Afandi L <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Fri, 17 Jun 2005 10:02:34 -0700 (PDT)
From: Afandi L <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: FW: Kesahajaan Bapak Te Shiang Hin
To: Dedy Supriyadi <[EMAIL PROTECTED]>,
ci wetik sekber <[EMAIL PROTECTED]>, ko de sekber <[EMAIL PROTECTED]>,
"ko.akiong sekber" <[EMAIL PROTECTED]>,
"ko.awi sekber" <[EMAIL PROTECTED]>,
sekber <[EMAIL PROTECTED]>,
wan hui sekber <[EMAIL PROTECTED]>,
setjend <[EMAIL PROTECTED]>
CC: ci mei2 sekber <[EMAIL PROTECTED]>,
"ci.le sekber" <[EMAIL PROTECTED]>,
"ci.medya sekber" <[EMAIL PROTECTED]>,
Eddy ci wetik sekber <[EMAIL PROTECTED]>,
henrysukiman sekber <[EMAIL PROTECTED]>,
momink sekber <[EMAIL PROTECTED]>, sia2 sekber <[EMAIL PROTECTED]>,
vera sekber <[EMAIL PROTECTED]>,
vincent sekber <[EMAIL PROTECTED]>

Dedy Supriyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Cerita yang cukup mengharukan dan membanggakan bagi kita yang beragama Buddha..

 


From: Andree Setiawan
Sent: Friday, June 17, 2005 1:44 PM
To: Judi Setiawan ([EMAIL PROTECTED]); Rika Oktavianti ([EMAIL PROTECTED]); Dedy Supriyadi
Subject: FW: Kesahajaan Bapak Te Shiang Hin

 

 

 

-----Original Message-----
From: Fera Yuniarti [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 17, 2005 10:18 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: FW: Kesahajaan Bapak Te Shiang Hin

 

 

Pada hari Senin 6 Juni 2005 pukul 20.00 WIB, di Stasiun TV7 diputar acara
"Rejeki Nomplok".  Saat itu lokasi yang didatangi adalah di daerah
Kedaung, Tangerang, Banten.  Dalam kesempatan tersebut, terpilihlah
seorang kakek keturunan tionghoa berumur kurang lebih 70 tahun yang
pekerjaannya berjualan siomay.  Kakek tersebut (selanjutnya saya sebut
Engkong) bernama Te Shiang Hin (sesuai tertulis di layar televisi).
Engkong Te mempunyai anak 5 orang.  Dari tanya jawab dengan Mbak Peggy
(yang membawakan acaranya), dia mengaku cukup menerima dengan keadaan yang
sedang dijalaninya.
Ketika Mbak Peggy memberitahukan bahwa Engkong Te mendapatkan uang sebesar
Rp. 5.000.000,-, serta merta Engkong Te terhenyak dan terharu sampai tidak
mampu berbicara.  Hanya tangis kebahagiaan yang terlihat dari raut
mukanya.  Selagi dia berusaha menahan keharuannya, terlepas sebuah ucapan
: "Omitohud".  Dari situ akhirnya saya tahu kalau Engkong Te beragama
BUDDHA. Setelah itu, dia mengucap syukur dan berdoa agar semua (mahluk)
hidup berbahagia. Ah alangkah bahagianya juga saya mendengar perkataan
Engkong Te.
Dari situ kemudian Engkong Te dan Mbak Peggy mulai membelanjakan uang yang
telah diberikan.  Tetapi yang membuat saya kaget, ternyata Engkong Te juga
menyumbang sebuah Mushola (walaupun besar uangnya tidak diberitahu).  Mbak
Peggy sangat terharu dan mengatakan bahwa sikap Engkong Te sangat terpuji
dan dapat dijadikan contoh.  Ketika ditanya kenapa menyumbang ke Mushola ?
Engkong Te hanya menjawab sebagai tanda solidaritas dan kebersamaan antar
sesama umat beragama.
Dari sekian episode yang ditayangkan, barangkali episode inilah yang
paling berkesan.  Di tengah kesederhanaan keluarga Engkong Te, dia masih
ingat untuk memberikan bantuan walaupun bukan kepada sesama umat Buddha.
Mbak Peggy hampir selalu memuji sikap dan perbuatan Engkong Te.
Tapi yang tidak kalah kagetnya lagi, sewaktu Mbak Peggy mau berpamitan
untuk pulang, Engkong Te meletakkan tangan kirinya di atas kepala Mbak
Peggy sembari tangan kanannya membentuk sikap anjali.  Engkong Te
mendoakan Mbak Peggy. Tidak jelas apa yang diucapkan Engkong Te. Tapi
sebelum dia mendoakan, terdengar ucapan : "Semoga semua (mahluk)
berbahagia".  Terakhir Engkong Te dan istrinya mengucapkan terima kasih
kepada Mbak Peggy sambil bersikap Anjali.
Sebuah sikap yang patut diteladani. Seorang kakek yang merasa "cukup"
dengan apa yang sudah diterimanya. Mempunyai perhatian yang lebih terhadap
lingkungannya.  Mungkin inilah teladan Buddha yang dijalani oleh Engkong
Te, bukan hanya dengan perkataan saja tetapi juga dengan perbuatan.

Namaste,

Iwan






__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com



Best regards,
Vera :)


Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke