contact
person disana ?
Terimakasih.
PS.
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 02, 2005 9:10
AM
Subject: [Dharmajala] Butuh bantuan -
Sekolah Buddhis
Sekuntum Teratai buat anda calon
Buddha,
TK dan SD Boddhisatta di Tangerang
memerlukan dana dari para donatur untuk perluasan tanah dan renovasi
gedung sekolah, karena saat ini pihak sekolah belum bisa menampung
lebih banyak murid - murid yang ingin belajar di sekolah Buddhis
tersebut.
Sebagai salah satu wujud dari
mengembangkan ajaran Buddha mengapa kita tidak ikut serta menyumbang buat
gedung sekolah dalam bentuk apa saja.
Salah satu dari bentuk wujud tersebut
dengan menyalurkan dana ke rekening
BCA cabang Kisaman Tangerang
a/n Yayasan Pannadhika
Bodhisatta
rek.#
108.300.9989
Semoga semua mahluk berbahagia, damai
dan tentram
with metta,
Kim
Menyadari
apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di
luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang
menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih
kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang
kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat
dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala
sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan
kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun
sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu
sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur
kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat
kami.
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang
terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami
kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan
cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat
hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan
kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun
sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu
sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur
kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat
kami.
Menyadari apa yang
sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri
saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk
menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian
penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu
melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran
dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun
sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama
melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan
orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
|