Namo Tassa Bhagavato Arahato Sama Sambuddhassa Namo Buddhaya Rekan2 se-dhamma,
Mohon pencerahannya, sebenarnya apa perbedaan dan persamaan antara Deva, Yakkha, Gandhaba, Asura ? Pengertian saya sejauh ini: Deva: makhluk yang mendiami surga mulai dari Cattumaharajjikkha, Tavatimsa, dll. Yakkha: deva tingkat rendah (Cattumaharajjikkha, Tavatimsa) yang berdiam di bumi, khususnya di pepohonan maupun di hutan. Misalnya, dalam Samyutta Nikaya buku IX (Vana-Samyutta), Gandhatthena Sutta (SN IX.14) seorang Bhikkhu yang menghirup bau teratai diingatkat oleh seorang devata yang menghuni hutan itu, tetapi bhikkhu itu memanggil devata itu dengan yakkha ??? Dalam budaya di indonesia apakah bisa dianalogikan dengan penunggu ? Gandhaba: deva tingkat rendah (Cattuhmaharajjikha, Tavatimsa) yang berdiam di langit, biasanya disebut pemain musik surgawi, mungkin gemar menyanyi dan bermain musik, di beberapa tulisan (saya tidak ingat detail sumbernya) gandhaba ini bisa dianalogikan dengan malaikat di ajaran lain. Dalam Diggha Nikaya 32, Ataniya Sutta, juga dijelaskan lebih mendetail tentang Deva, Yakkha, Gandhaba, apakah bisa diambil kesimpulan bahwa Yakkha juga adalah makhluk surgawi ? Asura: deva tingkat rendah, manusia, petta, binatang, yang karena kamma masa lalunya memiliki kemampuan yang tinggi namun haus akan kekuasaan dan bisa bertindak jahat. Maaf jika pertanyaan agak terkesan tekstual, soalnya rada bingung. Salam damai dan cinta kasih, hy ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
