Title: Message
Hai,
 
Ada yang kurang,tak bisa merinci karena tidak pakar,mungkin kurang dari segi kekuatan cerita,seperti kurang nyambung dan unsur yang membuat ia menjadi samanera kurang greget kali ya.
 
Tapi sangat tidak masalah.Langkah awal,dipuji untuk niat dan keberanian,tidak mudah mewujudkan ditambah lagi keterbatasan dana.
 
Buat saya pribadi sangat menerima,apalagi banyak pemain yang tidak asing,sudah dikenal tetapi kita tetap harus jujur untuk kekurangannya,demi kemajuan ke depan.
 
Saya sempat sms-in ipar2 dan mereka bersedia pindah channel dari acara kesenangan mereka di stasiun tv lain.Ada rasa bangga lho.
 
Oh,ya ada alasan mengapa nama2 yang dipakai adalah nama chinese?mengapa bukan nama Buddhis?
Khan bisa buat ide yang lagi cari nama Buddhis.
 
Salut buat semua.Maju terus.
 
 
 
----- Original Message -----
From: Wilian
Sent: Wednesday, June 01, 2005 11:34 AM
Subject: RE: [Dharmajala] Fw: telesinema

         Dear All,
 
         Bagi yang sudah menonton "Mutiara Jingga" ditunggu komentar,usul saran dan kritik untuk membuat Dharma by film yang lebih baik:)
 
Mari kita diskusikan ttg "Mutiara Jingga" :)
        
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of erny
Sent: Wednesday, June 01, 2005 10:39 AM
To: >
Cc: jimy-lominto; kiemin; wawan setiawan; amin; Siutarno; gion hong; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; paulini
Subject: [Dharmajala] Fw: telesinema


namo buddhaya,

terima kasih ya atas dukungan nya semoga ini menjadi langkah awal dari
kemajuan kita untuk menyebarkan dharma ke teman - teman.

mettacittena,
erny hamsah

----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Cc: Dharmajala Moderator <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, June 01, 2005 9:32 AM
Subject: telesinema


> Namo Buddhaya
>
> oh ya, saya lihat Bung Jimmy Lominto adalah moderator Dharmajala, kalo
> ngakk salah Penulis Skenaria Telesinema Mutiara Jingga ya ?
> begini , waktu waisak kita khan ada nonton Telesinema "Mutiara Jingga".
> mungkin teman teman ada masukkan buat mereka yg bikin telesinema ini yang
> membangun. agar ada terus menerus (berkesinambungan) dan semakin lama
> semakin OK punya.
>
> Sukses untuk PROMABI !
>
> Salam Metta
> Tejakalyano
>
>
>
> DISCLAIMER :
>
> The information contained in this communication (including any
attachments) is privileged and confidential, and may be legally exempt from
disclosure under applicable law. It is intended only for the specific
purpose of being used by the individual or entity to whom it is addressed.
If you are not the addressee indicated in this message (or are responsible
for delivery of the message to such person), you must not disclose,
disseminate, distribute, deliver, copy, circulate, rely on or use any of the
information contained in this transmission.
>
> We apologize if you have received this communication in error; kindly
inform the sender accordingly. Please also ensure that this original message
and any record of it is permanently deleted from your computer system. We do
not give or endorse any opinions, conclusions and other information in this
message that do not relate to our official business.
>
>



Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke