Setuju sekali Sdr. EasyCoolSmart... 
apapun bentuk penjelasan rekan dr sdr. Eka, tdk lain hanyalah 
pembelaannya dlm menutupi upaya penghinaan thdp agama lain selain 
agamanya.
dia mesti tau Agama Buddha itu merupakan agama yg sah dan diakui 
oleh negara kita khususnya & dunia internasional umumnya.

jk pembelaannya spt itu, berarti dia jelas2 tlh menghina maupun 
membiarkan praktek penghinaan thdp suatu agama. Pembelaan yg tdk ada 
relevansi dgn permasalahan, tdk ada upaya utk memperbaiki kesalahan.

tp kita byk menjelaskan kpd mrk jg percuma, mendingan trus menerus 
menyampaikan protes sbg wujud penyampaian aspirasi kita sebagai umat 
Buddha yg tlh disakiti dan dihina, sampai permasalahan ini terhenti 
sepenuhnya.

sedikit contoh:
Dahulu prnh ada sinetron (sdh lupa judulnya) yg sering menggunakan 
kata2 yg agak mendiskreditkan umat Hindu (dr agama minoritas jg), jk 
saya tdk salah, sering menggunakan bahasa "Dewa" ato apa ya (lupa), 
saat itu jg para pemuka agama Hindu dan penganutnya mengadakan 
protes besar2an sehingga produser film tsb meminta maaf dan meralat 
film tsb.


--- In [email protected], "EasyCoolSmart" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya juga suka nonton film bernuansa demikian & tidak memusingkan 
mengenai metode/ajaran agama lain.
> Yang menjadi perhatian kita kali ini khan: adalah pemajangan 
patung Kwan-Im di belakang dukun tua tsb.
> Saya yakin seluruh rakyat di Indonesia tahu bahwa icon tersebut 
adalah "pajangannya" non-pribumi.
> Sedangkan dalam sinetron tersebut, yg menjadi dukun jelas 
bukanlah "model" yg biasanya memajang icon/patung tersebut [alias 
pribumi].
> Jika pada film tersebut yg menjadi dukun tsb adalah Chinese [di 
kelenteng] maka, tidak akan ditanggapi bahwa icon tersebut 
disalahtempatkan.
> 
> Namun, BIJAKSANANYA... meskipun hal� tersebut adalah sesuai dengan 
kejadian aslinya, namun kita perlu memikirkan dampaknya.
> Jika dikatakan "Namun, saya bisa jelaskan ke Eka, kalaulah memang 
patung itu patung dari Buddha, maka itu diluar tujuan aslinya"... 
berarti tujuan aslinya apa? Jika dengan ada atau tidaknya patung 
tersebut, tetap tidak mempengaruhi tujuan asli dr pembuatan sinetron 
itu; maka ngga perlu dipajang patung tersebut dong [toh tidak 
berpengaruh ke tujuan asli dr sinetron tsb], TAPI dengan dipajang 
begitu justru berbias negativ kepada penganut agama lain.
> Berarti sebaiknya gimana? Jangan dipajang begitu, ini khan 
analoginya.
> 
> Kalo saya sih bukan merasa tersinggung atau sakit hati seperti 
posting awal di bawah.
> Namun hal ini harusnya dilakukan dengan profesional & 
proporsional. Intinya, hindarilah yg bersinggungan dgn SARA...
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Eka Karnanda 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Tuesday, June 07, 2005 13:44
>   Subject: Re: [Dharmajala] Ajakan protes ttg Sinetron 
[ASTAGHFIRULLAH] Astagafirullah
> 
> 
>   Dear Rekan Dharmajala,
> 
>   Berikut petikan email dari rekan saya menanggapi email ini.
> 
>   Rgds,
> 
>   EKa K
>   ----------  Forwarded Message  ----------
> 
>   Subject: Re: Fwd: [Dharmajala] Ajakan protes ttg Sinetron 
Astagafirullah
>   Date: Tuesday 07 June 2005 12:59
>   From: XXXXXXXXXXXX
>   To: Eka Karnanda <[EMAIL PROTECTED]>
> 
>   oh,
>    
>    kalau begitu kita hentikan dahulu Eka diskusinya yach, agar 
kita tidak membicarakan sesuatu yang sia-sia.
>    
>    oh iya, saya akan menjelaskan kepada Eka, tapi tidak dari sisi 
pertanyaan ini namun secara umum atas sinetron ini yach :
>    Jadi sinetron ini adalah sinetron yang diangkat langsung dari 
kejadian nyata, dan benar-benar terjadi.
>    
>    Dan dari sekian banyak sinetron islami yang mulai banyak di 
televisi hari ini, menggantikan tayangan-tayangan yang berbau 
mistis, mungkin baru tayangan ini yang saya rekomendasikan kepada 
Eka untuk ditonton jalan ceritanya, karena insha Allah, bebas dari 
unsur kebohongan, rekayasa, apalagi mendiskreditkan pihak lain. 
Harinya, Senin malam pukul 08.30, namun setiap hari diputar ulang di 
SCTV pada siang dan sore hari.
>    Sutradaranya alhamdulillah pak Chaerul Umam, mau menggarapnya.
>    
>    Jadi, ceritanya diangkat dari Majalah GHOIB.
>    Dan Majalah GHOIB ini adalah milik tim GHOIB, sebuah tim 
RUQYAH, yakni sejenis pengobatan bagi orang-orang yang telah 
terlanjur berhubungan jauh dengan JIN, baik disengaja maupun tidak.
>    Nah, Islam telah menunjukkan bahwa JIN yang mengganggu manusia 
harus diusir, dan mengajarkan bagaimana agar JIN tidak kembali 
merasuk ke tubuh manusia, karena memang alamnya berbeda.
>    Pengobatannya tidak ada yang aneh, hanya dengan membacakan ayat-
ayat suci Al Qur'an, dan memijak titik-titik tertentu yang memang 
telah diajarkan oleh Muhammad SAW, tempat sarang JIN saat dia 
berhasil masuk ke tubuh manusia.
>    
>    Mungkin target saya mengajak Eka menontonnya adalah agar Eka 
mendapatkan keyakinan akan kebenaran ajaran Islam, dari sisi kitab 
sucinya, dan asal kehidupan makhlukNya.
>    
>    Satu contoh saja, yang dapat menghantarkan manusia agar dapat 
berkomunikasi dengan jin adalah dengan susuk, jimat, menyembah 
berhala, menyembah hal-hal yang kramat, dan lainnya.
>    Saya khawatir, yang ditangkap oleh saudara kita dari Agama 
Buddha di bawah ini, adalah ketika ia menonton sebuah episode yang 
disana diceritakan sang pelaku memelihara semacam sesajian plus 
patungnya di rumahnya.
>    Namun, saya bisa jelaskan ke Eka, kalaulah memang patung itu 
patung dari Buddha, maka itu diluar tujuan aslinya. Karena sekali 
lagi kisah ini benar-benar diangkat dari para korban sendiri, dan 
direka ulang, mendekati aslinya.
>    
>    Mungkin demikian Eka, mohon ma'af kepada rekan Eka, dan mohon 
ada cerita detailnya.
>    Insha Allah, saya akan call langsung ustadz yang saya kenal 
untuk meneruskan komplain ini.
>    
>    Terima kasih.
> 
>   On Tuesday 07 June 2005 12:56, EasyCoolSmart wrote:
>   > Aku pernah nonton langsung sekali & infonya justru dari luar 
Pulau Jawa.
>   > Topiknya seputar "Rukiah".
>   > Ada sebuah keluarga kecil yg istrinya sering kerasukan setan & 
mereka mencoba mencari solusi melalui dukun.
>   > Salah satu dukunnya menggunakan latar patung Kwan-Im [putih].
>   > Kemudian si istri melakukan kesalahan lagi dengan membuang air 
panas dalam rumah [tanpa mengademkan dahulu].
>   > Air panas tersebut mengenai penunggu di rumahnya & akhirnya 
dia kerasukan lebih parah lagi.
>   > Akhir ceritanya, istri tsb disembuhkan dgn teknik Rukiah.
>   > 
>   >   ----- Original Message ----- 
>   >   From: Muliawati, Susy 
>   >   To: [email protected] 
>   >   Sent: Tuesday, June 07, 2005 12:08
>   >   Subject: RE: [Dharmajala] Ajakan protes ttg Sinetron 
Astagafirullah
>   > 
>   > 
>   >   Hai,
>   >   Apa ada data2 seperti tgl berapa ditayangkan ?
>   >   Ataukah setiap tayang, selalu ada pemunculan tsb? 
>   >   Karena supaya surat lebih afdol, maka kita harus menyertakan 
data2 yang
>   >   lengkap.
>   >   Kalau bisa sih ada bukti otentik seperti rekamannya.
>   >   Dalam hal ini jangan hanya surat pembaca SCTV aja, tapi juga 
bisa kita
>   >   aspirasikan via lembaga2 resmi kita.
>   > 
>   >   Thanks,
>   >   Susy
>   > 
>   >   -----Original Message-----
>   >   From: [email protected] 
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On
>   >   Behalf Of yunike_sisilia
>   >   Sent: Tuesday, June 07, 2005 10:40 AM
>   >   To: [email protected]
>   >   Subject: [Dharmajala] Ajakan protes ttg Sinetron 
Astagafirullah
>   > 
>   >   Namo Buddhaya.
>   >   mohon partisipasi teman2 se-dhamma untuk mengirimkan surat 
protes yang
>   >   sebanyak2nya (tentu dengan bahasa yang sopan jg ya)kepada 
SCTV atas
>   >   sinetron Astagafirullah yg ditayangkan setiap senin sore, 
dimana dalam
>   >   sinetron itu sering terlihat rupang Bodhisattva 
Avalokitesvara / Kwan Im
>   >   yang digunakan sebagai ikon pemujaan sesat oleh tokoh 
didalamnya.
>   >   Menurut saya, hal ini sudah kelewatan, jika kami yang 
sebagai umat yg
>   >   disakiti saja diam, maka lain kali bisa2 mereka lebih kurang 
ajar lg
>   >   dalam memilih obyek penghinaan yg lain.
>   >   mohon maaf sebelumnya. terima kasih atas perhatiannya
>   > 
>   >   kirim surat protes ke:
>   >   http://www.sctv.co.id/surat_pemirsa.php
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   >   ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------
------~-->
>   >   Would you Help a Child in need?
>   >   It is easier than you think.
>   >   Click Here to meet a Child you can help.
>   >   http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
>   >   -------------------------------------------------------------
-------~-> 
>   > 
>   >   ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI 
di dalam diri
>   >   saya maupun di luar diri saya **
>   > 
>   >   ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; 
tuk menanami
>   >   taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi 
pengertian
>   >   dan cinta kasih yang kokoh **
>   > 
>   >   ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat 
dan
>   >   memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala 
sesuatu,
>   >   sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
>   > 
>   >   ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, 
menjadi penuh
>   >   welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi 
ataupun
>   >   sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, 
membantu
>   >   sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh 
rasa syukur
>   >   kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami 
** Yahoo!
>   >   Groups Links
>   > 
>   > 
>   > 
>   >    
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   > 
>   >   ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI 
di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
>   > 
>   >   ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; 
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat 
fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
>   > 
>   >   ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat 
dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala 
sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
>   > 
>   >   ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, 
menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak 
lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak 
tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi 
dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami ** 
>   >   Yahoo! Groups Links
>   > 
>   > 
>   > 
>   >    
>   > 
>   > 
> 
> 
> 
> 
> 
>   ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ------------------
--~--> 
>   Would you Help a Child in need?
>   It is easier than you think.
>   Click Here to meet a Child you can help.
>   http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
>   -----------------------------------------------------------------
---~-> 
> 
>   ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di 
dalam diri saya maupun di luar diri saya **
> 
>   ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk 
menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat 
fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
> 
>   ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan 
memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, 
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
> 
>   ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi 
penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi 
ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, 
membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan 
penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-
sahabat kami ** 
>   Yahoo! Groups Links




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke