Rekan-rekan Dharmajala,

 

Saya membayangkan usaha Budhis itu nantinya berupa usaha sosial, semi sosial dan usaha yang mencari profit. Sedangkan produk kegiatan yang nantinya ditangani adalah : rumah sakit, poliklinik, sekolah Budhis, vihara-vihara dan organisasi-organisasi Budhis seperti Majelis, Sekber, kegiatan kepemudahaan di vihara-vihara, KMB-KMB dan  lain-lain, bahkan saya dahulu pernah membayangkan asrama Budhis (saya menganggap asrama ini penting, merupakan tempat penggodogan aktivis-aktivis Budhis). Untuk mengkelola semuanya ini tentu perlu dana yang luar biasa besarnya apalagi produk kegiatan itu bukan hanya di Jakarta saja bahkan di seluruh Nusantara. Dari mana dana ini diperoleh ?. Jelaslah tidak mungkin semua biaya ini ditanggung oleh umat Budha saja. Kalau hanya dari umat Budha maka kita tidak bakal bisa besar, akan terus kecil dan sangat terbatas. Lihatlah SCTV, bisa menyumbang kemana-mana dengan dana dari dompet amal SCTV. Karena itu kalau kita ingin mengelola usaha yang demikian besar harus dapat mengambil dana dari masyarakat. Kita tidak perlu meminta dana seperti yang dilakukan SCTV, kita dapat membuat usaha di masyarakat dan untuk masyarakat yang akan menghasilkan uang untuk membiayai semua kegiatan tersebut. Lihatlah di Katolik, mereka mempunyai Koran KOMPAS, ada penerbit Gramedia, ada Rumah Sakit, sekolah, Panti Jompo dan lain-lain. Dengan adanay usaha yang berhasil mengambil dana dari masyarakat maka kita dapat melakukan subsidi silang, apakah dilakukan secara langsung (kalau semuanya di satu tangan) atau tidak langsung (kalau kegiatan itu statusnya terpisah). Dengan demikian secara menyeluruh dana itu nantinya berupa: dana dari orang Budhis sebagai sumbangan sukarela, dana dari Orang Budhis sebagai akibat transaksi yang saling menguntungkan (seperti  VCD ceramah dll, artinya usaha yang segmen pasarnya khusus orang Budhis) dan dari  masyarakat, mungkin juga (saya membaca di milling) dari pemerintah.

Untuk sdr �Memandang Laut�, janganlah anda putus asa. Saya menganjurkan anda beserta orang yang setuju dengan anda untuk aktif di organisasi Budhis dan carilah usaha di masyarakat untuk masyarakat yang menguntungkan. Sisakan dana yang terkumpul untuk menunjang usaha sosial Budhis, saya kira kita masih sangat banyak membutuhkan dana untuk kegiatan sosial Budhis. Tanyakan saja pada pengurus Majelis Budhis Pusat dan bawahannya, bagaimana mereka itu kerepotan mencari dana untuk kegiatan yang mereka ingin lakukan. Hanya pesan saya, nanti kalau berhasil janganlah lupa akan tujuan semula yaitu mencari dana untuk kegiatan Budhis, jangan sampai melihat peluang untung terus keluar dan melakukan usaha yang diperuntukkan sendiri atau dengan klik anda, hal ini merupakan godaan yang akan dialami kalau sudah sukses. Oh, ya, jangan lupa peluang yang diberikan oleh rekan di milling ini yaitu dana dari pemerintah, mungkin itu yang paling mudah untuk mulai.

Dalam mencari dana di masyarakat itu anda pasti perlu dana dan kemungkinan untuk rugi tentunya ada. Disini peranan dana sukarela umat Budhis, baik sebagai modal awal maupun sebagai penyanggah. Selamat bekerja.

Sebagai kata akhir saya ingin mengemukakan bahwa semua kegiatan pencari dana baik dari sumbangan sukarela maupun dari masyarakat seharusnya dapat dipadukan secara harmonis barulah kita bisa besar, dan rasanya kita semua ingin menjadi besar bukan ?.

 

 

Kreshna A


Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke