>From: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: PAYMENT ADVISE
>Date: Wed, 27 Apr 2005 12:31:18 +0700
>
>Best regards,
>
>Suyati
>Finance Dept.
>Phone: 62 770 611048
>Fax : 62 770 612470
>e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>----- Forwarded by Suyati Wong/CV/Novartis on 04/27/2005 12:30 PM -----
>
> "Suwarno \(IT\)"
> <[EMAIL PROTECTED] To:
"Handy" <[EMAIL PROTECTED]>, "Willing" <[EMAIL PROTECTED]>,
> .com> "Suwati" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, "Suarni,
> Dewi" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
"Johan
> 04/27/2005 08:18 Johan" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
> AM <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
> <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
> <[EMAIL PROTECTED]>, Suyati
Wong/CV/[EMAIL PROTECTED],
> <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
> cc: "Soni Tri Setiawan"
<[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: <Breakfast> Jarang ke Vihara ...
>
>
>
>
>
>Dari: Diah, Jakarta
>Bhante,
>Saya seorang Buddhis yang jarang sekali terlibat dalam kegiatan2
>keagamaan (juga jarang ke vihara). Menurut prinsip saya, memupuk karma
>baik seharusnya bukanlah dari seringnya ke vihara atau aktifnya
>seseorang dalam kegiatan keagamaan, tetapi yang penting adalah hati ini
>apakah bisa tetap bersih dan bijak menghadapi kehidupan ini. Apakah
>pendapat saya ini benar Bhante ?
>Apakah
dengan jarangnya kita mendengar Dhamma bisa mengikis karma baik
>yang telah kita perbuat ?
>Tapi mengapa belakangan ini saya sering merasa hampa ? Sedangkan kalau
>ke vihara dan pembicaranya kurang asyik, saya jadi bosan dan tidak
>menyimak Dhamma dengan baik.
>Terima kasih.
>
>Jawaban:
>Dalam Dhamma disebutkan bahwa kebajikan dapat dilakukan dengan badan,
>ucapan serta pikiran. Pergi ke vihara dan mengikuti berbagai kegiatan
>keagamaan adalah salah satu bentuk kebajikan. Tentu saja hal itu
>bukanlah satu-satunya kebajikan yang dapat dikerjakan. Namun, seseorang
>yang pergi ke vihara akan mempunyai kesempatan untuk berkumpul dan
>bersosialisasi. Ia dapat saling bertukar pengalaman mengenai pelaksanaan
>Ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini akan
>menumbuhkan keyakinan yang kuat
dalam dirinya pada Buddha Dhamma. Ia
>akan mempunyai pedoman pasti untuk bertindak, berbicara serta berpikir
>yang baik, bersih serta bijaksana.
>Jika seseorang jarang mendengarkan Dhamma, maka ia telah kehilangan
>kesempatan untuk berbuat baik serta mendapatkan pedoman hidup yang pasti
>untuk berlaku bijaksana dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, apabila
>ceramah Dhamma yang diberikan di vihara kurang menarik, maka ia dapat
>mencari sumber Dhamma lainnya berupa buku-buku Dhamma yang sudah banyak
>dicetak dan tersebar di masyarakat, kaset ceramah Dhamma, CD / VCD
>maupun berbagai sumber Dhamma di Internet. Dengan semakin banyak
>mempelajari Dhamma serta melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,
>seorang umat Buddha akan semakin yakin akan indahnya Buddha Dhamma. Ia
>tidak lagi merasa hampa batinnya.
>Semoga
jawaban ini dapat dijadikan perenungan untuk menentukan sikap
>dalam melaksanakan berbagai kebajikan sesuai dengan Ajaran Sang Buddha
>di masyarakat.
>Semoga selalu bahagia.
>Salam metta,
>B. Uttamo
>
>
>
>