|
SUARA PEMBARUAN DAILY Didaftarkan Guinees Book of Record
Doa Lintas
Agama dengan Sejuta Lilin di Candi
Borobudur
YOGYAKARTA
- Menandai datangnya Hari Suci Asadha
2549 sebelum masehi yang diperingati Umat Buddha, Majelis Buddhayana Indonesia
(MBI) akan menggelar doa lintas agama 'Sejuta Pelita, Sejuta Harapan' di pelataran Candi
Borobudur Ma-gelang, Jawa Tengah (Jateng),
23 Juli mendatang. Dalam doa
bersama itu, selain akan memasang
satu juta lilin, MBI juga mengundang tokoh-tokoh agama seperti, Safii Maarif, Abdurrahman Wahid (Gus Dur),
Franz Magnis Suseno, dan tokoh-tokoh lainnya. Kepada wartawan
di Yogyakarta, Selasa (14/6) Ketua Penyelenggara, Daud Dharsono yang didampingi Ketua Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) DIY, Kiai Muhaimin menyampaikan,
lilin sebagai simbol penerang jalan kehidupan umat manusia ini
serentak akan dinyalakan tepat ketika matahari tenggelam di ufuk
barat. Untuk menyalakan sejuta
lilin itu dibutuhkan 2000 tenaga. "Lilin akan
disusun mengelilingi candi dengan jarak
sekitar 20 cm. Setiap orang akan menyulut
sebanyak 500 lilin," kata Daud. Daud juga
menyatakan, sejuta lilin akan
dinyalakan di pelataran Candi Selain itu
juga akan
dihadiri oleh 100 bikhu dalam maupun
luar negeri. Menurut Daud, bikhu
dari Republik Rakyat Cina (RRC) dan Selain itu,
acara ini juga akan
dicatatkan dalam Guinness
Book of Record. "Kami sudah mendapat izin dari dua
menteri yakni Menteri Agama dan Pariwisata. Keduanya berkenan hadir.
Selain itu dua Gubernur,
Jateng dan DIY juga sama-sama menyatakan dukungannya. Bahkan Sri
Sultan mengusulkan dalam masa hening, pada
saat penyalaan lilin, panitia menyajikan gambar hidup riwayat pembuatan
candi Last modified: Bachtiar Ismail ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links
-- |
- Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita Bachtiar Ismail
- Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita EasyCoolSmart
- RE: [Dharmajala] Sejuta Pelita Bachtiar Ismail
- RE: [Dharmajala] Sejuta Pelita safira luiz
- Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita EasyCoolSmart
- Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita Yamin Prabudy
- RE: [Dharmajala] Sejuta Pelita Muliawati, Susy
- RE: [Dharmajala] Sejuta Pelita san san
- Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita EasyCoolSmart
