Title: Message
Namo Buddhaya,
 
Sharing kutipan dari Kalender Wejangan Sehari2 (maap telah meng-copy tanpa izin).
 

Siapapun juga, yang menghalang-halangi orang lain untuk berdana, maka,
ia telah melakukan tiga kesalahan:
1. Ia menghalangi si pemberi dana, untuk mendapatkan kebaikan.
2. Ia menghalagi si penerima dana, untuk mendapatkan dana.
3. Ia telah merusak dirinya sendiri, dengan kebodohan yang
dilakukannya.
 
(Anguttara Nikaya I, 161)
 
 
 
Best Regards,
J
 
"Help others," and "If you cannot help them, at least do not harm others."
----- Original Message -----
Sent: Monday, June 20, 2005 12:15 PM
Subject: FW: [Dharmajala] Sejuta Pelita

oya, terlepas dari tujuan sejuta pelita sejuta harapan.............
 
ini ada pepatah yang mengatakan : "melatih diri bagaikan sebuah pelita, semangat juang adalah minyaknya, untuk menjadikan pelita terang/ tidak padam, kita perlu terus mengisi minyaknya". kira2 yah artinya supaya pelatihan diri berlangsung kontinue,kita memerlukan semangat untuk itu.
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 20, 2005 11:24 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita

dari mailist sebelah...!!!!
 
Just FYI,
 
Buddha Sakyamuni mengajarkan bahwa suatu perbuatan
yang bila dilakukan oleh minimal 4 orang, maka keempat
orang itu akan menerima hasilnya sebesar yang
dilakukan 4 orang itu. Karenanya akan sangat tak
ternilai bila seseorang bisa mempersembahkan pelita
(dan bunga) secara bersama-sama dalam kesempatan yang
baik pula, terutama pada hari Waisak karena kekuatan
karma pada hari itu bisa meningkat menjadi 10 juta
kali lipat daripada hari-hari biasa.

all the best,
yy --------------------------

MANFAAT PERSEMBAHAN PELITA

Di dalam Sutra Kshitigarbha disebutkan bahwa
“Semua kesenangan, kebahagiaan dan kedamaian di
dunia ini diterima dengan membuat persembahan kepada 
       Tiga Permata. Karena itu, mereka yang ingin
memiliki kebahagiaan, kesenangan dan kedamaian selalu
berusaha memberikan persembahan kepada Tiga
Permata.”

Buddha Sakyamuni, di dalam Sutra Nyanyian Brahma yang
menggambarkan Karma, mengajarkan bahwa ada 10 manfaat
dari membuat persembahan pelita:

1. Seseorang menjadi bagaikan penerang dunia.
2. Seseorang mencapai kewaskitaan penglihatan murni.
3. Seseorang mencapai mata Dewa.
4. Seseorang menerima kebijaksanaan untuk mengetahui
yang baik dan tidak.
5. Seseorang dapat melenyapkan kegelapan batin, konsep
keberadaan yang telah ada sejak asalnya.
6. Seseorang menerima penerangan kebijaksanaan, bahkan
dalam samsara ia tak akan pernah mengalami kegelapan.
7. Seseorang menerima harta kenikmatan yang besar.
8. Seseorang terlahir kembali sebagai manusia atau
dewa.
9. Seseorang akan cepat terbebas dari samsara.
10.Seseorang akan cepat mencapai pencerahan.

Para dewa dan manusia yang mengumpulkan pahala
kebajikan dari memberikan persembahan sebuah pelita,
atau hanya seikat bunga, akan melihat Buddha Maitreya.
Di dalam Sutra Arya Maitreya disebutkan bahwa
“Mereka yang mempersembahkan 1.000 lilin atau
1.000 bunga Utpali berwarna biru atau barangsiapa yang
membuatkan puncak sebuah stupa, yang membuat rupang
suci, akan terlahir kembali saat Buddha Maitreya
menunjukkan aktifitas untuk mencapai pencerahan dan
menerima ajaran DharmaNya yang pertama kali.”
Juga disebutkan bahwa bahkan mereka yang
mempersembahkan setangkai bunga, atau ikut bersuka
cita atas kebajikan orang lain yang memberikan
persembahan, akan mencapai keBuddhaan. Ini berarti
bahwa jika seseorang belum mencapai pencerahan selama
adanya ajaran Budda Sakyamuni, maka di saat ajaran
Buddha Maitreya pikirannya akan dimatangkan dan
terbebaskan.

Khususnya, mempersembahkan pelita adalah pintu yang
istimewa untuk secepatnya merampungkan pengumpulan
pahala kebajikan dan menerima berkah. Disebutkan dalam
bab kedua dari Tantra Utama Chakrasamvara (yang
merupakan manifestasi dari Buddha Sakyamuni):
“Jika engkau menginginkan pencapaian agung,
persembahkanlah ratusan pelita.”

Sama halnya, di dalam Sutra Avalokiteshvara disebutkan
bahwa “Karena kualitas Dharma dari Tathagatha
adalah tak terbatas, maka memberikan persembahan
kepada Tathagatha memiliki manfaat yang tak terukur,
tak terbatas, tak terpikirkan, tak terbandingkan dan
tak terbayangkan.”

Juga dalam Sutra Kutipan Kecil (Tibetan: lung ten
tsek) disebutkan: “Kiranya mungkin bagi bulan
dan bintang-bintang untuk jatuh ke bumi, bagi
gunung-gunung dan hutan-hutan belantara untuk naik ke
angkasa, dan bagi air di samudera luas untuk kering
sepenuhnya, namun tidaklah mungkin bagi seorang suci
nan agung (Buddha) mengucapkan kebohongan.”





EasyCoolSmart <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya ngga ikutan.
Dan ini tidak ada kaitannya dengan sportifitas, kecuali sebelumnya saya pernah menyatakan bahwa jika ini tujuannya jelas/baik, maka saya akan partisipasi.
Jika saya menyatakan demikian, berarti kosekuensi atas sportifitasnya patut dijalankan.



** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke