Siapapun yang menghadapi masalah dilematis tersebut pasti akan bingung 
sesaat. Namun siapapun juga kita harus duduk tenang berpikir dengan jernih, 
mempertimbangkan semua kebaikan dan keburukan sehingga dapat melihat masalah 
dengan lebih bijaksana. Orang bijak berkata : " Air tenang lebih dapat 
memantulkan bayangan dengan lebih jelas."

Seandainya ancaman dikabulkan oleh bikkhu, maka berarti :
- Bikkhu mengorbankan diri dan masa depan sendiri demi memenuhi kebutuhan 
emosional satu orang yg motivasinya tidak baik (egois). Sementara itu, tidak 
mungkin akan ada kebahagiaan dalam pernikahan dibawah ancaman.
- Bikkhu juga telah melupakan tujuan yang lebih besar dari hidup dan 
pengabdiannya.
- Bikkhu kehilangan kesempatan berbuat lebih banyak kebajikan bagi org lain 
yg lebih membutuhkannya dengan alasan yang lebih mulia.
- Bikkhu telah "mengorbankan" perasaan dan harapan orang lain yang jumlahnya 
jelas lebih banyak
- Bikkhu gagal mendidik atau menyadarkan org tersebut dan bahkan sebaliknya 
"setuju" bahwa cara yg dipakai adalah efektif dan boleh-boleh saja.

Dari sisi lain, apabila si wanita benar-benar bunuh diri, maka berarti 
bikkhu gagal mencegah tindakan bunuh diri. Tapi bikkhu tsb bukanlah penyebab 
langsung kematian wanita tsb. Tidak ada niat bikkhu untuk membunuh atau 
menyakiti atau sengaja membuat kondisi sehingga si wanita tsb bunuh diri. 
Namun bunuh diri terjadi secara sepihak karena ketidakmampuan diri menerima 
kenyataan. Bahkan dari segi hukum pun, bikkhu tidak bersalah sama sekali. 
Jadi sama sekali tidak relevan apabila bikkhu merasa menjadi penyebab 
kematian wanita tsb.

Menurut saya, hal terbaik untuk mencegah bunuh diri dalam kasus ini adalah 
bukan dengan memenuhi ancaman tersebut, melainkan dengan terus memberi 
pengertian, berusaha menyadarkan wanita tersebut, memberi perhatian dan 
waktu sampai emosinya lebih stabil. Dengan demikian berarti bikkhu telah 
sungguh-sungguh berusaha mencegah wanita itu dari niat bunuh diri.

Bahwa hidup tidak ada yang gratis dan selalu menuntut pengorbanan utk setiap 
hal. Manusia dituntut lebih bijaksana untuk memilih mana yang harus 
didahulukan dan mempertimbankan harga yang harus dibayar. Kita tidak mungkin 
memenuhi semua keinginan diri kita sendiri maupun org lain. Hampir selalu 
ada yang harus dikecewakan pada saat salah satu harapan terpenuhi. Itulah 2 
sisi mata uang kehidupan... :-)


Wi Tjong




>>
>> On Tue, 10 May 2005, Dananjaya wrote:
>>
>> > Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha
>> >
>> > Saya ingin minta pendapat bagaimana kalau seorang
>> menghadapi orang
>> > yang ingin bunuh diri karena dia ingin bhikkhu
>> menjadi pacarnya atau
>> > istrinya sedangkan bhikkhu sama sekali tidak
>> menyukai wanita itu.
>> >
>> > Si bhikkhu menghadapi dilema disatu sisi dia tidak
>> ingin melepas jubah
>> > di sisi lain dia tidak bisa menjadi penyebab
>> kematian si wanita itu??
>> >
>> > harap sebelum menjawab pikirkan dan renungkan
>> baik2, bagaimana bila
>> > anda sendiri adalah si Bhikkhu tersebut
>> >
>> >
>> > Dananjaya
>>
>>
>>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
>
>
> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
> maupun di luar diri saya.
>
> Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
> tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
> serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
> Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
> latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
> agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
> sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
> Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
> asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, 
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
> kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang 
> tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke