Apakah Anda Hadir di Sini? (4/4)

 

A. H. Almaas

 

Yang mencegah anda untuk hadir setiap saat adalah harapan akan sesuatu yang belum terjadi. Mengharapkan bukan hal ini yang terjadi membuat anda terus mengejar angan-angan. Tapi itu hanyalah angan-angan; anda tidak akan pernah sampai di sana. Justeru angan-angan itulah yang mencegahmu melihat betapa berharganya kekinian. Dengan mengejar angan-angan, anda sedang menolak diri sendiri.

 

Tentu saja, ketika anda menjadi diri sendiri, mengada bersama kenyataan, anda mungkin akan mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, tapi itu semua hanyalah batu ujian yang akan hilang dengan sendirinya. Anda mungkin merasa gelisah, takut, sakit hati, dan berbagai perasaan negatif lainnya �apa yang selama ini anda hindari. Mereka tidak hilang, melainkan terkumpul di alam bawah sadar. Pada saat anda menyadari dan memahami perasaan-perasaan itu, dengan cara menghadapinya saat mereka muncul, mereka akan hilang sendiri. 

 

Perasaan-perasaan itu bukanlah anda.  Bila semua ilusi telah diatasi, maka apa yang nyata, yang hakiki, akan menampakkan dirinya. Sampai di sini anda telah melewati proses penyucian batin, tapi bukan berarti batin kita kotor, melainkan pandangan kita yang keliru tentang hakikat kenyataan. Jika anda terus berharap, dan menyusun sendiri cerita yang anda sukai, maka anda akan terus tidur dan bermimpi.  Kehidupan yang nyata akan terus berlangsung terlepas dari apakah anda suka atau tidak. Masihkah anda menggantungkan kebahagiaan pada sesuatu selain diri sendiri?

 

Yang harus kita lakukan hanyalah membiarkan batinmu muncul ke permukaan. Biasakanlah demikian. Saya tidak menganjurkan anda duduk sebentar bermeditasi, lalu sesudahnya kembali mengejar hal-hal yang anda kira �lebih penting� daripada meditasi itu.  Karena sesungguhnya apa yang paling penting?  Diri anda itulah!  Anda tidak perlu melakukan sesuatu yang �penting� untuk menjadi penting. Anda tidak perlu menghasilkan sesuatu (bahkan juga tidak Pencerahan atau perbuatan mulia lainnya) untuk membuat hidupmu penting.

 

Anda, diri anda, penting bukan karena orang lain menganggapmu demikian, juga bukan karena kemampuan khusus yang anda miliki. Anda penting karena tanpa kehadiran �anda� pada setiap saat dalam hidup anda sendiri, segala sesuatunya menjadi tidak berarti. Dengan menyadari keberadaan anda, maka segala yang anda alami menjadi begitu bernilai, begitu mempunyai arti. 

 

Apa pun yang anda lakukan �mengepel lantai, mandi, atau bekerja. Setiap saat menjadi amat berharga, dan hidup kita pun mencapai kepenuhannya. Anda bukanlah perasaan, atau pemikiran, ataupun kesadaran, melainkan keberadaan, kehadiran, yang utuh-penuh,  dalam kekinian.

 

Sumber : �Cuci Piringmu Sehabis Makan�, Penerbit Karaniya



Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke