Pertimbangkan perspektif berikut: A long long time ago, hiduplah seseorang yang bernama Shrek. Shrek dikenal sebagai seseorang yang jago berdebat di mana pun dia berada. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa mengalahkan dia dalam perdebatan. Buddha bersabda, "Nothing lasts forever." Demikian juga dengan Shrek. Shrek pun bertambah tua. Shrek memiliki idealisme yang tinggi. ILMU PENGETAHUAN ADALAH MILIK BERSAMA. Maka dia berniat menyebarkan ilmu berdebatnya kepada semua orang sehingga di dunia ini makin banyak saja orang yang jago debat sebelum dia mati.
Akhirnya dia memutuskan menjadi pembicara. Karena idealismenya itu, dia memutuskan seminar dari dia gratis. Seminarnya gratis buat siapa saja. Lalu dia menyelenggarakan seminar ( gratis ) "Seni Berdebat". Banyak orang yang ikut seminar itu. Dia pun mengajarkan cara-cara jitu berdebat di seminar itu. Kemudian dia menyadari sebagian besar yang ikut seminarnya adalah orang yang tidak peduli dengan "berdebat". Mereka hanya ingin sertifikat. Si Shrek menjadi sedih. Karena hanya sedikit di antara mereka yang hadir di seminar itu benar-benar "mendengarkan" nya. Kemudian untuk seminar berikutnya, dia men-charge Rp 70000. Jadi orang harus membayar Rp 70000 untuk ikut seminar "Seni Berdebat". Dengan strategi ini, dia bisa mengeliminir banyak orang yang cuma mau ambil sertifikat. Dia bisa yakin bahwa nanti sebagian besar yang ikut seminarnya adalah mereka yang benar2 mau belajar "berdebat" karena mereka itu rela mengeluarkan uang Rp 70000 untuk belajar "berdebat". Apalah arti Rp 70000 dibandingkan dengan ilmu berdebat yang akan mereka dapat. Jadi apakah Shrek melanggar idealismenya ( ILMU PENGETAHUAN ADALAH MILIK BERSAMA ) dengan mencharge seminarnya???? Saya pikir tidak. --- In [email protected], "chingik2003" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pencari dharma sejati bahkan sanggup mengorbankan tubuh dan > pikirannya demi > > mendapatkan sebait gatha yang dapat memberinya pencerahan. Maka > buku dharma yang > > > > Sdr.Flyaway mengasumsikan dharma bagaikan buah2an yang dapat dijual. > Orang yang > > mau menjadi pedagang buah atau air aqua, memang tidak salah, tetapi > jika menjadi > > pedagang buah atau aqua, maka dia hanya disebut pedagang saja, bukan > dermawan. > > Demikian juga menjadikan dharma untuk dijual maka dia hanya disebut > pedagang dharma > > saja, bukan pemberi dharma seperti yang dijalankan seorang > Bodhisatva. Jadi silahkan > > saja memilih mau menjadi pedagang atau pemberi dharma. > Sdr. Sutar mengatakan jangan melihat dari satu sisi saja memang > benar, oleh sebab itu tulisan ini perlu diangkat untuk mengingatkan > mereka yang masih terikat pada keuntungan pribadi. Jika motivasi > sdr.Sutar tidak suka buku gratisan itu mungkin karena buku itu > tampil dalam bentuk yang jelek atau bagaimana? Saya pernah baca > tulisan Sangharakshita, beliau menyayangkan orang lebih suka buku > yang tampilannya bagus, atau buku seperti karya lobsang rampa, tapi > mereka tidak tertarik dengan kitab Sutra yang tampilannya sederhana > padahal justru itulah permata sejati. Memang sesungguhnya motivasi > dirilah yang utama. Jika sdr. Sutar sangat mengharapkan adanya suatu ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
