Mengapa jarang terdengar aksi-aksi sosial yang dilakukan umat Buddha? Mungkin karena umat Buddha tidak merasa perlu untuk membesar-beasrkan perbuatan baik yang mereka lakukan. Beberapa tahun yang lalu pemimpin umat Buddha Jepang, Nikkho Nirwano, menerima Templeton Prize atas usahanya dalam memprakarsai keharmonisan antar agama. Baru-baru ini seorang biarawan di Thailand menerima penghargaan Magsaysay Prize untuk perjuangannya dalam menolong para pecandu obat bius. Pada tahun 1987, biarawan Thailand lainnya, YM Kantayapiwat dianugerahi Norwegian Children's Peace Prize atas jasanya selama bertahun-tahun dalam mengentaskan anak terlantar di pedalaman. Persatuan Umat Buddha Barat menggerakkan aksi sosial besar-besaran bagi kaum miskin di India. Mereka mendirikan sekolah, yayasan anak yatim piatu, penyaluran dana, dan industri skala kecil untuk swasembada. Seperti halnya pemeluk agama lain, umat Buddha menganggap "menolong orang lain" sebagai suatu wujud praktik keagamaan, namun mereka yakin bahwa perbuatan tersebut sebaiknya dilakukan dengan sunyi dan tanpa promosi diri. Makanya Anda tidak banyak mendengar kegiatan sosial mereka.
_________________________________________________________________ SEEK: Over 80,000 jobs across all industries at Australia's #1 job site. http://ninemsn.seek.com.au?hotmail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
