Egois
Pertama-tama, definisi dari egois dulu
Kalo egois didefinisikan sebagai mementingkan diri sendiri, maka ketika 
kita membantu seseorang, baik dengan tenaga, uang, atau pun pikiran, 
sebenarnya kita sedang melatih diri untuk mengikis keserakahan, 
kemelekatan, dan notabene keegoisan itu sendiri.

Kalau dibilang, definisi dari egois itu, melakukan suatu perbuatan baik 
demi untuk keuntungan diri sendiri. Kebanyakan orang, dari agama 
manapun, bisa dibilang egois. Umat Buddha, melakukan karma baik, demi 
untuk mendapat pahala. Umat agama lain, melakukan perbuatan baik, juga 
demi mendapat pahala. Pahala apa? Surga, rahmat dari Tuhan, kehidupan 
yang lebih baik, kebahagiaan, dll. Itu semua juga masih untuk 
kepentingan dirinya sendiri.

Kalau ada yang mengatakan, saya melakukan kebaikan demi menjalankan 
perintah dari tuhan. Itu pun tetap egois. Kenapa? Karena, kalau tidak 
melakukan perintah dari tuhan, ia akan dihukum. Jadi ia melaksanakan 
perintah tuhan, demi menyelamatkan dirinya sendiri dari hukuman. Itu pun 
tetap egois.

Lalu, kalau ada yang mengatakan, pada saat berbuat baik,  itu bukan dia 
yang berbuat baik, tapi tuhan. Kedengarannya sungguh indah dan 
mengharukan. Namun sebenarnya, di sana masih ada egoisme, walaupun sudah 
sangat halus. Mengapa? Karena masih ada "sang aku" yang berperan. Ada 
ego di situ. Lihatlah, Tuhanku yang bekerja. Lihatlah ajaranku, lihatlah 
agamaku. Lihatlah kelompokku. Kemudian, sang tuhan berbuat baik, demi 
satu hal, supaya ia dipuja karena kebaikannya, atau sang tuhan dipuja, 
karena orang takut akan hukumannya. Masih tersisa sedikit egoisme bukan?

Menurut Buddhisme, konsep karma dengan jelas2 menggambarkan bagaimana 
egoisme disikapi dan disingkirkan. Anda bisa menolong pengemis yang 
sedang kelaparan, dengan sepotong roti. Apakah Anda benar2 melakukan 
perbuatan baik karna Anda? Roti tersebut kalo ngga ada yang bikin, ngga 
ada yg nanam pohon gandum, tebu untuk gula, pegawai pabrik, dsbnya, roti 
tersebut tidak bakal jadi khan, dan Anda tidak bisa memberikannya kepada 
pengemis tersebut. Kedua, darimana Anda yakin Anda sedang berbuat baik? 
Bisa jadi, di kehidupan lalu Anda ngutang kepada pengemis tersebut, dan 
pada kehidupan ini Anda membayarnya dengan sepotong roti tersebut untuk 
menyeimbangkan karma Anda. Lalu perbuatan baik apa yang Anda lakukan? 
Kalau tidak ada pengemis tersebut, bisakah Anda berbuat baik? Jadi harus 
ada objek lain, baru Anda bisa melakukan perbuatan baik khan? Tanpa 
pengemis itu, Anda tidak bisa berbuat baik. Jadi perbuatan baik Anda itu 
adalah karna ada pengemis itu khan? Anda ngutang budi lagi ama pengemis 
itu. Lalu sekarang siapa yang berbuat baik?

Jadi, sebagaimana selalu diajarkan dalam Buddhisme, berdanalah, karena 
dengan berdana akan mengikis akar keserakahanmu. Anda bisa baca : 
mengikis egoismemu. Dan bukan berdanalah, sebab kalo ngga, engkau ngga 
ada tabungan di sorga, atau engkau akan dihukum atas ketidaktaatanmu 
terhadap perintah tuhan, yg notabene, amat egois.

Salam kasih,
Khai

NB: Untuk newbie, saya sarankan baca buku Beyond Belief, yang sangat 
bagus. Mungkin temen2 ada yg punya, atau bisa disearch di milis ini.
Untuk mempelajari lebih jauh tentang siapa yang berbuat baik, atau 
apakah yang disebut baik, saya rekomendasikan Sutra Hati, atau mungkin 
temen2 lain bisa merekomendasikan yang laen?




Yamin Prabudy wrote:

>Jadi, karma bukan sesuatu untuk kita takuti ya ?
>Jadi sebenarnya kita (umat Buddhis) tidak sombong dan egois dalam 
>melakukan bantuan kepada orang ? apakah itu dalam bentuk dana, tenaga, 
>pikiran
>
>Tapi di kita setiap mau berdana atau melakukan bantuan selalu terselib 
>"Menanamkan Karma baik"
>Sedangkan di mereka setiap memberikan bantuan mengatakan "Kuasa Tuhanlah 
>yang telah bekerja melaluiku" "Tuhanlah yang bekerja menggunakan tangan
>dan kakiku, saya hanyalah sebagai perantara saja" (bukan setiap 
>kali,..tapi sering. Mungkin ini sama seperti mukzizat atau apapun 
>sebutannya tapi intinya mereka tidak menonjolkan diri dalam melakukan 
>usaha bantuan)
>
>dengan pernyataan demikian saya merasa mereka tidak egois...tidak ada 
>AKU loh yang bantu Kamu,...AKU loh dan AKU loh....
>saya kalah berdebat jika udah sampai seperti ini....binggung benaran 
>maklumlah newbie yg belum punya banyak Teori
>
>metta
>yamin
>
>  
>





** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke