Dear Bro & Sis,

Berikut ini cuplikan yang menurut saya bagus buat
perenungan, sekaligus menyatakan setuju bahwa jaman
sekarang, semua tindak tanduk kita membuat kita
semakin sulit utk bertemu dgn dharma pada kehidupan yg
akan datang. setelah bertemu dgn dharma, kita juga
harus membawa potensi n niat utk melanjutkan latihan
kita.

kalo mendedikasikan kebajikan utk mereka yg telah
meninggal ato bahkan mereka yg masih hidup, apa 
dedikasi kita? terlahir ke alam lebih baik? ke alam
surga? ke sukavati?



sumber kutipan :
Liberation in Our Hands

Oleh
Pabongka Rinpoche

Ditranskrip dan diedit oleh
Trijang Rinpoche

Suatu hari, ada seorang Mongolia yang memberikan
persembahan kepada Panchen Rinpoche (Panchen Lama,
salah seorang lama yang sangat dihormati di Tibet).
Kemudian orang ini memohon Panchen Rinpoche untuk
berdoa agar ia dapat terlahir kembali sebagai manusia
dan agar ia dapat bertemu kembali dengan ajaran
Buddha. Panchen Rinpoche menjawab bahwa ia akan berdoa
untuknya. Tetapi ketika orang Mongolia tersebut
memohon Panchen Rinpoche untuk berdoa agar ia dapat
berjumpa kembali dengan ajaran Je Tsongkhapa, Panchen
Rinpoche menolaknya. (Artinya  adalah bahwa ajaran Je
Tsongkhapa sangat sulit untuk dijumpai sehingga bahkan
doa Panchen Rinpoche pun tidak mempunyai kemampuan
untuk memenuhi permintaan tersebut).

Walaupun sudah menjadi suatu tradisi kita berdoa agar
kita terlahir dalam alam Sukhavati, pada kenyataannya
para Bodhisatva yang berdiam di alam tersebut berdoa
agar mereka dapat terlahir di dunia ini (bumi). Jadi
jika kita gagal mendapatkan apapun yang berarti dengan
bentuk kehidupan kita saat ini, tidak ada yang dapat
disalahkan selain diri kita sendiri. Kita tidak dapat
menemukan bentuk kehidupan yang lebih unggul lagi
daripada bentuk kehidupan [sebagai manusia] yang kita
miliki saat ini.


Perumpamaan ¡§leher kura-kura¡¨ dijelaskan sebagai
berikut. Misalkan ada sebuah gelang emas yang terapung
di sebuah samudera yang sangat luas dan tertiup oleh
angin. Misalkan juga ada seekor kura-kura buta yang
akan memunculkan kepalanya di permukaan samudera
tersebut sekali setiap 100 tahun. Jelas, bahwa hampir
tidak mungkin kura-kura tersebut dapat tepat
memasukkan lehernya tepat ke dalam gelang tersebut.
Perumpamaan ini menjelaskan bagaimana, melalui
kekuatan karma dan gangguan mental, kita ¡Vpara
makhluk- yang kehilangan mata kebijaksanaan selalu
mengembara dari suatu alam rendah ke alam rendah
lainnya dalam samudera samsara. Bahkan jika kebetulan
kita mampu untuk ¡¥melarikan diri¡¦ dari alam rendah
dan untuk sesaat menjadi manusia, akan sangat sulit
bagi kita untuk bertemu dengan ajaran Buddha. Hal ini
karena ajaran Beliau, seperti gelang emas mengapung
yang telah disebutkan sebelumnya, tidak tetap diam di
suatu tempat. Sebaliknya, ia bergerak [hingga] ke
tempat terpencil dari dunia yang luas ini pada saat
yang berbeda-beda dan hanya bertahan berada di suatu
tempat selama periode yang terbatas

Jika kura-kura tersebut sering muncul di permukaan
samudera, kita dapat berharap mungkin di suatu tempat
ia bertemu dengan gelang emas tersebut. Tetapi ia
hanya muncul sekali dalam setahun. Jika kita mampun
untuk mendapatkan bentuk sebagai manusia berulang
kali, mungkin saja kita dapat bertemu dengan ajaran
Buddha pada suatu saat ketika ajaran tersebut muncul
di dunia. Tetapi bukan hal ini yang terjadi.
Sebelumnya, hanya satu kali atau dua kali kita
mempunyai keberuntungan yang baik untuk mendapatkan
bentuk manusia seperti sekarang ini.

Jika gelang emas tersebut tetap diam di satu tempat,
kemudian meskipun kura-kura tersebut hanya muncul ke
permukaan setelah waktu yang sangat lama, masih
terdapat kemungkinan keduanya dapat bertemu. Tetapi
yang terjadi juga bukan demikian, karena gelang emas
tersebut tidak tetap berdiam di suatu tempat. ia
bergerak ke sana ke mari di atas permukaan samudera
yang luas tersebut. Dengan cara yang sama, jika ajaran
Buddha selalu tetap hanya dalam satu kata tunggal
saja, makan mungkin sja bagi kita bertemu dengan
ajaran Buddha ketika kita dilahirkan sebagai manusia
di dunia tersebut. Tetapi ajaran Buddha tidak selalu
berdiam di satu bagian dunia saja. Bahkan tidak hanya
itu, selang waktu ajaran tersebut bertahan di suatu
tempat sangatlah singkat.

(Singkatnya, perumpamaan ini mengatakan bahwa :
samudera melambangkan alam samsara
kura-kura melambangkan diri kita masing-masing
matanya yang buta melambangkan ketidaktahuan /
kebodohan kita
dan gelang tersebut melambangkan ajaran Buddha. 
Kyabje Rinpoche juga menambahkan bahwa penjelasan
perumpamaan ini, bersama dengan penerapannya untuk
praktik merenungkan kesulitan mendapatkan kesempatan
dan keberuntungan terlahir sebagai manusia, adalah
berdasarkan tradisi lisan yang dimulai dari Je Drupkangba.)

J u n a i d i
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, & Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia

Phone:  +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.:   +62 22 665 6555
Mobile: +62 911 80 855 / +62 856 219 8835 / +62 707 87 555 
--------------------------------------------------
http://joened.blogspot.com
Beli Buku Online di http://www.bearbookstore.com
UserID : zugheliang
Nama : Junaidi


                
____________________________________________________ 
Yahoo! Sports 
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football 
http://football.fantasysports.yahoo.com


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke