>From: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: PAYMENT ADVICE
>Date: Wed, 4 May 2005 08:06:07 +0700
>
>Best regards,
>
>Suyati
>Finance Dept.
>Phone: 62 770 611048
>Fax : 62 770 612470
>e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>----- Forwarded by Suyati Wong/CV/Novartis on 05/04/2005 08:05 AM -----
>
> "Suwarno \(IT\)"
> <[EMAIL PROTECTED] To: "Handy"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Willing" <[EMAIL PROTECTED]>,
> .com> "Suwati" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, "Suarni,
> Dewi" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
"Johan
> 05/03/2005 08:44 Johan" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
> AM <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>,
> <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
> <[EMAIL PROTECTED]>, Suyati
Wong/CV/[EMAIL PROTECTED],
> <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, "Meriyana"
> <[EMAIL PROTECTED]>, Suyati
Wong/CV/[EMAIL PROTECTED]
> cc: "Soni Tri Setiawan" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: <Breakfast> Makna "Jujur, sungguh jujur" dalam
Karaniyametta
> Sutta
>
>
>
>
>
>Dari: Asen, Jakarta
>Bhante,
>Bagaimana menerjemahkan kata-kata "berlaku jujur, sungguh jujur", juga
>untuk "baik", "ramah" dll dalam kehidupan sehari-hari ?
>Apakah kita harus menerapkan kejujuran, kebaikan dan keramahan dengan
>sungguh-sungguh ? Menurut saya, itu seakan-akan membuat saya seperti
>orang bodoh. Apakah kita boleh "tidak" begitu jujur, baik dan ramah
>apabila ...... (sengaja dikosongkan), jika ini boleh berarti kan
>kejujuran, kebaikan dan keramahan kita tidak
unconditional. Karena ada
>pendapat kalau sesuatu yang terlalu, termasuk terlalu jujur, baik dan
>ramah juga tidak baik.
>Bagaimana menurut Bhante tentang hal ini ?
>Anumodana.
>
>Jawaban:
>Agama Buddha memang mengajarkan seseorang untuk berbuat kebajikan,
>termasuk berlaku jujur dan ramah, namun, di sisi lain, umat Buddha juga
>diajarkan untuk selalu bertindak bijaksana. Seseorang disebut bijaksana
>apabila ia dapat membedakan hal penting sebagai hal yang penting, dan
>hal yang tidak penting sebagai hal yang tidak penting. Dengan kata lain,
>orang bijaksana adalah ketika ia mampu melihat saat yang tepat untuk
>bertindak sesuatu. Ketepatan bertindak maupun menghentikan tindakan
>inilah yang menghindarkan dirinya dari sebutan 'orang bodoh baik hati'.
>Ia menjadi orang baik dan
bijaksana.
>Semoga pengertian ini dapat dijadikan perenungan agar menjadi bijaksana
>dalam bertindak baik.
>Semoga selalu bahagia.
>Salam metta,
>B. Uttamo
>
>
>
>