Note: forwarded message attached.


                
Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour:
http://tour.mail.yahoo.com/mailtour.html


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
--- Begin Message ---






>From: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: PAYMENT ADVISE
>Date: Wed, 27 Apr 2005 12:31:18 +0700
>
>Best regards,
>
>Suyati
>Finance Dept.
>Phone: 62 770 611048
>Fax     : 62 770 612470
>e-mail  : [EMAIL PROTECTED]
>----- Forwarded by Suyati Wong/CV/Novartis on 04/27/2005 12:30 PM -----
>
>                       "Suwarno \(IT\)"
>                       <[EMAIL PROTECTED]        To:       "Handy" <[EMAIL PROTECTED]>, "Willing" <[EMAIL PROTECTED]>,
>                       .com>                     "Suwati" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, "Suarni,
>                                                 Dewi" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, "Johan
>                       04/27/2005 08:18          Johan" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
>                       AM                        <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
>                                                 <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
>                                                 <[EMAIL PROTECTED]>, Suyati Wong/CV/[EMAIL PROTECTED],
>                                                 <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
>                                                cc:       "Soni Tri Setiawan" <[EMAIL PROTECTED]>
>                                                Subject:  <Breakfast> Jarang ke Vihara ...
>
>
>
>
>
>Dari: Diah, Jakarta
>Bhante,
>Saya seorang Buddhis yang jarang sekali terlibat dalam kegiatan2
>keagamaan (juga jarang ke vihara). Menurut prinsip saya, memupuk karma
>baik seharusnya bukanlah dari seringnya ke vihara atau aktifnya
>seseorang dalam kegiatan keagamaan, tetapi yang penting adalah hati ini
>apakah bisa tetap bersih dan bijak menghadapi kehidupan ini. Apakah
>pendapat saya ini benar Bhante ?
>Apakah dengan jarangnya kita mendengar Dhamma bisa mengikis karma baik
>yang telah kita perbuat ?
>Tapi mengapa belakangan ini saya sering merasa hampa ? Sedangkan kalau
>ke vihara dan pembicaranya kurang asyik, saya jadi bosan dan tidak
>menyimak Dhamma dengan baik.
>Terima kasih.
>
>Jawaban:
>Dalam Dhamma disebutkan bahwa kebajikan dapat dilakukan dengan badan,
>ucapan serta pikiran. Pergi ke vihara dan mengikuti berbagai kegiatan
>keagamaan adalah salah satu bentuk kebajikan. Tentu saja hal itu
>bukanlah satu-satunya kebajikan yang dapat dikerjakan. Namun, seseorang
>yang pergi ke vihara akan mempunyai kesempatan untuk berkumpul dan
>bersosialisasi. Ia dapat saling bertukar pengalaman mengenai pelaksanaan
>Ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini akan
>menumbuhkan keyakinan yang kuat dalam dirinya pada Buddha Dhamma. Ia
>akan mempunyai pedoman pasti untuk bertindak, berbicara serta berpikir
>yang baik, bersih serta bijaksana.
>Jika seseorang jarang mendengarkan Dhamma, maka ia telah kehilangan
>kesempatan untuk berbuat baik serta mendapatkan pedoman hidup yang pasti
>untuk berlaku bijaksana dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, apabila
>ceramah Dhamma yang diberikan di vihara kurang menarik, maka ia dapat
>mencari sumber Dhamma lainnya berupa buku-buku Dhamma yang sudah banyak
>dicetak dan tersebar di masyarakat, kaset ceramah Dhamma, CD / VCD
>maupun berbagai sumber Dhamma di Internet. Dengan semakin banyak
>mempelajari Dhamma serta melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,
>seorang umat Buddha akan semakin yakin akan indahnya Buddha Dhamma. Ia
>tidak lagi merasa hampa batinnya.
>Semoga jawaban ini dapat dijadikan perenungan untuk menentukan sikap
>dalam melaksanakan berbagai kebajikan sesuai dengan Ajaran Sang Buddha
>di masyarakat.
>Semoga selalu bahagia.
>Salam metta,
>B. Uttamo
>
>
>
>


Express yourself instantly with MSN Messenger! MSN Messenger Download today it's FREE!
--- End Message ---

Kirim email ke