--- In [email protected], "Huangdi_98" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> CUPLIKAN ITU LU MESTI LIAT KRONOLOGISNYA ame buat sapa pulak
> Coba kutip lengkap kata2nye hehehehehehe
> 
> Anand sipenjual spritualisme , nulis TAOISME aje babak belur acak kadut 
> nyang gak cerminin ape itu TAO.
> Tukang latah getu lu baca bukunye en bangga2in ?
> Belon lage tulisan YI JING nye wakakakakakakkakaka

Jadi sekarang kritik Anda ditujukan salah satu pihak yang mempengaruhi
saya. Baguslah, nama Theravada tidak dibawa-bawa. Well, kalau Anda
perhatikan pihak-pihak yang mempengaruhi pandangan saya, semuanya
hampir tidak kompatibel. Mari kita ambil contoh:
1. Krisnahmurti menolak semua metode untuk memasuki alam meditasi.
Anand Krishna menggunakan banyak metode untuk memasuki alam meditasi.
2. Lama-lama mempercayai adanya alam bardo ( alam sebelum kelahiran
kembali ). Theravada menganggap itu adalah fantasi.
Selain itu banyak cara untuk memasuki alam meditasi yang berbeda-beda:
Eknath Easwaran menggunakan japa ( pengulangan kata-kata ) untuk
memasuki alam meditasi.
Deepak Chopra membawa pendekatan medikalnya ( terutama Ayurveda )
dalam memasuki alam meditasi.

Tahu moral dari cerita ini? 
Masing-masing melihat kebenaran dari satu sisi. Saya penganut
Theravada ( yang mempercayai kelahiran kembali terjadi sesaat setelah
kematian ) membaca buku-buku Lama-Lama ( yang mempercayai alam bardo,
alam perantaraan ). Mana menurut Anda yang saya percayai karena
menurut teori saya tidak mungkin percaya kedua-duanya???? Membaca
buku-buku Anand Krishna tidak berarti menyetujui all his sayings
demikian juga dengan buku-buku master spiritual yang lainnya. Saya
mengambil mutiara-mutiara dari mereka.......

> 
> Jadi ngakak neh hehehehehhe
> makanye bang , belajar tuh ame bang BODHIMANGGALA sono
> sape tau lu jadi tambah pemahaman nyang bener

Saya belajar dari banyak pihak.... tidak hanya dari satu pihak... Saya
juga belajar dari Anda, dari Saudara Surya. 

Pemahaman yang benar???? Hmmmm.... bayangkan ada sebuah koin Rp 200.
Kita berdiri berhadap-hadapan dengan koin Rp 200 di antara kita. Saya
melihat gambar burung jalak bali. Anda melihat gambar Pancasila. 
Saya bilang, "Ini adalah gambar burung jalak bali."
Anda bilang, "hehehehehe, ini adalah gambar Pancasila."

Menurut Anda, siapakah di antara kita yang benar????

Moral dari cerita ini adalah pemahaman Anda mengenai buddhism (
spesifik ) atau pun kebenaran ( umum ) berbeda dengan pemahaman saya.
Demikan juga pemahaman Anda berbeda dengan pemahaman Anand Krishna,
berbeda dengan pemahaman Krishnamurti, atau juga Deepak Chopra, atau
juga Karen Armstrong, atau juga Eknath Easwaran....... atau juga Lama
Surya Das, Dalai Lama, Redfield.......

karena kita lahir di lingkungan yang berbeda, memiliki karakteristik
mind yang berbeda, punya pembawaan jiwa yang berbeda.....

Anda sudah mengkritik Anand Krishna dan Theravada. Kritik Anda menjadi
pembelajaran buat saya dan anggota milis lainnya. Saya menunggu kritik
Anda terhadap Krishnamurti, dan Lama Surya Das ( pengarang Awakening
the Buddha Within, cari saja di Gramedia )..... dan guru-guru lainnya
kalau Anda mau. Karena Anand Krishna dan Theravada itu hanya sebagian
saja mempengaruhi pemahaman saya.

Terima kasih.







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke