Dear Bro n Sis,

Saya berpendapat kesaksian itu PENTING dan PERLU dilakukan oleh Buddhis.

Hanya saja bersaksi tentang APA, BAGAIMANA memberikan kesaksian, dan
bersaksi MELALUI apa, itu yang perlu dibahas secara lebih jelas.

Dalam program Dharmajala, memang direncanakan untuk menerbitkan buku,
kaset, dan VCD yang berisi tentang kesaksian. Hanya masalahnya klasik,
hingga saat ini belum bisa dikerjakan karena BELUM KETEMU orang-orang
yang BERKOMITMEN untuk MEMPERJUANGKANNYA hingga GOL!

Barangkali ada Bro or Sis yang TERPANGGIL untuk memperjuangkannya
secara bersama?

Bagi yang terpanggil harap japri saya.

Anumodana
Let us try to be mindful
Salam Perjuangan

JL




--- In [email protected], "yeherdian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Setuju sekali dengan saudara2 sekalian yang menyatakan bahwa
tidaklah benar
> mengungkapkan kesaksian dengan menjatuhkan atau menjelek-jelekkan
sesuatu
> entah itu agama yang lama maupun pandangan yang lama.
> Senang sekali bahwa ada teman2 yang memahami banyak pengetahuan
mengenai hal
> ini sangat banyak. Namun aku sedikit merasa sedih saat melihat cara-cara
> penyampaian yang kurang bijak. Buddha tidak pernah memperbaiki kesalahan
> pandangan orang lain dengan menertawakan lebar2 pandangan salah orang
> tersebut. Buddha juga tidak menyalahkan orang tersebut karena
berpandangan
> salah. Buddha selalu dengan bijak dan lembut menyampaikan kebenaran
kepada
> orang lain. Salah satu contoh adalah dalam sigalovada sutta, kepada
pemuda
> Sigala, Buddha mendukung pemuda itu untuk melakukan penyembahan puja
ke enam
> arah tanpa menertawakan pemuda tsb yang melakukannya tanpa mengerti
makna.
> Pemuda itu hanya mengikuti anjuran orang tuanya, dan Buddha memberikan
> pujian dan dukungan kepada pemuda tsb, dengan kemudian memberikan
penjelasan
> secara bijak kepada pemuda tsb tanpa mencela apapun juga, seperti
misalnya
> mencela orang tua pemuda tsb yang tidak menjelaskan maknanya.
> Begitu juga dalam kalama sutta, kepada masyarakat suku kalama,
Buddha tidak
> mentertawakan kebodohan mereka dan mencela guru2 ajaran lainnya. Dengan
> bijak Buddha menjelaskan apa yang menjadi dasar untuk meyakini suatu
> kebenaran.
> Bahagia sekali jika kita umat Buddha yang memiliki pengetahuan lebih
baik
> daripada rekan2 yang lain juga memiliki kebijaksanaan dalam
penyampaian. Aku
> sering sekali menjumpai rekan2 dengan pengetahuan tinggi namun tidak
> memiliki kebijaksanaan dalam penyampaian. Seringkali aku mengajak
rekan2 tsb
> untuk membagikan pengetahuan mereka kepada umat secara langsung melalui
> sharing dharma pada kebaktian2 di vihara, namun mereka belum berani
menerima
> ajakanku. Sayang sekali jika pengetahuan yang baik tidak dibagikan
kepada
> mereka yang belum mengetahuinya. Buddha tidak pernah gentar dan malu
> menyatakan kebenaran dengan tidak menunjukkan dirinya. Buddha tidak
pernah
> menyatakan kebenaran dengan menyembunyikan jati dirinya. Seringkali
mereka
> yang aku jumpai berani menyampaikan dan berbagi pengetahuan dengan
> menyembunyikan jati dirinya melalui forum2 dan milis2 saja. Mengapa
mereka
> malu menyatakan kebenaran? Entahlah, mungkin mereka bukan malu tuk
> menyatakan kebenaran, namun malu karena belum bisa menyampaikannya
secara
> bijak seperti yang dilakukan oleh Buddha. 
> Mereka yang pernah mencoba secara berani menyampaikan dalam sharing
dharma
> di kebaktian sebuah vihara dengan penyampaian yang kurang bijaksana
> mendapatkan penolakan dari umat dan masyarakat Buddhis. Umat selalu
berpikir
> bahwa jika penyampaian tidak mencerminkan perilaku seorang Buddha,
apakah
> yang disampaikannya tersebut bisa dipercaya? Atau umat dapat menerima
> pandangan kebenaran tsb, namun karena penyampaian yang kurang bijak,
umat
> terlanjur membuat benteng pertahanan dalam dirinya. 
> Mari kita bersama mencoba mengajarkan kepada umat Buddha untuk mengerti
> kesaksian yang benar dengan bijak. Bahwa kesaksian itu merupakan berbagi
> kepada orang lain mengenai masalah yang dihadapi dan solusinya yang
> ditemukan melalui ajaran dharma, baik melalui pemahaman sutta, sutra,
> dharmapada, paritta suci maupun dharma yang diberikan oleh Bhikkhu
Sangha,
> Pandita, dharmaduta, maupun rekan2 sedharma. Bukan berdasarkan
keajaiban dan
> lain sebagainya. 
>  
> Semoga kita semua mendapatkan kebahagiaan kita masing2,
>  
> Yeherdian




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke