ngomong-ngomong matematika,
IMHO, kalkulus mah bukan matematika yg tertinggi
rasanya gak ada deh, yg namanya matematika tertinggi.
kalkulus mah 'gak ada apa-apa' nya,
why?
karena kalkulus tuh kebanyakan 'hanya' menghitung,
Boleh percaya boleh tidak, bahkan soal2 anak2 SD pun banyak yg 'tingkat tinggi'.
Pengalaman saya dan bbrp pelatih, kadang kala, kami, yg notabene mempunyai ilmu matematika cukup banyak, kadang masih 'mati kutu' menghadapi soal2 olimpiade matematika tingkat SD!
Kata seorang pelatih senior, tidak akan ada orang yg sanggup memecahkan seluruh soal2 matematika, bahkan soal tingkat SD, SMP, ataupun SMA sekalipun
Cheers
surya
==================================
Message: 3
Date: Wed, 1 Jun 2005 17:02:19 +0700
From: "Abdi Juni" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: kesaksian - mengapa tidak ada dalam buddhis?
Bro Yamin,
Untuk mengetahui pengetahuan yang lebih tinggi memang Lebih
membingungkan
Saya ambil contoh:
Bila anak SD belajar matematika ya belahjar tambah, kali, kurang, bagi
dulu
jangan langsung belajar phitagoras, sinus kosinus, dll
Bila anak SMP belajar matematika ya belajar sinus kosinus dulu jangan
belajar matrix atau differential, ya bingung jadinya
Bila anak SMU belajar matematika ya belajar differential pangkat satu
dulu
jangan langsung pangkat tiga.
Begitu juga kita,
Saya tertantang dalam ajaran
buddha karena saya seperti baru belajar
matematika, dan ada tujuan untuk memahami yang "tinggi" (kalo
matematikanya
kalkulus), jalanin aja pelan2 tapi pasti.:D
Abdi
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
[EMAIL PROTECTED]
