Title: Message
MEDITASI MENGENAL DIRI (1)
BY Joseph Goldstein, diterjemahkan oleh : Edij Juangari



kita sudah memulai sebuah perjalanan. Perjalanan ke dalam pikiran. Perjalanan untuk menemukan dan menggali siapa dan apa sebenarnya diri kita. Langkah pertama selalu sukar, dan hari pertama latihan sering dipenuhi dengan keresahan, rasa ngantuk, rasa bosan, malas, keragu-raguan, dan barangkali menyesal karena terlanjur mengikuti latihan. Bukan merupakan sesuatu yang mudah bagi kita untuk memulai latihan dan pemurnian pikiran ini.

Tidak ada orang lain yang dapat melakukan untuk kita. Sadarlah, dari detik ke detik, pusatkan perhatian pada apa yang sedang terjadi dengan sepenuh hati. Tidak ada sesuatu mistis di sini, begitu sederhana, langsung, terus terang, tapi perlu dilakukan. ITULAH HAL YANG BERKAITAN DENGAN MEDITASI.

Langkah pertama selalu sukar bagi setiap orang. Pencarian spiritual yang tengah kita lakukan adalah perbuatan yang langka dan tidak ternilai, jadi lembutkan hati namun tabah dalam menghadapi semua kesulitan awal. Manfaatkan kesempatan dengan semaksimal mungkin, jangan menyia-nyiakan waktu atau berpikir bahwa apa yang Anda lakukan sudah cukup.

Hari-hari pertama di dalam retreat bisa jadi kelihatan sukar karena konsentrasi tidak berkembang dengan baik. Untuk mendaki gunung, anda membutuhkan kekuatan fisik tertentu. Jika anda belum cukup kuat, pada awalnya anda akan merasa capek dan tidak nyaman. Namun dengan semakin kuatnya tubuh, mendaki menjadi mudah. Demikian juga dengan meditasi, dengan berkembangnya konsentrasi, akan menjadi lebih mudah untuk bertahan di dalam momen.

Dapat berlatih dan memahami Dhamma adalah kesempatan yang tak ternilai harganya. Cuma sedikit orang yang memiliki kesempatan seperti ini. Kebanyakan orang Cuma berputar-putar, didorong oleh ketidaktahuan dan nafsu, tidak sadar terhadap kemungkinan untuk keluar dari roda samsara, roda keserakahan, dan kebencian. Lingkaran yang tak kunjung putus dari perasaan terhadap kenikmatan-kenikmatan indria yang menyebabkan pikiran berada dalam pergolakan dan kekacauan.

Pada saat kita belajar untuk melepaskan, pikiran menjadi semakin ringan, maka tidak ada lagi keresahan, tidak ada lagi ketegangan, dan kita mulai membebaskan diri kita dari gudang pengkondisian, dari ikatan nafsu. Berkembangnya pandangan terang berarti mengalami aliran ketidakkekalan di dalam diri kita sehingga kita mulai dapat melepaskan, tidak bersikeras melekat pada fenomena batin-jasmani.

Tidak seorangpun dapat memastikan bahwa kesempatan untuk berlatih akan datang lagi. Terdapat keadaan yang sangat spesial bagi kita di dalam lingkungan seperti ini.
Ini merupakan tempat yang sempurna untuk menyelidiki diri kita, untuk menemukan siapa diri kita sebenarnya. JANGAN SIA-SIAKAN KESEMPATAN INI.

Apa yang sedang kita lakukan dalam rangka memahami diri kita merupakan hal yang paling mulia yang dapat kita lakukan. Upaya itu merupakan pengikisan terhadap keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin. Upaya itu....... SUKAR DAN LANGKA dan memerlukan kedisiplinan yang besar. Kedisiplinan berarti mengembangkan kualitas-kualitas pikiran yang memunculkan totalitas dan kesadaran setiap saat.

Jika pikiran mengembara atau kacau, bawa ia kembali dengan lembut ke titik awal... dan bahkan jika Anda tidak melakukan apapun di keseluruhan waktu Anda, melainkan hanya membawa kembali pikiran Anda, setiap kali ia mengembara, bawalah ia kembali. Waktu Anda telah termanfaatkan dengan baik.

Jangan mengontrol atau memaksa nafas dengan cara apapun, cukup pertahankan pada naik dan turunnya gerakan perut. Cukup perhatikan gerakan perut. Tidak berimajinasi, tidak memvisualisasikan apapun namun Cuma mengamati sensasi dari gerakan itu.

Naik dan turunnya perut kita, nafas keluar dan masuk kadang kadang lama kadang-kadang singkat kadang-kadang jelas kadang-kadang tidak kadang-kadang DALAM kadang-kadang dangkal. Bagaimanapun juga ingatlah ini bukan latihan pernafasan; ini adalah latihan awal, untuk meningkatkan perhatian.
 
AKTIVITAS SEHARI-HARI
Penting sekali untuk mengembangkan kesadaran yang tidak terputus secara mantap dengan menghargai segala sesuatu yang kita lakukan, dari waktu kita bangun tidur di pagi hari hingga saat kita pergi tidur. Sejak kita bangun, sadarlah terhadap proses "naik-turun", dan momen dari pertama itu, sadarlah terhadap segala perbuatan kita yang meliputi: bangun tidur, membasuh muka, mulai berjalan, beranjak ke tempat duduk dan kemudian berdiri lagi dan beranjak untuk makan.

Biasanya kita makan dengan tanpa perhatian sama sekali. Rasa datang dan pergi dengan sangat cepat, sementara makanan masih di dalam mulut, tangan berusaha mengambil lebih banyak Karena adanya nafsu dan keserakahan akan sensasi rasa yang terus menerus. Umumnya kita tidak menyadari keseluruhan proses yang terlibat.

Melihat, melihat. Berniat, berniat. Bergerak, bergerak. Menyentuh, menyentuh. Mengangkat, mangangkat. Membuka, membuka. Menaruh, menaruh. Menutup, menutup. Merasa, merasa. Mengunyah, mengunyah. Merasakan, merasakan. Menelan, menelan. Cobalah menyadari keseluruhan rangkaian kejadian tersebut.
Habiskan dulu makanan di dalam mulut sebelum mengambil yang lain. Dengan cara  ini kita menjadi sensitif terhadap tubuh dan berapa banyak makanan yang kita butuhkan. Akan sukar bagi kita untuk makan terlalu banyak kalau kita makan dengan perhatian penuh.

Saat merebahkan diri untuk tidur, perhatikanlah proses "naik-turun" itu hingga momen terakhir sebelum tidur. Perhatian seperti ini akan memberikan manfaat yang besar dalam praktik meditasi. Jika terdapat gagasan bahwa praktik Cuma berlangsung saat duduk dan berjalan, dan waktu istirahat tidak penting, maka dalam seluruh waktu istirahat itu kita kehilangan momentum yang berharga. Mengembangkan perhatian yang kuat dalam setiap perbuatan sepanjang hari membantu pikiran untuk tetap terpuaskan dan tenang.

Dari tekad dan keseimbangan pikiran seperti ini kesucian dihasilkan. Dan dengan berada dalam perhatian penuh setiap saat, kita membebaskan diri kita dari 'konsep diri'. Tidak ada  keadaan apapun yang harus kita anggap kurang berharga untuk diperhatikan. Intuisi yang dalam terhadap kebenaran, dapat terjadi secara tiba-tiba dalam satu momen tatkala semua faktor pencerahan masak dan muncul bersamaan dalam keseimbangan yang tepat.


Bersambung..................










** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke