Mari kita fokus pada soal "doa", tolong tinggalkan dulu soal "murni".
 
Silakan rangkumkan argumennya, jadi bisa dijadikan bahan studi dan pedoman, bukan hanya silat lidah di e-mail.
 
regards,
Harryson

bodhimanggala <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
dear all khususnya Mr/Ms flyaway_withlove
(btw, how we should call u?)
daripada kita berdebat ke sana ke mari , mending kita dokumentasikan
topik ini dalam suatu artikel

saya ada ide
gimana kalo anda atau siapa saja yg bersedia, tulis sebuah artikel yg
topiknya berdoa secara buddhis, khsuusnya lagi dari sudut pandang

"Siddharta tidak pernah  mengajarkan untuk berdoa kepada pihak
eksternal "

sedangkan saya (atau ada rekan lain yg mau, silakan coba) akan coba
tulis dari sudut pandang sebaliknya......


mohon tulis dgn rapi jadi jgn model tulis di milis, hehehehe

naskah anda insya allah akan dimuat di Buletin Maya Dharmamangala
(punten moderator Dharmajala, boleh numpang promosi kan, heheheh)
dijamin tidak akan disensor ;-) ya gak Bos Giri??

tolong dalam tulisan anda dijelaskan mana yg opini pribadi dan mana yg
berdasarkan 'fakta', misalnya ada di kitab bla bla bla
atau sumber referensi anda lainnya

thanks

cheers
surya
on behalf of Buletin Maya Indonesia Dharma Manggala.
=======================================

--- In [email protected], "flyaway_withlove"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], "Huangdi_98" <[EMAIL PROTECTED]> w
> Setelah mempelajari Buddhism dari sana-sini ( internet, ebook, buku,
> pengalaman pribadi, conversation, dll ), menurut pemahaman saya,
> Siddharta sendiri ( saya tidak bilang theravada, yah..... repeat
after
> me, saya tidak bilang theravada tapi Siddharta ) tidak pernah
> mengajarkan untuk berdoa kepada pihak eksternal entah itu dewa, atau
> buddha, atau Tuhan, atau dll. Berdoa bagi Siddharta yah itu mirip
> wishing, "Semoga bla bla bla."
>




Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.



Yahoo! Mail Mobile
Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke